Cuaca Ekstrem Tak Halangi Panen Raya Semangka di Nagara Kalsel

AKURAT JABAR - Cuaca ekstrem tidak menghalangi produktivitas petani semangka di wilayah Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Kawasan yang meliputi Kecamatan Daha Selatan, Daha Utara, dan Daha Barat itu kembali menunjukkan potensinya sebagai salah satu sentra hortikultura strategis.
Budidaya semangka di wilayah Nagara berlangsung di hamparan lahan rawa dan kawasan perairan sungai. Luas lahan semangka di kawasan tersebut mencapai ratusan hektare dan menjadi salah satu komoditas yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Salah satu varietas yang digunakan petani adalah semangka AMARA F1, varietas hibrida non-biji dari PT East-West Seed Indonesia (EWINDO) atau Cap Panah Merah.
Varietas tersebut disebut memiliki pertumbuhan tanaman yang vigor, daya adaptasi tinggi di dataran rendah, serta ketahanan terhadap penyakit busuk batang atau Gummy Stem Blight. AMARA F1 juga memiliki potensi hasil tinggi dengan karakter daging buah manis dan renyah.
Keunggulan tersebut dinilai membantu petani menghadapi risiko budidaya sekaligus menjaga daya saing komoditas hortikultura Nagara di pasar regional dan nasional.
Festival Panen Raya Libatkan Ratusan Petani
Sebagai bentuk apresiasi terhadap petani sekaligus momentum memperkuat ekosistem pertanian berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan berkolaborasi dengan PT East-West Seed Indonesia menggelar Festival Panen Raya Semangka AMARA bertajuk "Semarak Panen Raya AMARA F1".
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 500 undangan. Peserta terdiri atas jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan serta lebih dari 400 petani semangka.
Bupati Hulu Sungai Selatan, Syafrudinnor SE, S.Sos, hadir bersama Wakil Bupati Suriani S.Sos, M.AP, Sekda Drs. H. Muhammad Noor, M.AP, dan Kepala Dinas Pertanian Hj. Lutfiana SP. MP.
Dalam sambutannya, Syafrudinnor menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam mendorong kemajuan sektor pertanian di daerah.
"Panen raya ini merupakan hasil sinergi Pemerintah Daerah bersama PT East West Seed Indonesia (Cap Panah Merah), pemerintah kecamatan dan desa, penyuluh, serta para petani," ungkap Bupati Hulu Sungai Selatan, Syafrudinnor SE, S.Sos.
Managing Director EWINDO, Isak Heryawan, juga menilai kolaborasi antara perusahaan penyedia benih, pemerintah, mitra penyalur, dan kelompok tani menjadi bagian penting dalam pengembangan serta hilirisasi pertanian.
"Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan nasional. Festival ini bukan sekadar perayaan hasil panen, melainkan bentuk apresiasi nyata atas kerja keras petani Nagara sebagai salah satu actor penting penompang system pangan nasional, serta wadah untuk memperkuat transfer pengetahuan budidaya pertanian yang berkelanjutan," ujar Managing Director EWINDO, Isak Heryawan.
Panen Raya Semangka Dipadukan dengan Budaya Lokal
Festival panen raya tidak hanya menghadirkan agenda edukasi dan diskusi pertanian. Kegiatan tersebut juga mengangkat karakter budaya lokal Nagara yang erat dengan lingkungan perairan.
Salah satu agenda yang ditampilkan adalah Parade Jukung Hias. Sebanyak 50 perahu tradisional atau jukung dihias secara kreatif oleh masyarakat dan kemudian berlayar menyusuri aliran Sungai Nagara.
Kegiatan juga diramaikan Kontes Bobot Semangka yang diikuti puluhan peserta dari berbagai kelompok tani.
Salah satu peserta berasal dari Kelompok Tani Rakat Mufakat, Desa Baruh Jaya, Kecamatan Daha Selatan. Dalam kontes tersebut, semangka AMARA F1 dengan bobot terberat mencapai 14 kilogram.
Petani Apresiasi Pendampingan
Abdul Hamid, salah satu petani yang telah bertahun-tahun menggunakan benih semangka dari Cap Panah Merah, mengatakan perhatian dan pendampingan dari pemerintah daerah serta EWINDO memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas hasil panen masyarakat.
"Kami para petani sangat bersyukur dan mengapresiasi perhatian Pemerintah Daerah serta EWINDO yang telah memfasilitasi acara ini. Varietas AMARA F1 sangat memuaskan bagi kami karena tanamannya tahan penyakit, perawatannya relatif mudah, dan hasil buahnya besar, manis, serta sangat disukai pasar. Kami berharap dukungan pendampingan teknis dan kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut ke depannya agar pertanian di Nagara makin maju," tutur Abdul Hamid.
Panen raya tersebut sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah daerah, pelaku usaha benih, penyuluh, dan kelompok tani untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan komoditas hortikultura di Nagara.
Dengan karakter wilayah yang didominasi lahan rawa dan perairan, produktivitas semangka menjadi salah satu gambaran kemampuan petani setempat dalam mengadaptasikan kegiatan budidaya dengan kondisi lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1KIPP Jabar Punya Formateur Baru, Fika Tantri Amaliah Bawa Misi KUATT Kawal Demokrasi
- 2FiberStar Perluas Solusi Digital untuk Industri dan Bisnis di Jawa Barat
- 3MK Hapus Presidential Threshold, DPR Diminta Siapkan Aturan Pencalonan Pilpres 2029
- 4Belum Terdaftar Bansos? Ini Cara Mengusulkan Diri melalui Aplikasi Cek Bansos
- 5Gol Barros Menit 55 Bawa Persib Menang atas Persijap di Jepara
- 6Cuaca Ekstrem Tak Halangi Panen Raya Semangka di Nagara Kalsel
- 7Kabel Lampu Lalu Lintas Dicuri di Bandung, Farhan Gandeng Polisi Buru Pelaku
- 8Polda Jabar Perkuat Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026
- 9Polda Jabar Perkuat Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026
- 10Pemprov Jabar Bangun 22 Sekolah Baru dan 317 Ruang Kelas pada 2026







