Detik-Detik Atap Sekolah di Bogor Ambruk Diterjang Angin, berikut kronologinya

AKURAT JABAR - Akibat hujan deras disertai angin kencang, sebuah sekolah di Kabupaten Bogor ambruk tertimpa dahan pohon besar, kejadian ini terjadi pada Senin (3/11/2025).
Plt. Kepala SMKN Gunung Putri Nani Yulianti dalam keterangan tertulisnya menerangkan terkait kronologi kejadian yang menyebabkan beberapa atap kelas ambruk dan puluhan siswa luka-luka.
Dalam keterangannya dia menyebut, sebelum kejadian, kondisi Gedung R yang terdiri dari 5 ruang kelas, yakni ruang kelas XI las 3, XII las 1, XII las 2, XII mesin 2, dan XI mesin 2, dalam keadaan baik-baik saja tanpa adanya tanda-tanda kerusakan.
Namun sekira pukul 14.00 WIB, hujan lebat disertai angin kencang melanda sekitar kawasan sekolah, kemudian pohon mangga di belakang gedung tumbang pada pukul 14.40 WIB, dan menimpa atap ruang 21.
Akibatnya, sebanyak empat ruang lainnya yakni ruang 17–20 ikut runtuh. Dahan pohon besar yang menimpa atap itu menarik kerangka baja ringan bangunan hingga menyebabkan ambruk.
“Sebagian siswa saat itu sedang praktik di bengkel dan melakukan pemeriksaan kesehatan di pendopo. Setelah kejadian, siswa yang terdampak segera dievakuasi ke UKS dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat,” sebut Nani.
Para siswa pun kemudian dievakuasi dengan bantuan berupa unit ambulans milik Puskesmas Gunung Putri dan ambulans Desa Wanaherang, melibatkan BPBD, Damkar, Polsek, Danramil, serta Dinnas Kesehatan Kabupaten Bogor.
Lebih lanjut, Nina menjelaskan, sedikitnya tercatat ada 19 siswa yang dirawat di Puskesmas Gunung Putri, 17 siswa lainnya dilarikan ke RS Griya Kenari Medika, serta 3 siswa dirawat di RSUD Cileungsi, dan 2 siswa lainnya di RS Hermina.
Hingga saat ini dikabarkan bahwa seluruh siswa yang telah dirawat di Puskesmas Gunung Putri dan RS Griya Kenari Medika telah diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing.
Baca Juga: Kemendikdasmen Lakukan Revitalisasi Satuan Pendidikan 2025, Wujudkan Sekolah Aman, Layak dan Bermutu
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Purwanto menegaskan, bahwa seluruh biaya pengobatan siswa korban ambruknya bangunan akan ditanggung oleh pemerintah.
“Amanat Pak Gubernur jelas, pastikan anak-anak sehat kembali, ruang kelas segera dibangun, dan pembelajaran bisa berjalan seperti semula,” ujar dia.
Kadisdik juga meminta pihak sekolah agar lebih sigap memperhatikan lingkungan sekolah agar kejadian serupa tidak terjadi, khususnya di sekolah yang ada di Jawa Barat.
Baca Juga: Lantik Ratusan Kepala Sekolah, KDM: Pendidikan Harus Dibangun dengan Adab dan Ketulusan
“Setiap sekolah harus waspada terhadap risiko hujan dan angin kencang. Kondisi seperti ini harus dimitigasi dengan baik," imbuhnya.
Selain melakukan peninjauan ke lokasi kejadian secara langsung, Purwanto juga ingin memastikan bahwa proses pembelajaran siswa tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1FiberStar Perluas Solusi Digital untuk Industri dan Bisnis di Jawa Barat
- 2MK Hapus Presidential Threshold, DPR Diminta Siapkan Aturan Pencalonan Pilpres 2029
- 3Belum Terdaftar Bansos? Ini Cara Mengusulkan Diri melalui Aplikasi Cek Bansos
- 4Dinkes Jabar Catat 10 Kasus Influenza, Balita dan Dewasa Paling Banyak Terdampak
- 5Cuaca Ekstrem Tak Halangi Panen Raya Semangka di Nagara Kalsel
- 6Waspada Influenza A di Bandung, Farhan Minta Orang Tua Tak Paksa Anak Masuk Sekolah
- 7DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau
- 8Pemprov Jabar Bangun 22 Sekolah Baru dan 317 Ruang Kelas pada 2026
- 9DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau
- 10Polda Jabar Perkuat Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026





