Jabar

Bekasi Siaga Darurat! Banjir Kabupaten Bekasi Januari 2026 Rendam 16 Kecamatan dan Ribuan Rumah

| 18 Januari 2026, 21:38 WIB
Bekasi Siaga Darurat! Banjir Kabupaten Bekasi Januari 2026 Rendam 16 Kecamatan dan Ribuan Rumah

AKURAT JABAR – Hujan lebat yang mengguyur selama sehari penuh membuat wilayah Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat terkepung banjir besar.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Banjir Kabupaten Bekasi Januari 2026 ini merendam 16 kecamatan dan 40 desa dengan total 4.622 kepala keluarga (KK) terdampak.

Intensitas hujan yang sangat tinggi memicu meluapnya lima sungai besar, yakni Kali Gabus, Sungai Cibeet, Sungai Citarum, Kali Sadang, dan Kali Ciherang.

Baca Juga: Gubernur Jabar Tekankan Penataan Kawasan Secara Komprehensif, KDM : Kabupaten Bekasi Harus Bebas Kumuh dan Banjir

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengonfirmasi bahwa ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 200 sentimeter.

"Evakuasi menjadi prioritas utama kami, terutama di wilayah dengan ketinggian air di atas satu meter seperti Cikarang Utara," ujar Dodi di Cikarang, Minggu (18/1/2026).

 

Titik Terparah dan Jalur Transportasi Lumpuh

Kecamatan Cikarang Utara menjadi salah satu titik terdampak paling ekstrem dengan ketinggian air mencapai 2 meter di Desa Karang Raharja.

Baca Juga: Wagub Erwan Setiawan Pastikan Penanganan Berjalan Baik Usai Sambangi Warga Terdampak Banjir di Bekasi

Tim gabungan dari BPBD, PMI, hingga Brimob harus mengerahkan perahu karet untuk menyelamatkan warga yang terjebak di dalam rumah.

Selain permukiman, jalur transportasi utama seperti Jalan Raya Jatimulya juga lumpuh total. Banyak pengendara motor terpaksa berhenti karena kendaraan mereka mogok terendam air.

Salah satu pengendara, Yasin, mengaku motornya mati total saat mencoba mencari jalan alternatif yang ternyata juga sudah terendam.

Baca Juga: BPBD Jabar Lakukan Penanganan Darurat Imbas Banjir Bekasi Belum Surut Hingga Warga Butuh Bantuan Mendesak

Berdasarkan laporan warga, banjir kali ini terasa lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Mawarni, warga terdampak, menyebutkan air masuk hingga ke kamar tidur dengan ketinggian 60 sentimeter sejak Sabtu malam.

 

Dampak Sektor Pertanian dan Pemukiman Padat

Bencana Banjir Kabupaten Bekasi Januari 2026 tidak hanya merusak perabotan warga, tetapi juga menghantam sektor pertanian.

Di Kecamatan Pasir Tanjung, luapan Kali Cibeet merendam sedikitnya 45 hektare sawah dan puluhan hektare kolam ikan, yang berpotensi memicu kerugian materiil besar bagi petani.

Baca Juga: Sinergi Atasi Banjir, Empat Daerah di Jabar Siap Kolaborasi dengan Pemdaprov Jawa Barat

Sejumlah perumahan padat penduduk di Tambun Utara, Tambun Selatan, hingga Cikarang Barat juga tak luput dari genangan.

Perumahan Papan Mas dan Graha Prima tercatat mengalami ketinggian air hingga 110 sentimeter.

Oleh karena itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, memastikan seluruh personel tetap siaga 24 jam.

Baca Juga: Besok Hujan atau Tidak? Inilah Prakiraan Cuaca Jawa Barat Sesuai Prediksi BMKG: Bandung-Bekasi Hujan Ringan, Bogor dan Depok Hujan Sedang Hari Ini

Petugas fokus mendistribusikan bantuan logistik dan memantau debit air di hulu sungai guna mengantisipasi banjir susulan.

Singkatnya, koordinasi lintas sektoral antara TNI-Polri dan relawan terus diperkuat. Alhasil, meskipun ribuan warga harus mengungsi, keselamatan jiwa tetap menjadi target utama dalam penanganan darurat ini.

Pada akhirnya, pemerintah mengimbau warga di bantaran sungai untuk segera melapor jika debit air kembali meningkat. Sebab, cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan di wilayah Jawa Barat.

Baca Juga: Panggil Damkar! MPLS SMAN 5 Bekasi Kenalkan Mitigasi Bencana untuk Siswa

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.