Permudah Akses Warga, Wali Kota Farhan Resmikan Puskesmas 24 Jam Bandung 2026

AKURAT JABAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi mengoperasikan layanan Puskesmas 24 Jam Bandung 2026 untuk meningkatkan kualitas kesehatan primer.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meluncurkan program strategis ini secara langsung di Puskesmas Ibrahim Adjie dan secara daring di Puskesmas Garuda, Kamis (15/1/2026).
Layanan baru ini menawarkan keunggulan unik berupa integrasi administrasi kependudukan (Adminduk) otomatis.
Warga yang melahirkan di puskesmas tersebut akan langsung mendapatkan akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga pembaruan Kartu Keluarga tanpa harus mengurus ke kantor dinas terkait.
Baca Juga: Jadi Rujukan Regional, RSUD Kota Bandung 2026 Pastikan Layanan Kesehatan Tanpa Sekat Ekonomi
Garda Terdepan Layanan Kesehatan Darurat
Wali Kota Farhan menegaskan bahwa kehadiran puskesmas yang beroperasi penuh merupakan kebutuhan mendesak bagi kota besar seperti Bandung.
Oleh karena itu, layanan ini diharapkan menjadi garda terdepan sehingga masyarakat tidak perlu langsung mengantre di rumah sakit saat terjadi kondisi darurat ringan.
“Layanan kesehatan adalah Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang wajib kami penuhi. Kami ingin menyelesaikan masalah mendasar masyarakat terlebih dahulu,” ujar Farhan.
Baca Juga: Tak Boleh Tolak Pasien Tanpa BPJS, Plt Bupati Bekasi Resmikan RS Cenka Tipe C di Karangbahagia
Ia mengibaratkan layanan dasar ini sebagai urusan utama yang lebih penting daripada sekadar proyek fisik yang bersifat kosmetik.
Berdasarkan rencana pengembangan, tahap awal mencakup Puskesmas Ibrahim Adjie dan Garuda.
Selanjutnya, Pemkot Bandung akan mereplikasi model ini di lima lokasi lain, yakni Puskesmas Pagarsih, Kopo, Padasuka, Cipadung, dan Cipamokolan.
Intervensi Berbasis Data Wilayah
Farhan juga mengaitkan penguatan sektor kesehatan dengan agenda ekonomi. Meskipun pertumbuhan ekonomi Bandung mencapai 5,3 persen, ia menyoroti adanya kesenjangan sosial yang masih lebar.
Maka dari itu, kehadiran Puskesmas 24 Jam Bandung 2026 menjadi intervensi publik yang presisi bagi wilayah dengan kerentanan kesehatan tinggi.
Pemkot Bandung kini memiliki basis data kuat melalui pendataan sensus tingkat RW yang mencapai 100 persen.
Baca Juga: Kesiapsiagaan Bencana Jawa Barat Diperkuat: Pemprov Siapkan Ambulans Khusus dan Rumah Sakit Terapung
Data ini memudahkan tenaga medis mengidentifikasi masalah sanitasi, stunting, hingga penyakit menular seperti TBC secara lebih akurat di setiap wilayah.
Singkatnya, program ini bertujuan memastikan setiap lapisan masyarakat mendapatkan hak kesehatan yang setara.
Alhasil, beban rumah sakit besar dapat berkurang karena fasilitas kesehatan tingkat pertama sudah mampu menangani pasien secara maksimal.
Pada akhirnya, sinergi antara Dinas Kesehatan dan Disdukcapil dalam program ini membuktikan bahwa birokrasi dapat berjalan lebih ringkas. Sebab, pelayanan publik yang responsif adalah kunci utama kesejahteraan warga kota.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sinergi HMTI dan HMM STT Wastukancana: Diki Firmansah & Divisi Kerohanian Dorong Budaya Berbagi Mahasiswa
- 2Aksi Nyata Mahasiswa Purwakarta: HMTI dan HMM STT Wastukancana Gelar Kajian dan Santunan
- 3Persib Tekuk Cong Viettel, Dua Kartu Merah Warnai Duel Panas ACL Two
- 4Mengenal Habibi Samsul Bahri, Bakal Calon BPD Cikumpay dari RW 02
- 5ATS di Jawa Barat Turun 138.989 Anak, Pangandaran Catat Penurunan Tertinggi
- 6Respon Tegas Om Zein Wajibkan Siskamling dan Jam Malam Siswa di Purwakarta
- 7Pemprov Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah, Sekda Herman Siap Turun Langsung
- 8Mengenal Habibi Samsul Bahri, Bakal Calon BPD Cikumpay dari RW 02
- 9Respon Tegas Om Zein Wajibkan Siskamling dan Jam Malam Siswa di Purwakarta





