Cegah Banjir Kabupaten Bandung 2026, Dinsos Jabar Gerakkan Warga Bersihkan Irigasi Cijeruk

AKURAT JABAR – Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Bandung menggerakkan warga untuk membersihkan saluran Irigasi Cijeruk, Senin (12/1/2026).
Langkah preventif ini bertujuan untuk mencegah luapan air yang selama ini memicu Banjir Kabupaten Bandung 2026, terutama di kawasan permukiman dan lahan persawahan.
Aksi lapangan ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, mulai dari Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jabar Satpel Cimahi–Ciasem Hulu, hingga organisasi Plastic Fischer.
Baca Juga: Pemulangan WBS Jawa Barat: Dinsos Jabar Terima 41 Warga Binaan dari DKI Jakarta
Selain itu, personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bandung turut bahu-membahu mengangkat tumpukan sampah, lumpur, serta tanaman liar demi mengembalikan kelancaran aliran air.
Pembersihan intensif ini berhasil membuka kembali jalur air yang sebelumnya tersumbat total.
Alhasil, air hujan kini dapat mengalir lancar ke arah hilir dan secara signifikan mengurangi risiko genangan di rumah-rumah warga sekitar kawasan Bojongsoang.
Baca Juga: Dinsos Jabar Bantu Korban Pergerakan Tanah Purwakarta, Sebanyak 108 Warga Harus Mengungsi
Edukasi Kesadaran Lingkungan Masyarakat
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Oleh karena itu, pihaknya fokus memberikan edukasi agar warga lebih menyadari bahwa saluran irigasi yang kotor merupakan pemicu utama bencana.
"Kami ingin masyarakat menyadari bahwa irigasi yang tidak terjaga adalah sumber bencana. Perilaku sederhana seperti membuang sampah sembarangan dapat menimbulkan dampak besar yang merugikan banyak orang," tegas Noneng di lokasi kegiatan.
Noneng berharap kegiatan kolaboratif ini mampu menumbuhkan kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat secara signifikan.
Sebab, pencegahan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan butuh partisipasi aktif warga dalam menjaga ekosistem sungai.
Dampak Positif Bagi Petani dan Warga
Di sisi lain, warga yang terlibat langsung dalam pembersihan mengaku sangat terbantu dengan aliran air yang kembali terbuka.
Singkatnya, air hujan kini lebih cepat surut sehingga aktivitas harian masyarakat dan produktivitas lahan pertanian tidak lagi terganggu saat hujan lebat mengguyur.
Kegiatan ini menjadi solusi praktis dalam menangani masalah Banjir Kabupaten Bandung 2026 berbasis lingkungan.
Baca Juga: Dinsos Jabar Salurkan Bantuan Makanan Senilai 27 Juta untuk Penanganan Longsor Tambang di Cirebon
Maka dari itu, keberlanjutan fungsi irigasi menjadi kunci utama untuk menopang penghidupan warga di Kabupaten Bandung secara jangka panjang.
Pada akhirnya, sinergi antara Dinsos Jabar, Pemkab Bandung, dan relawan ini membuktikan bahwa penanganan bencana dapat mulai dari langkah kecil di tingkat lokal.
Tentu saja, kebersihan kawasan irigasi harus tetap terjaga secara konsisten agar manfaatnya terasa bagi semua lapisan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1Milad KAHMI ke-60 di Purwakarta Diwarnai Jalan Santai dan Gerakan Ngosrek
- 2Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 3KOHATI Purwakarta Peringati Dies Natalis ke-60, Tegaskan Perempuan Harus Bernilai dan Berdaulat
- 4Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 5DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau





