Realisasi Saldo RKUD Capai Rp2,144 Triliun, Pemprov Jabar Tegaskan Transparansi Keuangan Jabar

AKURAT JABAR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) merilis data terbaru mengenai posisi saldo kas di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) pada Rabu (26/11/2025).
Hingga sampai pada pukul 17.00 WIB, total saldo kas Jabar mencapai angka sebesar Rp2.144.670.607.215 (Rp2,144 triliun).
Laporan ini menunjukkan bahwa pada tanggal tersebut, realisasi penerimaan daerah mencapai Rp28.427.419.482. Sementara itu, posisi pengeluaran tercatat jauh lebih tinggi dengan total Rp81.450.864.961.
Baca Juga: Bapenda Jabar Terapkan Budaya Kerja ASN BerAKHLAK Sunda: Simbol Someah dan Gotong Royong
Sumber Pendapatan dan Belanja Terbuka
Pemprov Jabar juga memaparkan rincian terperinci sumber pendapatan yang berhasil diterima. Adapun penerimaan tertinggi berasal dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp16.021.025.100. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) menjadi kontributor kedua terbesar dengan Rp12.275.775.000.
Sumber pendapatan lain meliputi Pajak Air Permukaan (Rp10.167.800), Pajak Alat Berat (Rp5.102.000), serta Retribusi dan Pendapatan Lainnya (Rp115.349.582).
Adapun dari sisi pengeluaran, dana tersedot paling besar untuk Belanja Barang dan Jasa (Rp43,94 miliar) dan Belanja Modal (Rp34,79 miliar).
Baca Juga: Hanya 1,5 Jam, Bapenda Jabar Catat Pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor Capai Rp4,4 Miliar
Menjamin Akuntabilitas Melalui Keterbukaan Fiskal
Penyampaian data fiskal ini menegaskan komitmen Pemprov Jawa Barat dalam menjaga ketepatan pelaporan keuangan.
Melalui keterbukaan data tersebut, masyarakat dapat mengetahui secara jelas sumber penerimaan daerah. Selain itu, publik juga bisa memonitor bagaimana APBD digunakan untuk mendukung program pelayanan publik.
Pemprov Jabar menyampaikan bahwa setiap rupiah yang dikelola diarahkan pada pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi warga.
"Setiap jalan yang dibangun, setiap jembatan yang diperkuat, dan setiap fasilitas publik yang ditingkatkan adalah hasil dari APBD yang dikelola secara transparan, untuk Jawa Barat yang istimewa," bunyi pernyataan resmi tersebut.
Baca Juga: Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat Menguat, Saldo RKUD Jabar Capai Rp2,28 Triliun
Saldo Stabil, Bukti Kemampuan Fiskal Jabar
Saldo RKUD yang stabil saat ini mengindikasikan kemampuan fiskal Jawa Barat yang sehat. Kondisi ini memungkinkan Pemprov untuk terus mempercepat pembangunan daerah di berbagai sektor.
Oleh karena itu, publik diharapkan terus ikut memonitor dan mendukung program Transparansi Keuangan Jabar sebagai bagian dari perwujudan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
Dengan keterbukaan data ini, Jawa Barat menegaskan bahwa pengelolaan APBD dilakukan secara nyata dan terukur. Pada akhirnya, hal ini berpihak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1Milad KAHMI ke-60 di Purwakarta Diwarnai Jalan Santai dan Gerakan Ngosrek
- 2Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 3KOHATI Purwakarta Peringati Dies Natalis ke-60, Tegaskan Perempuan Harus Bernilai dan Berdaulat
- 4Bermodal Prestasi di Hangzhou, Timnas PUBG MOBILE Indonesia Kejar Medali di Asian Games 2026
- 5DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau





