Keracunan Massal Warnai Program Makan Bergizi Gratis di Cianjur, GARUDA Tekankan Evaluasi Mitra Dapur MBG

AKURAT JABAR - Program Makan Bergizi (MBG), yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, kini menghadapi sorotan tajam.
Alih-alih membawa manfaat, pelaksanaan program ini di Kabupaten Cianjur justru menimbulkan insiden serius berupa keracunan massal yang menimpa puluhan siswa.
Program MBG yang menyasar peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA ini sejatinya bertujuan mempercepat pertumbuhan gizi anak, terutama bagi masyarakat dari kalangan menengah ke bawah.
Baca Juga: Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden MBZ Bahas Upaya Perdamaian di Gaza
Namun, harapan mulia itu berubah menjadi kekhawatiran mendalam setelah terjadi insiden keracunan yang melibatkan puluhan pelajar di beberapa sekolah di Kabupaten Cianjur.
Ketua Gerakan Perubahan Daerah (GARUDA), Reza, menyampaikan kecaman keras atas kejadian tersebut.
Ia menilai bahwa pelaksanaan program yang semestinya menunjang gizi peserta didik, kini justru menjadi ancaman serius bagi kesehatan mereka.
Baca Juga: 10 Langkah Pola Makan Seimbang untuk Hidup Lebih Sehat dan Panjang Umur
“Alih-alih menunjang gizi peserta didik, pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) di Kabupaten Cianjur justru menimbulkan dampak sebaliknya," katanya, melalui pesan WhatsApp kepada Akurat Jabar, Selasa (22/42025).
Berdasarkan informasi yang ia terima dari CianjurToday, setidaknya 78 siswa dari MAN 1 Cianjur, SMPN 1 PGRI, dan SMPN 1 Cianjur mengalami keracunan massal usai mengkonsumsi makanan dari program ini pada Senin, 21 April 2025.
"Mereka bahkan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Dugaan kuat mengarah pada buruknya kualitas makanan yang disajikan oleh pihak pengelola dapur,” tutur Reza.
Baca Juga: Presiden Prabowo Bertemu 7 Jurnalis dari 7 Media di Hambalang Bahas Isu-isu Terkini
Reza menegaskan bahwa kejadian ini sangat bertentangan dengan amanat Presiden yang menginginkan program MBG menjadi instrumen percepatan pertumbuhan gizi yang optimal.
Ia menduga kuat bahwa insiden tersebut disebabkan oleh kelalaian pihak pengelola dapur yang tidak profesional serta tidak memiliki kompetensi dalam pengelolaan katering makanan gratis.
“Pengelola seharusnya sudah dibekali dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat guna menjamin kualitas dan keamanan makanan. Namun kenyataannya, yang terjadi adalah penyajian makanan yang tidak layak dan terindikasi adanya penyalahgunaan anggaran,” kata Reza melanjutkan.
Reza selaku ketua GARUDA, juga menyebut bahwa insiden ini menunjukkan adanya pelanggaran serius dalam pelaksanaan program.
GARUDA menilai bahwa kejadian seperti ini bukan hanya mencoreng integritas program MBG, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran yang dapat menggagalkan implementasinya di masa depan.
“Insiden ini sangat merugikan, baik secara moral maupun materiil. Lebih jauh lagi, hal ini juga mencederai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui intervensi gizi yang seharusnya aman dan tepat sasaran,” ujar Reza.
Baca Juga: Bukan Bogor atau Cianjur, Kabupaten Terluas di Jawa Barat Ini Terkenal Punya Pantai yang Melegenda
Menanggapi kondisi tersebut, GARUDA mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mitra pelaksana MBG di Kabupaten Cianjur.
GARUDA juga mendorong agar tindakan tegas diambil terhadap pihak pengelola yang terbukti lalai dan membahayakan masyarakat dengan insiden keracunan massal program MBG di Cianjur tersebut.
“Evaluasi dan penindakan tegas menjadi penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali di daerah lain,” tegas Reza.
Lebih lanjut, Reza menekankan bahwa Program Makan Bergizi sejatinya merupakan langkah strategis untuk membentuk generasi emas Indonesia.
Namun, ia mengingatkan bahwa program ini hanya akan berhasil apabila dilaksanakan secara profesional, transparan, dan diawasi secara ketat oleh pihak terkait.
“Kami berharap Badan Gizi Nasional melakukan evaluasi berkala dan memastikan setiap mitra dapur yang ditunjuk benar-benar mampu menjalankan tugasnya sesuai dengan SOP dan prinsip kehati-hatian," katanya.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Dorong Cirebon Jadi Yogyakarta-nya Jawa Barat: Bersiap Mentereng di Usia 543 Tahun
"GARUDA akan terus mengawal dan mengawasi program ini agar benar-benar terealisasi sesuai dengan tujuan utamanya, yaitu meningkatkan gizi dan kesehatan anak-anak bangsa,” tutur Reza.
Reza menambahkan, bahwa pihak GARUDA akan membuat laporan resmi ke BGN untuk mengevaluasi langsung MBG di Kabupaten Cianjur sebagai bentuk komitmen dalam mengawasi dan memastikan keberlangsungan program ini sesuai dengan yang diharapkan bersama.
"Atas insiden ini tentunya kami akan membuat laporan resmi ke BGN sebagai bentuk komitmen kami dalam mengawal dan mendukung program ini supaya berjalan sesuai dengan yang di harapkan bersama." Pungkas Reza.
Baca Juga: Pemprov Jabar Gaet Susi Air, Kolaborasi Bangun 10 Bandara di Kawasan Selatan Jawa Barat
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Badan Gizi Nasional terkait insiden tersebut.
Masyarakat pun berharap agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan program ini dapat dijalankan secara maksimal demi kepentingan masa depan generasi muda Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1Milad KAHMI ke-60 di Purwakarta Diwarnai Jalan Santai dan Gerakan Ngosrek
- 2Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 3KOHATI Purwakarta Peringati Dies Natalis ke-60, Tegaskan Perempuan Harus Bernilai dan Berdaulat
- 4Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 5DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau





