Jabar

Kemlu Terus Memantau Keselamatan WNI dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza

| 3 Oktober 2025, 23:38 WIB
Kemlu Terus Memantau Keselamatan WNI dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza

AKURAT JABAR - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terus memantau perkembangan dan keselamatan Warga Negara Indonesia Muhammad Husein yang tengah melakukan pelayaran Global Sumud Flotilla.

Muhammad Husein bergabung bersama sejumlah negara dalam rangka ekspedisi kemanusiaan dengan memberikan bantuan langsung kepada masyarakat Gaza, Palestina.

“Saat ini Saudara Husein sedang dalam pelayaran menuju Cyprus. Berdasarkan komunikasi per tanggal 2 Okt 2025, kondisi yang bersangkutan dalam keadaan baik,” ujar Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha, dalam keterangan resminya, Kamis (2/10/2025).

Baca Juga: Presiden Prabowo Hadir di Pertemuan Multilateral Timur Tengah: Upaya Global Akhiri Konflik Gaza

Judha menjelaskan, bahwa pihak Kemlu terus memonitor serta menjalin komunikasi dengan WNI yang ikut bergabung dalam pelayaran Global Sumud Flotilla.

“KBRI Roma yang memiliki wilayah kerja di Cyprus telah menerjunkan petugas di Cyprus untuk memberikan bantuan yang diperlukan,” imbuhnya.

Sementara, melalui unggahan di akun Instagram miliknya, pada Kamis (2/10), Husein turut mengonfirmasi bahwa dirinya berada dalam keadaan baik. Ia juga mengaku sedang berusaha menuju tempat yang lebih aman. 

Baca Juga: Pidato Presiden Prabowo di Sidang Majelis Umum PBB: Hentikan Tragedi di Gaza, Indonesia Siap Kirim Pasukan Perdamaian

“Alhamdulillah, saat ini kami yang berada di kapal observer, yaitu Kapal Summertime-Jong dan Kapal Shireen, dalam keadaan baik,” ujarnya.

“Kami terus berusaha menuju lokasi yang lebih aman untuk menyelamatkan dokumen dan bukti-bukti kejahatan Israel selama misi Global Sumud Flotilla berlangsung,” tambah Husein.

Aktivis kemanusiaan untuk Gaza itu mencatat bahwa sejak Rabu malam hingga saat ini, tercatat ada sebanyak 22 kapal armada telah dicegat oleh Zionis Israel. Sementara sedikitnya ada 18 kapal lainnya dikonfirmasi kehilangan jejak. 

Baca Juga: 47 Warga Palestina Dibunuh Pasukan Israel di Gaza, 11 Orang Diantaranya Sedang Menunggu Bantuan

Selin itu, sistem pelacak Global Sumud Flotilla yang telah dipasang juga tidak berfungsi dengan baik karena gangguan komunikasi yang dilakukan oleh pihak Israel. 

“Sampai sekarang, teman-teman kami yang diculik oleh Israel belum diketahui keberadaannya. Diduga mereka dibawa ke Pelabuhan Ashdod, Israel,” kata Husein.

Ia juga menyerukan agar seluruh masyarakat Indonesia tidak lelah untuk terus memberikan doa serta tetap menyuarakan perjuangannya hingga Palestina sepenuhnya mendapatkan kemerdekaan yang sejati.

Baca Juga: Kemlu Desak Dewan Keamanan PBB Hentikan Agresi Israel dan Buka Akses Bantuan untuk Warga Palestina serta Ingatkan Solusi Dua Negara

“Sampai blokade Gaza ditembus, sampai diamnya dunia terhadap Gaza pecah, dan sampai Palestina benar-benar merdeka,” tegasnya.

Adapun sejumlah 223 aktivis internasional yang tergabung di dalam konvoi bantuan menuju Gaza tersebut ditahan oleh pasukan Israel, kabar ini diperoleh dari penyelenggara kegiatan pada Kamis (2/10/2025).

Melalui akun X, Global Sumud Flotilla menyatakan bahwa sejak Rabu malam (1/10), ada sebanyak 15 kapal dipastikan telah diserang oleh pasukan Israel, sementara delapan kapal lainnya kemungkinan sedang diserang.

Baca Juga: Aksi Akbar Bela Palestina: Menlu Sugiono: Indonesia Terdepan Membela Rakyat Kemerdekaan Palestina

Flotilla tersebut membagikan daftar nama 223 aktivis dan asal kewarganegaraannya yang berada di dalam kapal yang diduga diserang melalui akun Instagram. Selain itu, mereka juga mengabarkan situasi yang berkembang dari lapangan hingga saat ini.

Baca Juga: Seruan New York: Prancis Bersama 14 Negara Serukan Pengakuan Palestina di Markas Besar PBB

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.