Jabar

KDM Shalat Idul Adha 1446 H di Cirebon, Sebut Pengorbanan Ibrahim dan Ismail Jadi Refleksi Fenomena Remaja Nakal Saat Ini

| 7 Juni 2025, 19:21 WIB
KDM Shalat Idul Adha 1446 H di Cirebon, Sebut Pengorbanan Ibrahim dan Ismail Jadi Refleksi Fenomena Remaja Nakal Saat Ini

AKURAT JABAR - Idul Adha merupakan peristiwa puncak perjalanan spiritual seorang hamba dalam meningkatkan kualitas hidupnya, yakni Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan anaknya, yaitu Nabi Ismail AS.

Hal ini diungkapkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam sambutannya saat melaksanakan shalat Idul Adha 1446 Hijriah di Masjid Nurul Huda, Desa Tonjong, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, Jumat (6/6/2025).

"Idul Adha adalah sebuah peristiwa perjalanan hidup yang dicontohkan dua insan yang bergelar nabi, yaitu Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan anaknya, kemudian anak itu diminta oleh Sang Pemiliknya dan dia mengikhlaskan," ungkapnya.

Baca Juga: Jelang Idul Adha 1446 H, Wagub Erwan Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Sekitar Rumah Dinas

"Yang kedua adalah Nabi Ismail AS yang berani juga mengorbankan dirinya atas titah orang tuanya dan Allah SWT," ujar KDM - sapaan akrab Dedi Mulyadi.

Adapun pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa tersebut adalah ketaatan seorang anak kepada ayahnya. KDM menilai yang terjadi hari ini malah sebaliknya.

Seorang ayah - lanjut KDM, malah sering mengikuti hawa nafsu anaknya dengan cara membelikan anaknya yang belum cukup umur sebuah sepeda motor. Hal demikian itu bertentangan dengan sifat Nabi Ibrahim AS.

Baca Juga: Mulai Ajaran Baru 2025, Jam Masuk Sekolah di Jawa Barat Akan Dimulai Pukul 06.30 WIB

"Hari ini yang terjadi antara ayah dan anak, adalah ayah mengikuti hawa nafsu anak. Anaknya ingin keluar malam diizinkan, ingin motor belum waktunya dibelikan. Bagi saya sikap seperti itu bertentangan dengan sifat Nabi Ibrahim AS," katanya.

Oleh karena itu, Gubernur KDM mengajak kepada seluruh para orang tua agar tidak terus-terusan terjebak menuruti hawa nafsu anaknya.

Ia berharap peringatan Idul Adha kali ini dijadikan momentum berharga untuk terus meningkatkan ketakwaan melalui hikmah yang dipetik dari peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Baca Juga: Kolaborasi Jabar-Jateng, Siap Optimalkan Pembangunan di Daerah Perbatasan

"Mari kepada seluruh orang tua, jangan terus-terusan mengikuti hawa nafsu anaknya. Peringatan kurban ini adalah peristiwa spirit kita sebagaimana Nabi Ibrahim AS memberikan pendidikan dan pengorbanan putranya Nabi Ismail AS," ajak KDM.

KDM sendiri melaksanakan shalat Idul Adha di Desa Tonjong, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon bersama Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman dan Bupati Cirebon Imron.

Ia pun memaknai pemotongan hewan kurban seperti halnya memotong anggaran pejabat pemerintah untuk kepentingan masyarakat luas, hal ini dianggapnya sebagai sikap yang harus dilakukan.

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi: Pembangunan Infrastruktur Jalan Hingga Pelosok Desa di Jabar Targetkan Rampung 2027

"Peristiwa Idul Kurban bukan hanya peristiwa memotong sapi, tapi yang paling utama mari kita potong anggaran pejabat, berikan untuk pembangunan jalan, bangun rumah rakyat miskin, berikan juga untuk membangun jaminan kesehatan bagi masyarakatnya," ucap Kang Dedi Mulyadi.

Pembangunan Jalan Desa

Di hadapan warga desa Tonjong, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, KDM mengatakan bahwa tahun ini pihaknya akan memperbaiki jalan Desa Tonjong yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah.

Adapun kebutuhan anggaran untuk perbaikan jalan tersebut yakni sebesar Rp20 miliar yang bersumber dari realokasi anggaran Pemerintah Daerah Provinsi Jabar.

Baca Juga: Ketua TP PKK Jabar Selaraskan Program Pokja I dengan Gapura Panca Waluya di Pengukuhan TP PKK Kota Cirebon

"Kita akan membangun jalan perbatasan (desa) Tonjong, sudah dihitung biayanya Rp20 miliar, dan kita akan selesaikan tahun ini," tutur KDM menjelaskan.

Sebelumnya, KDM tiba di Masjid Nurul Huda sekira pukul 06.20 WIB. Ia langsung berinteraksi dengan ratusan jemaah yang tidak menyangka akan kedatangan seorang pemimpin Jawa Barat.

Usai melaksanakan salat Idul Adha, KDM kemudian berkesempatan menyapa warga di sana sekaligus menyerap aspirasi dan keluhan mereka.

"Pagi ini saya bahagia bisa bertemu warga di sini," ungkap Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Dedi Mulyadi: Kenakalan Remaja Sebagai Ancaman Sistemik Pelemahan Generasi Bangsa Indonesia

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.