Jabar

Simping Purwakarta, Cemilan Khas Daerah yang Cocok Dijadikan Oleh-oleh Mudik

| 3 April 2025, 20:53 WIB
Simping Purwakarta, Cemilan Khas Daerah yang Cocok Dijadikan Oleh-oleh Mudik

AKURAT JABAR - Purwakarta, sebuah Kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Barat, dikenal dengan berbagai keindahan alam yang eksotis dan kaya akan budaya.

Yang tidak boleh terlewatkan saat berkunjung ke kota ini adalah mencoba oleh-oleh khas yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menggambarkan keunikan daerah ini.

Salah satu oleh-oleh yang cukup terkenal adalah simping. Simping, meskipun terdengar sederhana, merupakan camilan khas Purwakarta yang patut untuk dicicipi dan dijadikan buah tangan saat mengunjungi kota ini.

Baca Juga: Sate Maranggi Purwakarta: Kuliner Legendaris yang Menggoda Selera

Simping merupakan salah satu cemilan khas Purwakarta, Jawa Barat yang berbentuk lembaran tipis dan bundar. Simping memiliki rasa gurih dan renyah saat dikonsumsi.

Makanan khas Purwakarta ini terbuat dari tepung tapioka, terigu, bumbu penyedap dan rempah-rempah. Adonan dimasukkan ke dalam cetakan berbentuk bulat tipis dan dimatangkan dengan cara dipanggang. 

Berbentuk bulat, tipis, dan renyah; simping awalnya hanya memiliki rasa kencur, tapi sekarang hadir dalam berbagai varian rasa seperti bawang, pandan, nanas, durian, coklat, stroberi, hingga nangka.

Baca Juga: Suguhkan Destinasi Wisata, Purwakarta Siap Sambut Lonjakan Pengunjung Saat Libur Lebaran

Pusat produksi Simping ini berada di pusat kota tepatnya daerah Kaum, tidak jauh dari Alun-Alun Purwakarta. Sehingga cemilan ini gampang ditemukan oleh wisatawan yang ingin mencicipi kelezatannya.

Adapun Simping kaum pertama kali dikembangkan oleh Haji Engkun, seorang pembuat simping dari Kampung Kaum. 

Konon katanya, Simping sendiri telah ada sejak zaman kerajaan Sunda. Simping dahulu disukai oleh para Raja Sunda dan menjadi cemilan bangsa bangsawan.

Baca Juga: Libur Lebaran, Bupati Purwakarta Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Pelayanan Wisata

Nama "simping" diyakini berasal dari kata "sumping" yang berarti datang, karena camilan ini sering disajikan kepada tamu. Seiring waktu, penyebutannya berubah menjadi simping. 

Sekarang Simping sudah menyebar, bahkan sudah diproduksi di luar Purwakarta. Meskipun demikian, simping asli Purwakarta tetap paling dicari karena cita rasanya yang khas.

Harganya yang terjangkau juga membuat Simping Purwakarta tetap menjadi oleh-oleh favorit wisatawan.

Baca Juga: Bupati Purwakarta Om Zein Beberkan Makna Ekologis Idul Fitri

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.