Dampak Tarif Trump 104 persen atas Cina: Bagaimana Pasar Kripto dan Saham Bereaksi? Update April 2025

AKURAT JABAR - Apa Itu Tarif 104% yang Diberlakukan Trump? Pada 9 April 2025, Presiden Donald Trump secara resmi memberlakukan tarif impor sebesar 104% terhadap berbagai produk dari Tiongkok.
Baca Juga: Tren dan prediksi harga Bitcoin Sejak 2010 hingga 2025: Analisis Historis
Langkah ini dimaksudkan untuk “melindungi industri dalam negeri AS”, namun justru menimbulkan gejolak besar di pasar global.
Baca Juga: Faktor Penting yang Mempengaruhi Prediksi Harga Bitcoin 2025
Produk yang Terdampak Langsung:
-
Barang elektronik dan semikonduktor
-
Kendaraan listrik dan komponen otomotif
-
Perangkat keras komputer dan smartphone
Baca Juga: Apakah Harga Bitcoin Bisa Tembus 100.000 Dolar AS di Tahun 2025?
Dampak Langsung terhadap Pasar Saham Global
Reaksi Indeks S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq
Beberapa jam setelah pengumuman tarif, indeks saham utama AS mengalami koreksi tajam:
-
S&P 500: Turun 2,4%
-
Nasdaq: Turun 3,1%
-
Dow Jones: Turun 1,9%
Investor bereaksi negatif karena takut akan adanya resesi perdagangan global dan terganggunya rantai pasok dunia.
Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin Tahun 2025: Apa Kata Para Analis kripto ?
Penurunan Saham Teknologi dan Manufaktur
Saham perusahaan besar seperti:
-
Apple (AAPL)
-
Nvidia (NVDA)
-
Tesla (TSLA)
mengalami penurunan hingga 4–6% karena tergantung pada produksi dari Tiongkok.
Baca Juga: Ulang Tahun Satoshi Nakamoto ke 50: Akankah Bitcoin Menggantikan Dolar AS?
Dampak Signifikan pada Bitcoin dan Kripto Lainnya
Harga BTC, ETH, dan Altcoin April 2025
Akibat kekhawatiran makroekonomi, pasar kripto langsung ikut terkoreksi:
-
Bitcoin (BTC): Turun ke Rp 1.308.458.765 (~$77,000)
-
Ethereum (ETH): Turun 6,2%
-
Solana (SOL): Turun 9,8%
Pasar panik dan gelombang likuidasi terjadi di beberapa exchange.
Baca Juga: Harga Bitcoin Hari Ini Anjlok ke Bawah Rp 1,3 Miliar Ini Penyebab Sebenarnya yang Mengejutkan
Peta Likuidasi Kripto dan Sentimen Investor
Menurut data dari Coinglass, dalam 24 jam:
-
Total likuidasi lebih dari $900 juta
-
70% posisi long terkena margin call
Sentimen Fear & Greed Index kembali ke angka “Fear (34)”, menandakan kekhawatiran ekstrem investor.
Baca Juga: Harga Bitcoin Hari Ini: Anjlok ke 77 Ribu Dolar Akibat Tarif Trump
Apa Kata Analis Ekonomi dan Kripto Dunia?
JPMorgan
Dalam laporan Q2 mereka:
“Tarif perdagangan ekstrem akan memperlambat pemulihan ekonomi dan membuat investor lebih memilih cash dan obligasi ketimbang aset berisiko tinggi seperti kripto.”
Baca Juga: BREAKING NEWS Prediksi Bitcoin Tembus 200 ribu dollar di 2025: Apa Kata Para Analis?
PlanB (Stock-to-Flow Model)
Masih mempertahankan proyeksi BTC bisa mencapai $250K, namun:
“Dalam jangka pendek, pasar akan terguncang sebelum kembali stabil.”
Fidelity Digital Assets
Merekomendasikan:
“Investor tetap melakukan akumulasi bertahap dan tidak terpengaruh sentimen sesaat. Bitcoin tetap berpotensi menjadi emas digital.”
Baca Juga: Tren Mengejutkan: Bitcoin 2025 Tak Lagi Sejalan dengan Pasar Saham Global
Strategi Bertahan di Tengah Volatilitas Ekonomi 2025
Gunakan Strategi DCA (Dollar Cost Averaging)
Daripada mencoba “menebak dasar harga”, lebih baik beli BTC secara rutin mingguan atau bulanan. Ini membantu:
-
Meredam emosi saat pasar crash
-
Menjaga konsistensi investasi
Baca Juga: Harga Bitcoin Naik 2025: Analisis Tren dan Strategi Cerdas Menghadapi Gejolak Pasar Saham
Diversifikasi Portofolio
Jangan hanya pegang Bitcoin. Kombinasikan dengan:
-
Stablecoin (USDT/USDC)
-
Emas digital (tokenized gold)
-
Saham sektor pertahanan atau energi
Hindari Panic Selling
Jangan menjual dalam kondisi ekstrem. Tunggu sinyal teknikal atau kabar positif untuk melakukan reposisi portofolio.
Baca Juga: Dampak Kebijakan Tarif Trump: Harga Bitcoin dan Bursa Saham Global Anjlok Hari Ini
FAQ Seputar Tarif Trump dan Dampaknya ke Kripto
1. Kenapa tarif Trump menyebabkan kripto turun?
Investor menghindari aset berisiko tinggi saat pasar tidak stabil, termasuk kripto.
2. Apakah harga Bitcoin akan terus turun?
Koreksi saat ini mungkin berlanjut jangka pendek, namun tren jangka panjang tetap positif.
3. Kapan waktu terbaik membeli Bitcoin setelah crash?
Setelah volume stabil dan Fear Index mulai naik kembali → bisa menjadi momen beli.
Baca Juga: Harga Bitcoin Hari Ini: Kenapa Turun dan Apakah Saatnya Beli?
4. Apakah strategi DCA cocok untuk kondisi sekarang?
Ya, DCA ideal untuk mengurangi risiko dari fluktuasi harga harian.
5. Apakah ada potensi pasar rebound dalam waktu dekat?
Jika tidak ada eskalasi lebih lanjut dari tarif, pasar bisa pulih dalam 2–3 minggu.
6. Apakah strategi jual sebagian (profit-taking) disarankan?
Ya, jika kamu sudah untung dari pembelian sebelumnya. Ambil sebagian keuntungan untuk mengurangi eksposur risiko.
Baca Juga: Sinyal Bearish Bitcoin Kuat! Ini Prediksi Level Support Berikutnya
Rekomendasi Investasi Jangka Pendek
Dampak tarif Trump 104% atas Cina terasa luas, dari pasar saham global hingga kripto. Investor harus tetap tenang, rasional, dan strategis. Momen seperti ini bukan hanya ujian mental, tapi juga peluang jangka panjang bagi yang tahu cara memanfaatkannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kawasan HWB Purwakarta Dikembangkan, Target Tampung Lebih dari 30.000 Penduduk
- 2Sambut HUT Ke-81 Korps Brimob Polri, Batalyon B Pelopor Gelar Anjangsana ke Kediaman Warakawuri
- 3Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, PB HMI Imbau Waspadai Narasi Liar di Medsos
- 4Sambut HUT Ke-81 Korps Brimob Polri, Batalyon B Pelopor Gelar Anjangsana ke Kediaman Warakawuri
- 5Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, PB HMI Imbau Waspadai Narasi Liar di Medsos




