FiberStar Perluas Solusi Digital untuk Industri dan Bisnis di Jawa Barat

AKURAT JABAR - Kebutuhan transformasi digital di sektor industri dan bisnis terus berkembang. Perusahaan kini tidak hanya membutuhkan koneksi internet berkecepatan tinggi, tetapi juga infrastruktur jaringan yang aman, fleksibel, efisien, dan dapat mengikuti kebutuhan operasional.
Kondisi tersebut mendorong PT Mega Akses Persada atau FiberStar memperluas layanan dari penyedia konektivitas menjadi mitra solusi teknologi bagi pelanggan.
Fokus tersebut disampaikan dalam kegiatan GO! NEXT 2026 yang digelar FiberStar di Purwakarta, Jawa Barat, pada 17 September 2026.
Kegiatan bertema “Go Digital. Go Further.” itu mempertemukan FiberStar dengan pelanggan dan pelaku industri dari berbagai sektor, termasuk manufaktur, perhotelan, kesehatan, dan pendidikan. Perwakilan madrasah di Purwakarta juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam agenda itu, FiberStar memperkenalkan berbagai solusi yang mencakup jaringan, cloud, cybersecurity, hingga konektivitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sektor.
Tantangan Infrastruktur Jaringan Makin Kompleks
FiberStar menilai pengelolaan infrastruktur jaringan secara mandiri menghadirkan sejumlah tantangan bagi perusahaan.
Beberapa di antaranya adalah kebutuhan investasi awal atau Capital Expenditure (CapEx) yang tinggi, siklus pergantian perangkat yang semakin cepat, kebutuhan tenaga IT khusus, serta kompleksitas ketika perusahaan menggunakan perangkat dari berbagai vendor.
Penggunaan banyak vendor juga membuat perusahaan perlu mengelola berbagai aspek sekaligus, mulai dari lisensi dan konfigurasi hingga perangkat serta sistem monitoring.
Product Partnership & Development Unit Head FiberStar, Judo Magrvirotan Maulidin, mengatakan kebutuhan pelanggan saat ini telah berkembang dari sekadar konektivitas.
“Saat ini kebutuhan pelanggan tidak lagi berhenti pada konektivitas. Mereka membutuhkan bagaimana jaringan tersebut dapat mendukung operasional bisnis secara end-to-end, mulai dari connectivity, network infrastructure, security, hingga pengelolaannya. Karena itu, pendekatan kami adalah menghadirkan solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ekosistem masing-masing pelanggan,” ujar Judo.
Pendekatan tersebut antara lain diwujudkan melalui konsep Network as a Service dan WiFi as a Service.
Melalui WiFi as a Service, misalnya, layanan konektivitas dipadukan dengan pengelolaan perangkat jaringan secara menyeluruh. Cakupannya meliputi assessment, design, deployment and configuration, monitoring, hingga maintenance.
Model ini ditujukan untuk membantu perusahaan mengurangi kompleksitas pengelolaan jaringan sehingga dapat lebih fokus pada kegiatan bisnis utama.
FiberStar Kembangkan Solusi Keamanan Siber
Selain jaringan, keamanan siber menjadi bagian penting dalam pengembangan infrastruktur digital perusahaan.
FiberStar menawarkan sejumlah solusi cybersecurity, termasuk firewall, Endpoint Detection and Response (EDR), Extended Detection and Response (XDR), penetration testing, vulnerability assessment, serta perlindungan data melalui ekosistem teknologi dan kemitraan.
Judo menjelaskan, perkembangan ancaman keamanan membuat perlindungan jaringan tidak cukup hanya berfokus pada lalu lintas data dari luar menuju jaringan internal atau north-south traffic.
Komunikasi antarsistem, perangkat, dan server di dalam lingkungan perusahaan atau east-west traffic juga perlu diperhatikan.
Salah satu pendekatan yang diperkenalkan FiberStar adalah micro-segmentation, yang memungkinkan pengaturan komunikasi antarsistem secara lebih terperinci.
“Security sekarang tidak cukup hanya melindungi perimeter. Ketika terjadi breach, yang menjadi perhatian berikutnya adalah bagaimana mencegah attacker bergerak ke sistem lain. Micro-segmentation memungkinkan traffic antarserver diatur berdasarkan kebutuhan komunikasinya, sehingga ketika terjadi insiden, area yang terdampak dapat dibatasi dan tidak otomatis menyebar ke server lainnya,” jelas Judo.
FiberStar juga tengah menjalankan proof of concept (POC) untuk solusi micro-segmentation di KSE sebagai bagian dari pengembangan portofolio cybersecurity.
Solusi Digital Disesuaikan dengan Karakteristik Sektor
Branch Manager FiberStar Jawa Barat, Slamet Hidayat, mengatakan penguatan infrastruktur digital dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan di berbagai sektor di Jawa Barat.
Menurut Slamet, keragaman karakteristik industri dan bisnis di Jawa Barat membuat kebutuhan konektivitas setiap pelanggan berbeda.
“Jawa Barat memiliki ekosistem industri dan bisnis yang sangat beragam. Karena itu, kebutuhan konektivitasnya juga tidak bisa disamakan. Ada pelanggan yang membutuhkan konektivitas dedicated, ada yang membutuhkan jaringan wireless yang dikelola secara menyeluruh, ada yang membutuhkan security, dan ada pula yang membutuhkan solusi untuk lokasi yang secara geografis menantang,” ujar Slamet.
FiberStar, lanjut dia, ingin memperluas peran sebagai penyedia solusi yang dapat membantu pelanggan menentukan kebutuhan digital berdasarkan karakteristik bisnisnya.
“FiberStar ingin hadir bukan hanya sebagai penyedia koneksi, tetapi sebagai partner yang memahami kebutuhan digital pelanggan dan membantu mereka menentukan solusi yang tepat sesuai karakteristik bisnisnya,” lanjutnya.
Pendekatan tersebut juga diterapkan untuk sektor yang memiliki kebutuhan digital spesifik, termasuk pendidikan dan kesehatan.
Di sektor pendidikan, FiberStar mengembangkan konsep Smart Education untuk mendukung konektivitas antara sekolah, siswa, serta orang tua atau wali.
Sementara bagi perguruan tinggi, terdapat konsep Smart University yang diarahkan untuk mendukung kebutuhan digital kampus.
Untuk lokasi yang sulit dijangkau jaringan fiber terestrial, FiberStar menyebut Starlink sebagai salah satu pilihan konektivitas yang dapat digunakan, termasuk di wilayah operasional dengan keterbatasan infrastruktur jaringan.
FiberStar memandang konektivitas sebagai fondasi untuk menjalankan berbagai solusi digital.
“Kami ingin mengubah persepsi bahwa FiberStar hanya dikenal sebagai connectivity provider. Connectivity tetap menjadi fondasi utama kami, tetapi di atas fondasi tersebut kami membangun berbagai solusi yang dapat membantu aktivitas sehari-hari pelanggan—baik untuk produktivitas bisnis, healthcare, pendidikan, maupun kebutuhan operasional di lokasi tertentu,” ujar Slamet.
FiberStar Dorong Digitalisasi yang Lebih Terintegrasi
Melalui GO! NEXT 2026, FiberStar juga membuka ruang dialog dengan pelanggan untuk memahami kebutuhan dan tantangan digital yang dihadapi masing-masing perusahaan.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena kebutuhan infrastruktur digital setiap perusahaan berbeda. Perusahaan dengan banyak perangkat dan server memiliki kebutuhan yang berbeda dibandingkan bisnis yang hanya membutuhkan konektivitas sederhana dan stabil.
Karena itu, proses assessment dan design menjadi bagian dari pendekatan sebelum teknologi maupun konfigurasi ditentukan.
Judo mengatakan perkembangan teknologi dan bertambahnya pilihan vendor juga menghadirkan tantangan baru bagi perusahaan dalam membangun infrastruktur digital.
“Teknologi akan terus berkembang dan pilihan vendor juga semakin banyak. Tantangannya adalah bagaimana pelanggan tidak harus menghadapi kompleksitas tersebut sendirian. Kami ingin membantu pelanggan memilih, mengintegrasikan, dan mengelola solusi yang memang relevan dengan kebutuhan bisnis mereka,” tutup Judo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1KIPP Jabar Punya Formateur Baru, Fika Tantri Amaliah Bawa Misi KUATT Kawal Demokrasi
- 2Persib Hadapi Persijap, Igor Tolic Siapkan Tim di Tengah Jadwal Padat
- 3Belum Terdaftar Bansos? Ini Cara Mengusulkan Diri melalui Aplikasi Cek Bansos
- 4Gol Barros Menit 55 Bawa Persib Menang atas Persijap di Jepara
- 5FiberStar Perluas Solusi Digital untuk Industri dan Bisnis di Jawa Barat
- 6Pemprov Jabar Bangun 22 Sekolah Baru dan 317 Ruang Kelas pada 2026
- 7Bupati Garut Ajak Persis Perluas Perlindungan Sosial dan Jaminan Kesehatan
- 8Pemprov Jabar Bangun 22 Sekolah Baru dan 317 Ruang Kelas pada 2026
- 9Bupati Garut Ajak Persis Perluas Perlindungan Sosial dan Jaminan Kesehatan










