Jabar

Sekda Herman Suryatman: Ada Tiga Kunci Sukses Wujudkan Jabar Istimewa

| 8 Maret 2025, 14:57 WIB
Sekda Herman Suryatman: Ada Tiga Kunci Sukses Wujudkan Jabar Istimewa

AKURAT JABAR - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan ada tiga kunci utama yang menjadi komitmen pemerintah dalam mewujudkan visi Jabar Istimewa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Jawa Barat. 

Herman menjelaskan terkait konsep Jabar Istimewa mencerminkan komitmen Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat saat ini dalam mengistimewakan masyarakatnya, baik melalui pelayanan publik yang prima maupun melalui pelaksanaan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan.

Hal ini disampaikan Herman saat ia sedang menjadi narasumber dalam Dialog Publik BULD DPD RI, yang bertempat di Auditorium Fakultas Manajemen Pemerintahan, Kampus IPDN Jatinangor, pada Jumat (7/3/2025) petang.

Baca Juga: Kurangi Resiko Banjir, Gubernur Dedi Mulyadi Lakukan Modifikasi Cuaca 10 Hari

Herman mengungkapkan bahwa ada tiga kunci utama yang harus menjadi fokus utama dalam usaha mengakselerasi pencapaian visi tersebut, yakni values (nilai-nilai), sistem, dan kepemimpinan.

Values: Mengedepankan Nilai Kearifan Lokal

Yang pertama, Herman menyebutkan bahwa nilai utama yang dijunjung tinggi dalam pembangunan Jawa Barat adalah gemah ripah repeh rapih. Istilah ini mencerminkan harapan akan masyarakat yang subur makmur, sejahtera, tenteram, damai, serta hidup dalam keharmonisan. 

"Gemah ripah berarti masyarakat yang sejahtera, cukup sandang dan pangan. Sementara repeh rapih berarti masyarakat yang rukun, aman, dan damai," kata Herman.

Ia juga menekankan nilai-nilai lokal ini harus dijadikan sebagai spirit utama dalam setiap kebijakan dan pelaksanaan pembangunan, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan.

"Nilai-nilai ini akan membantu kita dalam mengembalikan berbagai persoalan kepada akar budaya dan kearifan lokal masing-masing daerah," katanya.

Sistem: Integrasi Pembangunan dari Pusat hingga Desa

Kunci kedua yang disoroti adalah pentingnya sistem yang terintegrasi. Menurut Herman, pembangunan yang sukses haruslah merupakan hasil agregasi dari berbagai tingkatan pemerintahan, mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa.

"Tidak akan ada provinsi yang hebat tanpa kabupaten/kota yang hebat. Begitu juga tidak akan ada kabupaten/kota yang hebat tanpa kecamatan yang hebat, dan tidak ada kecamatan yang maju tanpa desa-desa yang hebat," tuturnya.

Baca Juga: Inilah Besaran Zakat Fitrah Tahun 1446 H/2025 di Kabupaten dan Kota Se-Jawa Barat

Oleh karena itu, langkah strategis agar tujuan pembangunan dapat tercapai secara maksimal adalah dengan perancangan sistem yang selaras serta formulasi kebijakan yang terstruktur.

Leadership: Kepemimpinan yang Kuat dan Berorientasi Data

Kunci ketiga yang tidak kalah pentingnya adalah kepemimpinan. Herman menjelaskan inti dari kepemimpinan adalah decision making atau pengambilan keputusan yang tepat serta keberanian dalam menghadapi berbagai risiko.

Menurutnya, seorang pemimpin haruslah berpegang teguh pada grand design pembangunan yang telah dirancang dan berani untuk mengambil keputusan berdasarkan data yang valid dan akurat.

"Good data, good decision, good result". Keputusan yang baik harus didasarkan pada data yang valid agar menghasilkan dampak yang optimal," ungkapnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa kepemimpinan yang kuat harus berjalan sesuai dengan aturan hukum, tetapi tetap memiliki fleksibilitas untuk bergerak cepat dan bahkan mampu melampaui ekspektasi.

"Kepemimpinan yang kuat memiliki peran besar dalam suksesnya pembangunan. Harus logis, sesuai regulasi, tapi juga bisa bergerak cepat dan melampaui ekspektasi," katanya.

Baca Juga: Satu Korban Meninggal Ditemukan, BPBD Jabar Gerak Cepat Tangani Longsor di Kabupaten Sukabumi

Dengan mengedepankan values, sistem yang terintegrasi, dan kepemimpinan yang kuat, Jawa Barat dapat mewujudkan visi Jabar Istimewa dengan penuh optimistis demi tercapainya masyarakat yang lebih sejahtera dan bahagia.

"Values, sistem,leadership, itu kuncinya," pungkas Herman Suryatman, dilansir dari laman jabarprov.go.id.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.