Jabar

Wagub Jabar Hadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal Il Tahun 2025, Dorong Tingkatkan Produksi Jagung di Jawa Barat

| 8 Juni 2025, 19:14 WIB
Wagub Jabar Hadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal Il Tahun 2025, Dorong Tingkatkan Produksi Jagung di Jawa Barat

AKURAT JABAR - Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan bahwa Provinsi Jawa Barat masuk ke dalam 10 besar daerah yang berkontribusi besar dalam memproduksi jagung di tingkat nasional.

Dengan segala potensi yang ada, Erwan berharap agar Provinsi Jawa Barat dapat terus meningkatkan produktivitas pada sektor komoditas jagung.

Hal ini diungkapkan Wagub Jabar Erwan Setiawan saat menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal Il Tahun 2025 di Kawasan Hutan Petak, Blok Sukatani Il, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Kamis (5/6/2025).

Baca Juga: Panen Jagung di Garut, Gubernur Dedi Mulyadi Dorong Sektor Pertanian Sebagai Pilar Utama Ekonomi Desa

Acara ini dihadiri dihadiri oleh Wagub Erwan Setiawan, Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Rudi Setiawan, Wakil Bupati Indramayu Syaefudin serta undangan lainnya.

Adapun Panen Jagung tersebut digelar serentak di seluruh Polda dan Polres, yang dipusatkan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat dan dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto secara daring.

Panen raya ini sendiri merupakan bagian dari program Penanaman Jagung Serentak Satu Juta Hektare Kolaborasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama Kementerian Pertanian, bersinergi untuk mewujudkan swasembada jagung nasional.

Baca Juga: Bupati Om Zein Hadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2025 di Lahan Ketahanan Pangan Polres Purwakarta

"Ini tentunya ke depan kita semua harus bekerja keras untuk senantiasa bersama-sama mendorong pemanfaatan peluang tersebut guna meningkatkan luas tanam dan produksi di Jawa Barat," ujar Erwan.

Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Polda Jabar dan Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu beserta seluruh jajaran Forkopimda atas perhatian, kontribusi dan partisipasinya dalam pengembangan jagung di wilayah Jabar.

Kolaborasi yang dilakukan ini - menurut Erwan, harus terus ditingkatkan dalam upaya mendukung percepatan pencapaian swasembada jagung secara nasional.

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Dampingi Presiden Prabowo Resmikan Panen Raya Padi Serentak di Majalengka

"Potensi luas tanam di Kabupaten Indramayu sendiri masih belum optimal bila dibandingkan dengan potensi lahan yang luar biasa sangat luas," ujar Erwan.

"Jika potensi tersebut dapat dimanfaatkan dengan optimal baik lahan kering maupun tadah hujan seharusnya Kabupaten Indramayu menjadi yang terbesar di Jawa Barat," tuturnya.

Erwan menyebut bahwa salah satu yang menjadi faktor penghambat budi daya jagung di kawasan Indramayu adalah masalah pengairan, yang sampai saat ini pengairannya masih mengandalkan musim penghujan.

Baca Juga: Panen Raya Padi Serentak, Bupati Purwakarta: Tak Boleh Lagi Ada Alih Fungsi Lahan Persawahan

Di sisi lain, Wagub Erwan menyebut, bahwa harga pembelian pemerintah atau HPP jagung pipil kering di tingkat petani yakni sebesar Rp5.500 per kilogram.

Harga ini sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 18 Tahun 2025. Sementara harga riil di tingkat petani saat ini rata-rata adalah sebesar Rp4.900 per kg.

"Kondisi ini menggambarkan bahwa harga riil di lapangan masih di bawah harga acuan pemerintah. Ke depan saya berharap peran Bulog bisa lebih besar lagi untuk berkontribusi dalam pembelian jagung, seperti halnya gabah dan beras," ucap Erwan.

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Harga Sembako di Jawa Barat Cenderung Turun Selama Mei 2025

Adapun lima besar penghasil jagung di Jabar, sebut Erwan - pertama adalah Kabupaten Garut, kedua ialah Kabupaten Majalengka, kemudian Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Sumedang, dan kelima, Kabupaten Bandung.

Sementara itu Kapolda Jabar Rudi Setiawan mengatakan bahwa pihaknya siap dalam mendampingi dan membina para petani di Jawa Barat dalam upaya mendukung swasembada pangan.

"Polda Jabar siap menjadi pembina para petani. Tentunya cita-cita (swasembada pangan) tadi tidaklah begitu saja bisa terwujud," imbuhnya.

Baca Juga: Alami Penurunan! Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) pada Bulan Mei 2025

"(Pencapaian) hari ini merupakan hasil kerja sama yang luar biasa antara kita semua, kelompok tani, kemudian Pemda Provinsi, Pemda Kabupaten yang terjalin baik. Semoga dengan kerja sama yang baik antara kita apa yang dicita-citakan oleh Bapak Presiden itu dapat terwujud," pungkas Rudi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.