Jabar

Pemprov Jawa Barat Kunjungi BMKG, Inisiasi Kerja Sama Lanjutan dalam Bidang MKG

| 11 Maret 2025, 18:30 WIB
Pemprov Jawa Barat Kunjungi BMKG, Inisiasi Kerja Sama Lanjutan dalam Bidang MKG

AKURAT JABAR - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mengunjungi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dalam rangka memperkuat Kerja Sama Lanjutan dalam Bidang MKG, pada Senin (10/03).

Kunjungan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang didampingi Sekretaris Daerah, Herman Suryatman ini disambut baik Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ardhasena Sopaheluwakan. Turut hadir pula Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kedeputian MKG. Kunjungan ini bermaksud untuk memperkuat kerja sama strategis di bidang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (MKG). 

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menegaskan komitmen BMKG dalam mendukung mitigasi serta adaptasi perubahan iklim. 

"BMKG berperan aktif dalam penyediaan informasi MKG yang akurat, khususnya untuk sektor pertanian, perikanan, transportasi, dan pengelolaan sumber daya air, guna meningkatkan ketahanan daerah terhadap perubahan iklim," Jelas Ardhasena.

Dalam kesempatannya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan BMKG dalam menghadapi tantangan cuaca dan iklim.

"Dengan populasi yang besar serta aktivitas ekonomi yang tinggi, Jawa Barat membutuhkan informasi MKG yang akurat guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana geo-hidrometeorologi serta mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis data ilmiah," Kata Dedi.

Baca Juga: SEMMI Jabar Dukung Langkah-langkah Strategis Gubernur Dedi Mulyadi Atasi Banjir di Jawa Barat

Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, Gubernur Jawa Barat beserta rombongan meninjau ruang operasional CEWS (Climate Early Warning System), MEWS (Meteorological Early Warning System), dan INATEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System). Mereka berkesempatan melihat langsung bagaimana sistem peringatan dini bencana hidrometeorologi dan tsunami beroperasi selama 24 jam, serta bagaimana data yang dihasilkan dapat menjadi dasar kebijakan mitigasi di tingkat daerah.

Perencanaan pembangunan infrastruktur berbasis kajian ilmiah BMKG juga menjadi perhatian utama guna meningkatkan ketahanan daerah terhadap dampak perubahan iklim.

Baca Juga: Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir di Bandung Selatan

Pembahasan lebih lanjut mencakup aspek kerja sama strategis, di antaranya penguatan sistem peringatan dini MKG untuk mitigasi bencana geo-hidrometeorologi di wilayah Jawa Barat. 

Kunjungan ini menguatkan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membangun ketahanan daerah berbasis sains dan teknologi. Di sisi lain, BMKG terus berupaya meningkatkan perannya sebagai penyedia informasi MKG yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: Verrell Bramasta Turun ke Babelan, Bantu Korban Banjir dan Dorong Solusi Jangka Panjang

"Ke depan, sinergi ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam mengoptimalkan pemanfaatan data dan layanan MKG demi pembangunan yang lebih tangguh dan berkelanjutan," Puskasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.