Jabar

Presiden Prabowo Tegaskan Target Program Makan Bergizi Gratis 2025

| 20 Oktober 2025, 12:10 WIB
Presiden Prabowo Tegaskan Target Program Makan Bergizi Gratis 2025

Akurat Jawa Barat-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan kembali komitmennya terhadap Program Makan Bergizi Gratis 2025 (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional.

Prabowo menargetkan program ini mampu mencapai nol persen insiden kerawanan pangan dan 100 persen pemenuhan gizi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam orasi ilmiah Presiden RI pada acara Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Mahasiswa Baru dan Wisuda Sarjana Dies Natalis 2025 Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Trans Convention Center, Bandung, Sabtu (18/10/2025).
Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, jajaran akademisi, serta sejumlah pejabat daerah.

36,2 Juta Penerima Manfaat, 1,4 Miliar Porsi Tersalurkan

Sejak diluncurkan pada Januari 2025, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 36,2 juta penerima manfaat dengan total lebih dari 1,4 miliar porsi makanan bergizi.

Presiden menjelaskan, program ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan dan pemenuhan gizi anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat lokal melalui pemberdayaan ribuan dapur dan pemasok di berbagai daerah.

“Saat ini ada 12.205 dapur yang beroperasi di seluruh Indonesia, masing-masing mempekerjakan 50 orang,” ujar Prabowo.

“Setiap dapur menumbuhkan sekitar 15 supplier bahan makanan di desa, dan tiap supplier mempekerjakan 5–10 pekerja, termasuk petani dan nelayan. Ini prestasi besar dan menjadi perhatian dunia internasional,” lanjutnya.

Program MBG Dilirik Dunia Internasional

Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa Rockefeller Institute, lembaga riset yang berafiliasi dengan State University of New York, menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pelaksanaan tercepat dalam program pangan bergizi nasional.

“Indonesia awalnya berada di posisi ke-78 dari negara pelaksana program makan bergizi. Kini sudah 112 negara mengikuti contoh kita,” ungkapnya.

“Brazil butuh 11 tahun untuk mencapai skala seperti ini, sedangkan Indonesia mencapainya hanya dalam waktu satu tahun,” tambah Prabowo, sambil menyampaikan apresiasi kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Dadan dari IPB, atas kontribusinya.

Target “Zero Error” dalam Pelaksanaan

Meski tingkat keberhasilan program MBG telah mencapai 99,99 persen, Presiden Prabowo mengakui masih ada ruang perbaikan.
Namun, ia menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan agar semakin efisien dan bebas kesalahan.

“Kalau 99,99 persen berhasil disebut gagal, itu tidak adil. Tapi kita tidak boleh puas. Kita ingin zero error, zero defect, walau sangat sulit,” tegasnya.

Bangun Generasi Sehat dan Tangguh

Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) dan meningkatkan produktivitas nasional.
Dengan cakupan luas dan efek ekonomi berganda, program ini diharapkan melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global.

Dengan pencapaian tersebut, Indonesia kini diakui dunia sebagai negara dengan implementasi tercepat dalam penyediaan akses pangan bergizi skala nasional — menegaskan posisi Indonesia sebagai contoh sukses pembangunan inklusif di tingkat global.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.