Jabar

Puluhan Warga Korban Proyek Pelebaran Sungai di Cikarang Datangi Lembur Pakuan, KDM Tanggapi Aspirasi

| 29 April 2025, 09:40 WIB
Puluhan Warga Korban Proyek Pelebaran Sungai di Cikarang Datangi Lembur Pakuan, KDM Tanggapi Aspirasi

AKURAT JABAR - Masyarakat Cikarang yang terdampak imbas proyek pelebaran sungai mendatangi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk mengadukan nasibnya di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Sabtu (26/4/2025).

Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM kemudian menerima audiensi warga terdampak tersebut dan mendengarkan secara keluh kesahnya.

KDM juga mendengar aspirasi secara langsung dari sekitar 30 kepala keluarga Korban Proyek Pelebaran Sungai di Cikarang tersebut yang menyebabkan mereka harus kehilangan tempat tinggal.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Viral Tak Bayar Pajak Kendaraan Pribadinya Selama Satu Tahun, Begini Klarifikasi KDM

Dalam kesempatan itu juga, warga yang hadir meminta bantuan berupa kontrakan untuk tempat tinggal dan bantuan sosial lainnya berupa kebutuhan pokok sandang dan pangan.

Pemprov Jabar dalam bantuan kontrakan yang diminta, akan memberikan bantuan melalui program Bank BJB Peduli sebesar Rp10 juta untuk setiap keluarga, cukup untuk memenuhi satu tahun penyewaan rumah.

Bantuan tersebut akan KDM berikan bagi warga terdampak yang benar-benar kehilangan tempat tinggal, namun tidak bagi warga yang membangun di atas tanah negara secara ilegal.

Baca Juga: Gelar Uji Kompetensi untuk Isi Jabatan Pimpinan Tinggi, Pemprov Jabar: Perkuat Birokrasi dan Pelayanan Publik

Bekerjasama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), KDM mengaku pihak Pemprov Jabar tengah mengupayakan program membangun rumah untuk masyarakat yang terdampak tersebut.

Selain itu, seorang pelajar SMA juga menyampaikan aspirasinya terkait kebijakan KDM melarang acara perpisahan sekolah serta study tour yang telah diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Gubernur Dedi dalam menanggapi hal itu menegaskan, dilakukan pelarangan kegiatan study tour dan perpisahan sekolah bertujuan agar mencegah adanya pungli dan komersialisasi pendidikan yang membebani orang tua murid.

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Janjikan Underpass dan Renovasi Setu, Kado Istimewa Hari Jadi Kota Depok ke-26

Sedangkan untuk acara perpisahan, KDM menekankan bahwa kegiatan tersebut boleh dilakukan, sepanjang penyelenggaraannya oleh siswa secara mandiri tanpa adanya keterlibatan pihak sekolah.

"Kritik sebaiknya diarahkan kepada pemerintah jika tidak memperhatikan pendidikan, bukan terhadap kebijakan yang justru meringankan beban masyarakat," ungkapnya.

KDM berharap, generasi muda Jabar agar dapat tumbuh dan berkembang dalam suasana keprihatinan yang mendidik dan bukanlah gaya hidup konsumtif yang bertolakbelakang dengan kondisi sosial.

Baca Juga: BPBD Jabar Lakukan Penanganan Darurat Imbas Banjir Bekasi Belum Surut Hingga Warga Butuh Bantuan Mendesak

"Saya tidak ingin menjadi pemimpin yang hanya populer, tapi harus mengarahkan masyarakat pada kehidupan yang lebih baik," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.