Jabar

Wujudkan Jabar Istimewa, Sekda Herman Suryatman Tekankan Riset Sebagai Jantung Kebijakan Daerah

Didin Wahidin | 24 Februari 2026, 14:45 WIB
Wujudkan Jabar Istimewa, Sekda Herman Suryatman Tekankan Riset Sebagai Jantung Kebijakan Daerah

AKURAT JABAR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) sukses menyelenggarakan Forum BP2D Tahun 2026 pada 18-19 Februari 2026.

Pertemuan strategis ini mempertegas komitmen Jabar dalam menerapkan kebijakan berbasis bukti ilmiah atau Evidence Based Policy (EBP).

Oleh karena itu, Sekda Jabar Herman Suryatman meminta BP2D untuk segera melakukan transformasi besar-besaran.

Sebab, riset dan inovasi bukan lagi sekadar pelengkap administratif, melainkan instrumen vital dalam menentukan arah pembangunan Jawa Barat ke depan.

Baca Juga: Dongkrak Inovasi Pelayanan, Sekda Jabar Herman Suryatman Bidik 50 Ribu ASN Masuk Ekosistem Belajar Digital

 

Transformasi Menuju BRIDA dan Standar Istimewa

Berdasarkan arahan Sekda Jabar, BP2D Jabar harus naik kelas dari standar "baik" menjadi standar "istimewa".

Hal ini bertujuan untuk mengakselerasi pembangunan daerah melalui pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).

Maka dari itu, Kepala BP2D Jawa Barat, Mohammad Taufiq Budi Santoso, menjelaskan bahwa forum ini menjadi ruang penyelarasan Rencana Kerja (RENJA) 2027.

Hasilnya, setiap kebijakan pemerintah wajib mengacu pada prinsip "Lembur Diurus, Kota Ditata" agar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Baca Juga: Genjot Ekonomi Warga, Sekda Jabar Herman Suryatman Susun Strategi Pariwisata Unggulan 2027

 

Dukungan Legislatif dan Perubahan Paradigma

Dalam kesempatan yang sama, Komisi 1 DPRD Jawa Barat menyatakan dukungan penuh terhadap transisi BP2D Jabar menjadi BRIDA.

Legislator menekankan bahwa riset harus mampu menjawab tantangan riil di lapangan, seperti daya saing SDM dan efektivitas birokrasi, bukan sekadar berakhir sebagai dokumen di lemari.

Selain itu, Sekda Jabar Herman Suryatman mendorong perubahan mentalitas dari ego-system menjadi eco-system.

Pasalnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama agar inovasi daerah dapat terimplementasi secara maksimal dan tidak bekerja sendiri-sendiri.

Baca Juga: LPE Jawa Barat 2025 di Atas Nasional, Sekda Herman Suryatman Optimis Tembus 5,5 Persen

 

Sinergi Akademisi dan Teknologi Masa Depan

Lebih lanjut, forum ini melibatkan berbagai perguruan tinggi ternama seperti IPB, ITB, UI, Unpad, dan UPI.

Kerjasama ini mencakup berbagai inovasi strategis, mulai dari digitalisasi UMKM, robotika pertanian, hingga penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebagai pusat pengetahuan (knowledge hub), Jawa Barat optimis dapat mengimplementasikan teknologi mutakhir.

Baca Juga: LPE Jawa Barat Lampaui Nasional, Sekda Herman: Jangan Kehilangan Momentum!

Rencana penggunaan sensor IoT dan pemantauan lingkungan berbasis satelit secara real-time kini menjadi target prioritas dalam tata kelola pemerintahan masa depan.

Pada akhirnya, sinergi antara 604 instansi yang terlibat diharapkan mampu menciptakan ekosistem riset kelas dunia.

Dengan demikian, Jawa Barat akan melangkah lebih pasti sebagai provinsi yang cerdas, inovatif, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Baca Juga: Sekda Jabar Dorong Perangkat Daerah Lincah dalam Proses Pengadaan Barang dan Jasa

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.