Jabar

Disdik Jabar Dorong Lulusan SMK Siap Bersaing di Kancah Internasional

| 27 September 2025, 17:13 WIB
Disdik Jabar Dorong Lulusan SMK Siap Bersaing di Kancah Internasional

AKURAT JABAR - Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Edy Purwanto mengungkapkan bahwa lulusan SMK dapat bekerja di mana pun.

Edy menjelaskan, bahwa hal tersebut dapat dicapai apabila memenuhi dua unsur, yakni ditunjang dengan karakter dan pendidikannya yang kuat.

Hal tersebut dipaparkan Edy saat menghadiri acara Sosialisasi Penguatan Akses Kebekerjaan Luar Negeri bagi Lulusan SMK di Ballroom Metland Hotel, Kabupaten Majalengka, pada Jumat (26/9/2025).

Baca Juga: Disdik Jabar Gelar Lokakarya Digital Marketing, Siap Cetak 10 Ribu Kreator Digital

"Maka, Panca Waluya adalah upaya untuk mendidik anak-anak kita dan bagaimana sekolah mengubah anak-anak menjadi siap bekerja setelah tamat pendidikan di SMK," terangnya.

Ia juga mendorong agar sekolah mampu menyiapkan lulusan SMK yang kompeten melalui inovasi serta kolaborasi yang dilakukan dengan berbagai pihak.

"Sekolah jangan hanya berpikir tentang keahlian hari ini, tapi harus melihat kebutuhan lima tahun ke depan. Penguasaan bahasa asing dan skill harus mulai dipersiapkan," ujarnya.

Baca Juga: Rakor SMK BLUD Jabar, Kadisdik Purwanto: Harus Miliki Visi yang Kuat

Oleh karena itu, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap peran Metland College sebagai kolaborator yang telah menjembatani para lulusan SMK agar dapat bekerja di luar negeri.

"Sebab, pendidikan kejuruan bukan tentang masuk sekolah, tapi soal bagaimana menyiapkan lulusan agar siap bekerja, berwirausaha, ataupun melanjutkan pendidikan," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Direktur PT Metropolitan Land Tbk Purwantono juga berharap, agar sosialisasi tersebut dapat mendorong para siswa untuk terus belajar serta memanfaatkan peluang kerja ke luar negeri seperti China dan Jepang. 

Baca Juga: Mendikdasmen dan Disdik Jabar Tinjau SMKN 1 Cileungsi Pasca Robohnya Gedung, Pastikan Perbaikan Cepat

"Tantangan saat ini adalah anak ke luar negeri hanya untuk magang, belum menjadi karyawan tetap. Harus ada transformasi dari helper menjadi worker dan worker menjadi employee (karyawan) yang memiliki karya," ungkapnya.

Purwantono juga menjelaskan, ada empat kelemahan yang mesti diatasi oleh siswa agar mampu bersaing. Kelemahan tersebut yaitu kurangnya rasa percaya diri, lemahnya kemampuan komunikasi, kepemimpinan serta penguasaan bahasa Inggris.

Sedangkan, Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Abdi Danar Prabawa mengatakan, bahwa pendidikan vokasi harus dapat menghasilkan lulusan dengan standar yang jelas, termasuk kemampuan siswa dalam berbahasa.

Baca Juga: Berharap Dapat Skill Baru dan Mandiri, Peserta Program PPKS Diberi Pelatihan Minat Bakat

"Fokus utama pemerintah Indonesia untuk menyiapkan pekerja migran Indonesia adalah memastikan pekerja tersebut kompeten dan menjamin perlindungan pekerja," ungkapnya.

Ke depan, pihaknya berencana akan berkolaborasi dengan Kemendikdasmen, khususnya Direktorat Jenderal Vokasi untuk membuat ekosistem seputar informasi kerja ke luar negeri.

"Sehingga, siswa SMK akan mendapatkan informasi kerja ke luar negeri secara jelas dengan sistem informasi yang seragam," jelasnya.

Baca Juga: Pemprov Jabar Kirim Ribuan Tenaga Kerja Terlatih Magang ke Jepang, Gandeng Kemenaker dan LPKSO

Sebanyak 150 siswa Jawa Barat mengikuti sosialisasi tersebut. Selain paparan materi yang disampaikan para pemateri, aca ini juga membuka sesi berbagi pengalaman dari siswa lulusan SMK yang telah bekerja di luar negeri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.