Jabar

Disdik Jabar Gercep Tangani Robohnya Atap SMKN Gunung Putri, 41 Siswa Luka-Luka akan Ditanggung Pemerintah

| 4 November 2025, 16:56 WIB
Disdik Jabar Gercep Tangani Robohnya Atap SMKN Gunung Putri, 41 Siswa Luka-Luka akan Ditanggung Pemerintah

AKURAT JABAR - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Purwanto merespon cepat terkait insiden robohnya 5 atap ruang kelas SMKN Gunung Putri di Kabupaten Bogor, pada Senin (3/11/2025).

Kadisdik Purwanto mendatangi langsung lokasi kejadian didampingi Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Disdik Jabar, Edy Purwanto.

Insiden ambruknya bangunan SMKN Gunung Putri tersebut terjadi sekira pukul 14.40 WIB akibat hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut.

Baca Juga: 270 Peserta Lolos Seleksi Pelatih Pendidikan Karakter Pancawaluya Jawa Barat

Berdasarkan hasil peninjauan yang dilakukannya, Purwanto mengungkapkan bahwa robohnya atap kelas disebabkan oleh dahan pohon besar yang menimpa atap hingga menarik kerangka baja ringan bangunan.

Badan Penanganan Bencana Daerah Kabupaten Bogor mencatat, akibat kejadian tersebut, sedikitnya 41 siswa mengalami luka-luka, sementara lima orang di antaranya masih dalam observasi dikarenakan mengalami cedera patah tulang.

Purwanto juga menyatakan, bahwa seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung oleh Pemerintah, baik Pemerintah Provinsi maupun oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Mendikdasmen dan Disdik Jabar Tinjau SMKN 1 Cileungsi Pasca Robohnya Gedung, Pastikan Perbaikan Cepat

“Amanat Pak Gubernur jelas, pastikan anak-anak sehat kembali, ruang kelas segera dibangun, dan pembelajaran bisa berjalan seperti semula,” tegas dia.

Untuk memastikan proses pembelajaran berjalan tanpa ada hambatan, Disdik Jabar telah menyiapkan skema pembelajaran secara daring bagi siswa serta bergiliran.

Sementara itu, Kadisdik juga meminta agar kepala sekolah segera menyusun jadwal serta berbagai langkah penenangan terhadap peserta didik.

Baca Juga: Kemendikdasmen Lakukan Revitalisasi Satuan Pendidikan 2025, Wujudkan Sekolah Aman, Layak dan Bermutu

Agar ruang kelas dapat segera kembali beroperasi, maka Purwanto menekankan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Bappeda Jabar serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Jabar, koordinasi ditargetkan selesai dalam waktu satu pekan ke depan.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, Disdik Jabar juga mengambil langkah antisipatif dengan meminta seluruh sekolah melakukan mitigasi cuaca ekstrem di wilayahnya.

Dia menekankan pihak sekolah agar sigap melihat kondisi lingkungan, seperti segera melakukan pemangkasan atau penebangan terhadap pepohonan besar di sekitar ruang belajar, serta melakukan pengosongan terhadap bangunan yang dinilai tidak layak.

Baca Juga: Lantik Ratusan Kepala Sekolah, KDM: Pendidikan Harus Dibangun dengan Adab dan Ketulusan

“Setiap sekolah harus waspada terhadap risiko hujan dan angin kencang. Kondisi seperti ini harus dimitigasi dengan baik," ucap dia menegaskan kembali.

Apresiasi juga disampaikan Purwanto terhadap berbagai pihak, termasuk BPBD, damkar, polsek, danramil, kecamatan, dan dinkes setempat yang telah bahu membahu membantu proses evakuasi serta penanganan secara cepat di lapangan.

“Alhamdulillah, penanganan berjalan cepat. Semua pihak bergerak bersama memastikan keamanan dan keselamatan siswa menjadi prioritas,” kata dia.

Baca Juga: Dari Barak ke Kehidupan Nyata: Disdik Jabar Siapkan Sistem Pemantauan Digital bagi Alumni Panca Waluya

Kadisdik pun memastikan SMKN Gunung Putri telah melakukan pertemuan dengan wali murid untuk menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa gedung sekolah. 

Pertemuan tersebut juga menjadi bagian penting dalam rangka mensosialisasikan mekanisme pembelajaran para siswa untuk sementara waktu. 

Baca Juga: KDM: Pendidikan Karakter Gapura Panca Waluya Bukan Sekedar Fisik, Tapi Mental dan Arah Pandang Generasi Muda Jabar

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.