Jabar

Kadisdik Jabar Jelaskan Tes Terstandar Literasi dan Numerasi, Purwanto: untuk Menguji Daya Konsentrasi dan Kejelian Siswa

| 7 Juli 2025, 22:35 WIB
Kadisdik Jabar Jelaskan Tes Terstandar Literasi dan Numerasi, Purwanto: untuk Menguji Daya Konsentrasi dan Kejelian Siswa

AKURAT JABAR - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Purwanto menegaskan, bahwa seluruh soal tes terstandar telah melalui standar pengujian terlebih dahulu baik pada sesi 1, 2, dan 3 l, sehingga jawabannya pun telah tersedia. 

Hal ini diungkapkan Kadisdik Purwanto sebagai tanggapan atas keluhan para peserta tes terstandar pada SPMB tahap 2 jalur prestasi di sesi 3 tanggal 3 Juli dan sesi 1 di tanggal 4 Juli 2025 yang mengaku bahwa terdapat beberapa soal yang jawabannya tidak tersedia.

Kadisdik menjelaskan, bahwa para penguji sebelumnya juga telah melakukan analisis kurikulum, merumuskan indikator soal, kalibrasi paket soal pasca-uji coba berdasarkan tingkat kesukaran, daya beda, dan analisis pengecoh.

Baca Juga: Beri Layanan Terbaik SPMB 2025, Disdik Jabar Tanda Tangani Komitmen Bersama untuk Pastikan Terbebas Dari Pungli

"Soal yang jawabannya tidak lengkap adalah jawaban pengecoh atau soal untuk menguji ketelitian peserta tes, seperti dalam pilihan jawaban yang salah," ujar Kadisdik, Minggu (6/7/2025).

Soal tersebut, lanjut Kadisdik Purwanto, bertujuan untuk melihat bagaimana daya konsentrasi yang dimiliki para siswa peserta tes tersebut.

"Di sesi 3 maupun sesi lainnya banyak juga siswa yang mendapatkan nilai benar pada soal tersebut," imbuhnya.

Baca Juga: Tes Terstandar di Jawa Barat Berjalan Lancar, Kadisdik Purwanto: Fokus pada Kenyamanan Peserta

Kadisdik juga menerangkan, bahwa dalam soal pilihan ganda, baik jawaban benar ataupun salah berdasarkan kaidah penulisan soal, harus memenuhi kriteria homogen (sama) baik dalam substansi, maupun dalam konstruksi soal, selain dari kriteria lainnya.

Adapun pilihan jawaban yang salah, tambah Purwanto - sepintas memang dianggap hampir sama dengan jawaban yang benar, sehingga pilihan jawaban yang demikian itu disebut pengecoh.

"Pengecoh itu bisa membuat murid yang tidak hati-hati bisa memilihnya, padahal salah. Pilihan jawaban pengecoh merupakan kunci jawaban salah, tapi kadang dipilih murid yang tidak hati-hati," tutur Kadisdik.

Baca Juga: SPMB Tahap 2 Jabar Berjalan Lancar, Kadisdik Purwanto: Akan Ada Tes Terstandar (CAT) dan Laporkan Jika Ada Kecurangan!

Kadisdik Purwanto mengaku, pihaknya akan segera melakukan evaluasi pada tes terstandar tersebut sebagai bentuk akuntabilitas dalam pengendalian mutu pendidikan di Jawa Barat.

Adapun terhadap siswa yang tidak dapat melaksanakan tes pada tanggal 3-4 Juli 2025, pihaknya telah menjadwalkan agar para siswa tersebut mengikuti tes terstandar susulan pada hari Senin (7/7/2025).

Baca Juga: SPMB Jabar Terima 210.910 Pendaftar Tahap 1

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.