Jabar

Bupati Om Zein Kumpulkan Kepala Sekolah dan Ahli Gizi Usai Ditemukannya Menu MBG Basi di Salah Satu Sekolah di Purwakarta

| 29 September 2025, 17:53 WIB
Bupati Om Zein Kumpulkan Kepala Sekolah dan Ahli Gizi Usai Ditemukannya Menu MBG Basi di Salah Satu Sekolah di Purwakarta

AKURAT JABAR - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak sekolah di Purwakarta nyaris saja terancam setelah ditemukannya makanan yang diduga sudah basi di salah satu sekolah yang ada di Purwakarta.

Menyikapi temuan tersebut, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein, langsung bergerak cepat untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Om Zein segera mengumpulkan seluruh kepala sekolah dan tenaga ahli gizi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bentuk respons antisipatif. 

Baca Juga: Tanggapi Kasus Keracunan Siswa Akibat Konsumsi Makanan Program MBG, Zulhas: Sterilisasi dan Sanitasi Jadi Kunci Perbaikan

Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh makanan yang akan diberikan kepada siswa di setiap sekolah tetap terjaga kebersihannya, keamanannya, serta sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan.

Om Zein menegaskan, langkah tersebut penting dilakukan sebagai upaya agar kejadian keracunan massal seperti yang pernah terjadi di beberapa daerah lain tidak terjadi di Purwakarta.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya dilakukan pengawasan terhadap kualitas makanan secara ketat guna kebaikan bersama, khususnya agar tidak ada siswa yang keracunan makanan akibat kelalaian pengawasan.

Baca Juga: Tragedi Makanan Bergizi Gratis: Ratusan Siswa Keracunan, Gubernur Jabar Siap Evaluasi Program MBG

Dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @omzein_bupatiaing, pada Jumat (26/9/2025), Om Zein menyebut bahwa dengan dikumpulkannya para ahli gizi tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh makanan MBG yang dibagikan layak untuk dikonsumsi.

"Om Zein kumpulkan semua pihak terkait sore ini agar makanan untuk anak-anak tetap bersih dan bergizi. Kita semua berharap kejadian buruk seperti di tempat lain tidak terjadi di Purwakarta," ujarnya.

Ia juga berharap agar ke depan, kejadian serupa tidak terjadi, baik di Kabupaten Purwakarta maupun di daerah lain secara umum.

Baca Juga: Kasus Keracunan MBG di Jawa Barat Tertinggi Secara Nasional, JPPI: Ada 2.012 Siswa Jadi Korban

"Semoga di Purwakarta aman, dan di daerah lain juga tidak ada masalah serupa," imbuhnya.

Sebelumnya, makanan MBG yang hendak dikirim ke SMP 1 Pasawahan diduga dalam keadaan telah basi. Kejadian ini terjadi pada Kamis (25/9/2025).

Pihak sekolah memutuskan untuk tidak membagikan makanan tersebut kepada 960 siswa karena sebagian daging dalam makanan itu telah mengeluarkan aroma yang tidak sedap.

Baca Juga: Purwakarta Gelar Pelatihan Hygiene Sanitasi, Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Keputusan yang diambil oleh kepala sekolah tersebut mendapatkan apresiasi dari Bupati Purwakarta, mengingat langkah demikian dianggap sangat tepat.

"Kalau dagingnya sudah bau, jangan diberikan ke anak-anak. Lebih baik dikembalikan saja," tegas Om Zein saat menghubungi kepala sekolah tersebut via telpon.

Bupati juga menyoroti pentingnya pengelolaan waktu memasak dan pengiriman makanan agar kualitasnya terjaga secara baik.

Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG di Cianjur, BGN Siap Evaluasi dan Tingkatkan Pengawasan

Om Zein menjelaskan bahwa jika makanan dimasak terlalu malam dan dikirim terlalu siang, maka kualitas makanan tersebut dapat menurun dan memiliki resiko basi. 

"Makanan yang seharusnya memberikan gizi malah bisa membahayakan kesehatan anak-anak," katanya.

Lebih lanjut, Om Zein juga mengimbau agar seluruh sekolah senantiasa memeriksa sampel makanan sebelum diberikan kepada siswa. Ia juga meminta agar para murid diajarkan untuk mengenali tanda-tanda makanan yang sudah basi dan terasa aneh agar tidak dikonsumsi.

Baca Juga: Pasca Keracunan Siswa Cianjur, Kaum Muda Syarikat Islam Desak Evaluasi Menyeluruh Program MBG

Program MBG yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut, menurut Om Zein, harus dijalankan sesuai dengan tujuan awalnya, yakni memberikan asupan gizi yang baik untuk anak-anak sekolah tanpa menimbulkan masalah kesehatan.

Baca Juga: Keracunan Massal Warnai Program Makan Bergizi Gratis di Cianjur, GARUDA Tekankan Evaluasi Mitra Dapur MBG

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.