Mitigasi Ancaman Geohidrometeorologi, Pemdaprov Jabar - BMKG Jalin Kerjasama

AKURAT JABAR -Mitigasi Ancaman Geohidrometeorologi, Pemdaprov Jabar - BMKG Jalin Kerjasama.
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memperkuat kerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam pembangunan di bidang meteorologi, klimatologi, geofisika, serta modifikasi cuaca.
Kerja sama ini juga mencakup upaya mitigasi terhadap ancaman geohidrometeorologi di wilayah Jawa Barat.
Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama antara Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, di Gedung Auditorium BMKG, Jakarta, Rabu kemarin.
Dalam kesempatan tersebut, KDM - sapaan akrab Dedi Mulyadi mengatakan bahwa Jawa Barat merupakan daerah yang rentan terhadap bencana alam.
Oleh karena itu, diperlukan langkah mitigasi yang kuat serta tindakan tegas terhadap praktik alih fungsi lahan yang tidak terkendali.
"Jabar itu daerah yang namanya 'minimarket bencana alam', maka saya harus banyak pasang radar bencana," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan berdasarkan masukan dari BMKG, hujan dengan intensitas rendah sekalipun dapat menyebabkan longsor dan banjir jika daya dukung lingkungan sudah menurun. Salah satu faktor utama penyebabnya adalah berkurangnya pohon akibat alih fungsi lahan.
“Saya tadi mendapat banyak wawasan dari BMKG. Mengapa curah hujan 20-30 mm saja bisa menyebabkan longsor dan banjir? Itu karena pohon-pohon hilang akibat alih fungsi lahan,” jelasnya.
Selain itu, Dedi juga menyoroti dampak negatif dari penyempitan sungai yang disebabkan oleh pembangunan di bantaran sungai serta kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai.
"Kita semua turut menyumbang terhadap terjadinya bencana ini. Mulai dari pembangunan jembatan, alih fungsi lahan, kebijakan tata ruang, hingga perizinan yang kurang memperhatikan aspek lingkungan. Ini adalah kesalahan kita bersama," ungkapnya.
Sebagai langkah konkret, Dedi mengajak semua pihak untuk melakukan _taubat ekologi_, yakni upaya memperbaiki lingkungan secara kolektif dan berkelanjutan. Salah satu bentuk _taubat ekologi_ yang ia lakukan adalah menggandeng BMKG untuk memperkuat pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dalam pengelolaan lingkungan dan mitigasi bencana.
"Saatnya kita melakukan _taubat ekologi_. Saya pun sedang bertaubat dengan menggandeng BMKG untuk memperkuat sisi keilmuan dalam pengelolaan lingkungan," ujarnya.
Sebelumnya, Pemdaprov Jabar bersama BMKG telah menggelar operasi modifikasi cuaca untuk mengalihkan hujan ke arah laut. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Bekasi, Bogor, dan Sukabumi dalam beberapa waktu terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1FiberStar Perluas Solusi Digital untuk Industri dan Bisnis di Jawa Barat
- 2MK Hapus Presidential Threshold, DPR Diminta Siapkan Aturan Pencalonan Pilpres 2029
- 3Belum Terdaftar Bansos? Ini Cara Mengusulkan Diri melalui Aplikasi Cek Bansos
- 4Dinkes Jabar Catat 10 Kasus Influenza, Balita dan Dewasa Paling Banyak Terdampak
- 5Cuaca Ekstrem Tak Halangi Panen Raya Semangka di Nagara Kalsel
- 6Waspada Influenza A di Bandung, Farhan Minta Orang Tua Tak Paksa Anak Masuk Sekolah
- 7DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau
- 8Pemprov Jabar Bangun 22 Sekolah Baru dan 317 Ruang Kelas pada 2026
- 9DPRD Jabar Dorong Investasi Tetap Jaga Pohon dan Ruang Terbuka Hijau
- 10Polda Jabar Perkuat Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026









