Hati-hati Kelola Aset, Pemkot Kaji Masa Depan Kebun Binatang Bandung secara Mendalam

AKURAT JABAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan pembahasan mengenai Masa Depan Kebun Binatang Bandung berjalan dengan sangat hati-hati.
Langkah ini diambil guna menjaga keseimbangan antara aspek sejarah, kelestarian lingkungan, serta kepentingan publik yang luas.
Hingga pertengahan Januari 2026, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan belum ada keputusan final terkait arah kebijakan pengelolaan kawasan tersebut.
Saat ini, pihaknya masih melakukan kajian intensif bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat.
“Kami tidak bisa tergesa-gesa karena ini menyangkut aset daerah, satwa dilindungi, dan hajat hidup orang banyak,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Perlindungan Satwa
Farhan menjelaskan bahwa status lahan Kebun Binatang merupakan aset milik Pemkot Bandung. Namun, kewenangan mengenai perizinan konservasi satwa berada di bawah kendali Kementerian Kehutanan.
Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Minta Pengelola Wisata Lakukan Persiapan Matang Hadapi Libur Lebaran 2025
Oleh karena itu, sinkronisasi kebijakan antar-lembaga menjadi kunci utama dalam menentukan langkah selanjutnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, selama proses kajian berlangsung, kawasan ini tetap berfungsi sebagai ruang terbuka hijau (RTH).
Masyarakat masih bisa mengakses lokasi tersebut sesuai ketentuan yang berlaku untuk menikmati nilai ekologis dan historisnya.
Baca Juga: Akses Data Publik: Disparbud Jabar Jamin Keterbukaan Informasi Pariwisata
Tentu saja, aspek kesejahteraan satwa tetap menjadi prioritas Pemkot. Petugas terus memantau pemberian pakan dan berkoordinasi secara rutin dengan kementerian terkait agar kondisi kesehatan satwa tetap terjaga dengan baik.
Kaji Berbagai Opsi Kebijakan
Dalam menentukan Masa Depan Kebun Binatang Bandung, Pemkot tengah mempelajari beberapa opsi strategis. Opsi-opsi tersebut masih bersifat terbuka dan belum mengerucut pada keputusan sepihak.
Farhan menjamin bahwa seluruh masukan dari para ahli dan aspirasi warga akan menjadi bagian penting dalam proses penelaahan.
“Kami ingin memastikan kebijakan yang lahir nanti benar-benar berpihak pada kepentingan jangka panjang kota dan warganya,” tambahnya.
Baca Juga: Dongkrak Ekonomi dan Wisata, Gubernur Dedi Mulyadi Resmikan Rute Wings Air Bandung-Semarang
Singkatnya, Pemkot Bandung berkomitmen untuk tetap transparan dalam setiap tahapan pembahasan.
Alhasil, hasil kajian akan disampaikan secara terbuka kepada publik setelah melalui pembahasan lintas sektor yang komprehensif.
Pada akhirnya, keberadaan kebun binatang ini diharapkan tetap menjadi paru-paru kota yang lestari. Sebab, penghormatan terhadap nilai sejarah dan kebutuhan masyarakat harus berjalan selaras dengan upaya konservasi alam.
Baca Juga: Kota Bandung Catat Inflasi 0,46 Persen, Kunjungan Wisata dan TPK Hotel Tetap Stabil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kawasan HWB Purwakarta Dikembangkan, Target Tampung Lebih dari 30.000 Penduduk
- 2Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, PB HMI Imbau Waspadai Narasi Liar di Medsos
- 3Sambut HUT Ke-81 Korps Brimob Polri, Batalyon B Pelopor Gelar Anjangsana ke Kediaman Warakawuri
- 4Sambut HUT Ke-81 Korps Brimob Polri, Batalyon B Pelopor Gelar Anjangsana ke Kediaman Warakawuri
- 5Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, PB HMI Imbau Waspadai Narasi Liar di Medsos




