Jabar

Berpadukan Psikiatri Modern, Pendidikan Karakter Panca Waluya Tangkal Cognitive Warfare pada Siswa

| 2 Oktober 2025, 07:03 WIB
Berpadukan Psikiatri Modern, Pendidikan Karakter Panca Waluya Tangkal Cognitive Warfare pada Siswa

AKURAT JABAR - Pendidikan karakter Gapura Panca Waluya yang digagas Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat selaras dengan pengetahuan psikiatri modern untuk menangkal cognitive warfare pada siswa.

Hal tersebut diungkapkan oleh Psikiater sekaligus Dokter Ahli Kejiwaan Teddy Hidayat dalam acara gelar wicara peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang berlangsung di SMAN 8 Bandung, pada Rabu (1/10/2025).

"Semua kearifan lokal kita itu hebat. Pendidikan Panca Waluya jika dipadukan dengan psikiatri modern sangat relevan untuk menangkal cognitive warfare, perang yang menyerang otak, pikiran, dan perasaan siswa," kata Teddy.

Baca Juga: Kadisdik Purwakarta Perkuat Pendidikan Berkarakter Lewat Partisipasi Semesta, Upaya Wujudkan Purwakarta Istimewa

Ia juga menjelaskan, bahwa para siswa saat ini memiliki kelemahan pada otaknya dalam menghadapi derasnya arus informasi yang disajikan setiap detik di berbagai platform media sosial. 

"Karena usia remaja, otaknya belum mature (berkembang secara penuh) untuk merespons berbagai macam informasi," jelasnya.

Sehingga, lanjut Teddy - screening kejiwaan tersebut menjadi penting untuk dilakukan agar dapat mengidentifikasi berbagai permasalahan mental yang dialami oleh para siswa saat ini. 

Baca Juga: Hardiknas 2025 Tingkat Jabar, Sekda Herman: Momentum Wujudkan Generasi Muda Berkarakter Gapura Panca Waluya

"Kemudian, nanti kita mapping masalahnya. Lalu, dipastikan diagnosisnya melalui kerja sama dengan puskesmas terdekat dan rumah sakit," ucapnya.

Teddy menyebut, bahwa pengumpulan data siswa hanya membutuhkan waktu selama 20 menit. Adapun screening kejiwaan ini diikuti oleh sebanyak 1.300 siswa yang berasal dari SMAN 8 Bandung.

Berkat adanya kolaborasi yang dijalin bersama berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) tingkat Jawa Barat, termasuk Disdik Jabar, Dinkes Jabar, dan Biro Kesra Jabar, kegiatan tersebut dapat terselenggara dengan baik.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Rilis SE Gubernur Gapura Panca Waluya, Ada Program Barak Militer dan Larangan Studi Tour

"Screening ini dilakukan supaya kita bisa mengenal diri sendiri. Kenali dirimu maka kamu akan mengenal Tuhanmu. SMAN 8 Bandung menjadi piloting dan kalau hasilnya bagus, kenapa tidak kita laksanakan lebih luas se-Jabar?" Ujar Teddy menegaskan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Purwanto, dalam kesempatannya memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak atas terselenggaranya kegiatan ini dengan sebaik mungkin.

"Menjaga kesehatan mental berbasis kearifan lokal merupakan ikhtiar bersama untuk meningkatkan kesadaran kesehatan jiwa pelajar," terang Purwanto saat mengikuti acara secara virtual.

Baca Juga: Kadisdik Purwanto: MPLS Panca Waluya 2025 Berjalan Lancar, Siap Optimalisasi Fasilitas Belajar Siswa

Kadisdik menambahkan, screening kejiwaan ini adalah aksi nyata untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan inklusif.

Baca Juga: Kadisdik Purwanto Apresiasi Penampilan Siswa Pendidikan Karakter Panca Waluya di Peringatan HUT RI ke-80 Tingkat Jabar

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.