Naik Pitam! KDM Ingatkan Etika Penyampaian Aspirasi Supporter Persikas, Sebut Tak Bisa Biayai Klub Sepak Bola Pakai APBD

AKURAT JABAR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam menyampaikan aspirasi. Ia menegur rombongan supporter yang dinilainya menyampaikan aspirasi di tempat yang tidak tepat.
Kejadian itu bermula saat dirinya tengah berbicara di acara 'Abdi Nagri Nganjang ka Warga' di Ciasem Subang. Dedi kemudian naik pitam usai menuai tanggapan dari para supporter Persikas.
Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM itu kemudian berdialog langsung dengan para supporter Persikas Subang. Mereka menyampaikan aspirasi terkait dengan keberlangsungan klub kebanggaannya itu.
"Ini saya lagi bersama rombongan para supporter Persikas yang teriak yelnya salah tempat dan salah alamat," kata KDM, pada Jumat (30/5/2025).
Dia menegaskan bahwa penyampaian aspirasi mestinya dilakukan secara tertib, tidak harus mengganggu kegiatan warga, serta tidak perlu melibatkan para pihak yang bukan semestinya.
Dalam suasana lain yang lebih kondusif, para supporter kemudian menyampaikan aspirasinya berupa harapan agar Persikas dapat kembali berlaga di Liga 2.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Beri Bonus Persib Juara Liga 1 2024/25, Umumkan di Tengah Riuh Bandung Lautan Biru
Mereka menyebut kehadiran klub Persikas begitu dinanti oleh masyarakat Subang sebagai klub yang membanggakan daerahnya di kancah persepakbolaan Indonesia.
Dalam merespon hal tersebut, KDM menjelaskan bahwa urusan klub profesional seperti Persikas merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten, bukan tanggung jawab langsung Pemerintah Provinsi.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak diperbolehkan menggunakan anggaran negara (APBD) untuk membiayai klub profesional, sekaliber klub itu membanggakan daerahnya.
Baca Juga: Bandung Lautan Biru, Konvoi Persib Juara Padati Ruas Jalan Kota Bandung
"Urusan Persikas itu urusan Bupati. Dan perlu dipahami, Bupati pun tidak boleh menggunakan APBD untuk membiayai klub profesional. Uang negara tidak boleh dipakai untuk itu," jelas KDM.
Ia kemudian menuturkan, bahwa tantangan utama dalam pengelolaan klub sepak bola profesional adalah kebutuhan dalam pembiayaannya yang terbilang besar.
"Pertanyaannya, ada tidak pengusaha di Subang yang siap mengeluarkan puluhan miliar untuk mengurus klub bola? Kalau tidak ada, ya jangan heran kalau klub bisa diambil alih daerah lain yang lebih siap," ujarnya.
Baca Juga: Euforia Dedi Mulyadi: Persib Juara, Jawa Barat Istimewa
Mengakhiri pertemuan tersebut, salah satu perwakilan supporter menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas dinamika yang terjadi saat penyampaian aspirasi.
Mereka berharap koordinasi dan kolaborasi antara supporter, pemerintah daerah dan pihak terkait dapat terus terjalin demi kemajuan persepakbolaan di Kabupaten Subang.
Baca Juga: Pawai Persib Juara Digelar 25 Mei 2025, Wagub Erwan: Persiapan Sudah Capai 70 Persen
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kawasan HWB Purwakarta Dikembangkan, Target Tampung Lebih dari 30.000 Penduduk
- 2Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, PB HMI Imbau Waspadai Narasi Liar di Medsos
- 3Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, PB HMI Imbau Waspadai Narasi Liar di Medsos
- 4Kawasan HWB Purwakarta Dikembangkan, Target Tampung Lebih dari 30.000 Penduduk




