Jabar

Alami Penurunan! Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) pada Bulan Mei 2025

| 4 Juni 2025, 08:55 WIB
Alami Penurunan! Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) pada Bulan Mei 2025

AKURAT JABAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat merilis terjadinya penurunan indeks harga diterima petani (It), tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan penurunan indeks harga dibayar petani (ib) yang membuat nilai tukar petani (NTP) mengalami penurunan sebesar 0,14 persen pada bulan Mei 2025.

NTP pada bulan Mei 2025 turun sebesar 111,87 jika dibandingkan pada April 2025 dengan besaran 112,03. Penurunan NTP tersebut terjadi pada subsektor hortikultura sebesar 3,53 persen dan subsektor perikanan sebesar 0,50 persen.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Barat Darwis Sitorus melalui keterangannya pada laman resmi Pemprov Jabar, Selasa (3/6/2025).

Baca Juga: BPS Jabar Rilis Kenaikan Wisatawan Ke Jawa Barat Melalui BIJB

“Pada subsektor perikanan ini sektor nelayan mengalami kenaikan 0,30 persen, namun sektor pembudidaya ikan turun 0,80 persen”, imbuhnya.

Adapun jenis Komoditas yang berdampak signifikan pada indeks harga diterima petani (It) yaitu bawang merah, cabai merah dan cabai rawit.

Sedangkan komoditas yang menyebabkan indeks harga dibayar petani (Ib) menjadi turun adalah daging ayam ras, bawang merah dan cabai rawit.

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Harga Sembako di Jawa Barat Cenderung Turun Selama Mei 2025

Selain pada NTP, penurunan juga terjadi pada Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) sebesar 0,48 persen. Indeks harga diterima petani (It) turun sebesar 0,35 persen, sedangkan Indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) naik sebesar 0,13 persen.

“Komoditas penyebab indeks harga diterima petani pada NTUP turun adalah cabai rawit, cabai merah dan bawang merah," jelas Darwis Sitorus.

"Sedangkan komoditas yang menyebabkan BPPBM naik adalah bibit ayam ras, bibit sapi dan upah mencangkul," tambahnya.

Baca Juga: Panen Jagung di Garut, Gubernur Dedi Mulyadi Dorong Sektor Pertanian Sebagai Pilar Utama Ekonomi Desa

Lebih lanjut, Darwis menyebut bahwa rata-rata harga beras di penggilingan pada bulan Mei 2025 mengalami kenaikan sebesar 0,46 persen secara month to month dan naik 6,02 persen secara year on year.

Kenaikan harga tersebut terjadi pada jenis beras premium dan beras medium baik secara mont to month maupun secara year on year.

Lebih lanjut ia menyebut rata-rata harga beras di penggilingan berkisar 12.948 rupiah, dengan harga rata-rata untuk jenis beras premium sebesar 13.146 rupiah dan jenis beras medium seharga 12.747 rupiah.

Baca Juga: Pemkab Purwakarta dan Gurye Korsel Jalin Kerjasama Sister City di Bidang Pertanian dan Pariwisata

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.