Jabar

Gagas Program Barak Militer, Gubernur Jawa Barat: Upaya Bentuk Karakter dan Kembalikan Jati Diri Remaja Bermasalah

| 30 April 2025, 22:58 WIB
Gagas Program Barak Militer, Gubernur Jawa Barat: Upaya Bentuk Karakter dan Kembalikan Jati Diri Remaja Bermasalah

AKURAT JABAR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tengah mencanangkan sebuah program pembinaan yang dikhususkan untuk para remaja bermasalah mulai diberlakukan tanggal 2 Mei 2025.

Program tersebut digulirkan karena ia melihat kondisi remaja saat ini yang dinilai telah begitu mengkhawatirkan, berperilaku tidak wajar, menjadi akut dan mendekati tindakan kriminal.

Untuk itu ia menggagas program pendidikan bagi para remaja nakal melalui aduan orang tua ataupun aparat lingkungan terhadap para remaja yang merasa sulit untuk dibina untuk kemudian dikirimkan ke barak militer.

Baca Juga: Mulai 2 Mei 2025, Remaja Nakal Akan Dikirim Gubernur Dedi Mulyadi ke Komplek Militer Jalani Pembinaan

Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM menegaskan bahwa program barak militer bagi remaja bermasalah tersebut memiliki tujuan untuk membentuk karakter mandiri, disiplin, serta upaya mengembalikan jati diri remaja sebagai generasi penerus bangsa.

Menurutnya, dengan melihat maraknya perilaku brutal yang menyimpang sampai adanya tindak kriminal yang dilakukan para remaja tersebut, tentu menjadi tanggung jawab bersama baik orang tua maupun pemerintah.

"Kita tidak boleh kehilangan satu generasi yang seharusnya memiliki sifat luhur sebagai manusia Indonesia," ucap KDM, Selasa (29/4/2025).

Baca Juga: Cegah Konflik Sosial, Dedi Mulyadi: Penegakan Hukum Harus Adil dan Tak Tebang Pilih

Adapun program barak militer tersebut, lanjut KDM, bukanlah program militerisasi untuk tujuan perang, melainkan upaya pendekatan yang lebih mengedepankan pada aspek pendidikan berbasis kedisiplinan.

Program pendidikan ini mencakup pengembangan minat dan bakat, olahraga, kesenian, serta membiasakan untuk hidup sehat, mulai dari keteraturan makan, minum, bahkan hingga menjauhkan peserta dari rokok serta obat-obatan terlarang.

Mengingat mereka (para peserta) masih berada di bawah perwalian, maka KDM menekankan para peserta yang merupakan para remaja tersebut wajib mendapatkan persetujuan dari orang tua terlebih dahulu sebelum mengikuti program tersebut.

Baca Juga: Puluhan Warga Korban Proyek Pelebaran Sungai di Cikarang Datangi Lembur Pakuan, KDM Tanggapi Aspirasi

Walaupun para peserta tengah mengikuti program barak militer tersebut, namun statusnya sebagai pelajar di sekolah asal akan tetap dipertahankan, sehingga mereka tetap mengikuti kegiatan belajar-mengajar di lokasi barak.

"Ini adalah bentuk ikhtiar kita bersama untuk menyelamatkan anak-anak dari ancaman pergaulan bebas, penggunaan gawai yang tidak sehat, serta kekurangan gizi akibat pola makan yang tidak teratur," tutur KDM.

Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap mampu menumbuhkan kepribadian generasi muda yang lebih kokoh, kuat dan hebat, serta menjadi orang siap dalam menghadapi tantangan di masa yang akan datang.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Respon Dokter Viral Pelecehan Pasien di Garut: Cabut Izin Praktek Dokternya!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.