Jabar

Pengujian Mutu Benih Diperkuat dengan Akreditasi ISO/IEC 17025:2017

Aris Rismawan | 8 Oktober 2026, 15:44 WIB
Pengujian Mutu Benih Diperkuat dengan Akreditasi ISO/IEC 17025:2017
Pengujian mutu benih dilakukan melalui sistem laboratorium yang memenuhi standar kompetensi dan keandalan pengujian. - Akurat Jabar

AKURAT JABAR- Kepastian mutu benih menjadi salah satu aspek penting bagi petani dalam mengurangi risiko budi daya sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal. Untuk memperkuat keandalan pengujian, laboratorium pengujian internal salah satu perusahaan perbenihan di Indonesia kini telah memperoleh akreditasi ISO/IEC 17025:2017.

Akreditasi tersebut melengkapi penerapan standar pengujian International Seed Testing Association (ISTA) yang sebelumnya telah digunakan. Standar ISTA berfokus pada metodologi pengujian benih yang berlaku secara internasional, sedangkan ISO/IEC 17025:2017 mencakup kompetensi teknis, tata kelola, serta keandalan operasional laboratorium secara menyeluruh.

Pemerintah juga terus mendorong laboratorium pengujian, termasuk yang berada di sektor perbenihan, untuk menerapkan SNI ISO/IEC 17025. Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang juga Ketua Komite Akreditasi Nasional (KAN), Donny Purnomo Januardhi Effyandono, menegaskan bahwa standardisasi diperlukan untuk memastikan hasil pengujian memiliki akurasi, integritas, dan pengakuan internasional.

General Manager Seed Operation EWINDO, Abu Hanifah, mengatakan akreditasi tersebut menjadi milestone penting dalam melengkapi standar pengujian yang telah diterapkan. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan dan pembinaan berkelanjutan dari pemerintah, khususnya BSN dan KAN.

“Data pengujian yang obyektif dan terukur merupakan kunci untuk menjaga konsistensi mutu. Penguatan sistem pengujian melalui standar yang diakui membantu memastikan bahwa setiap benih yang sampai ke petani telah melalui proses evaluasi mutu yang ketat. Ketersediaan data yang valid dan konsisten ini membantu memperkuat rantai pasok pertanian serta mendukung ketahanan sistem pangan nasional,” ujar Abu Hanifah.

Pengujian Mencakup Berbagai Parameter Mutu Benih

ISO/IEC 17025:2017 merupakan standar internasional yang mengatur kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Dalam penerapannya pada laboratorium benih, standar ini mencakup keandalan peralatan, kompetensi personel, ketertelusuran pengukuran, hingga validitas prosedur evaluasi.

Sejumlah parameter mutu yang menjadi bagian dari evaluasi antara lain daya kecambah, kemurnian fisik, serta potensi patogen tular benih atau seed-borne pathogen.

Penerapan SNI ISO/IEC 17025 juga menjadi bagian dari upaya BSN dan KAN dalam memperkuat kredibilitas infrastruktur mutu di Indonesia. Hasil pengujian yang didukung sistem dan prosedur terstandar dapat memberikan dasar teknis yang lebih kuat untuk evaluasi mutu benih.

Managing Director, Isak Heryawan, mengatakan penguatan sistem pengujian tersebut pada akhirnya berkaitan dengan keberlanjutan usaha tani para petani pengguna benih.

“Bagi petani, benih adalah investasi awal yang menentukan kelangsungan budi daya mereka. Oleh karena itu, membangun kepercayaan petani tidak bisa sekadar melalui janji, melainkan harus dibuktikan lewat konsistensi mutu. Langkah penguatan laboratorium pengujian ini merupakan bagian dari upaya kami untuk terus menjaga kepercayaan tersebut, sehingga petani dapat merencanakan proses pertanamannya dengan lebih baik dan tenang,” kata Isak Heryawan.

Sebagai bahan hidup atau living material, kualitas benih dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi fisik, fisiologis, dan kesehatan tanaman. Karena itu, sistem pengujian yang konsisten dan berbasis data menjadi bagian penting dalam menjaga mutu benih sebelum digunakan dalam kegiatan budi daya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.