Jabar

Safari Ramadan di Masjid Agung, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Buka Ruang Aspirasi dan Solusi Sampah

Didin Wahidin | 22 Februari 2026, 22:19 WIB
Safari Ramadan di Masjid Agung, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Buka Ruang Aspirasi dan Solusi Sampah

AKURAT JABAR – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan kembali menggelar Safari Ramadan edisi ketiga di Masjid Agung Bandung, Sabtu (21/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Farhan menegaskan bahwa agenda ini merupakan ruang dialog terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah.

Oleh karena itu, Farhan menjadikan momentum Ramadan untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendengarkan kritik warga.

Sebab, transparansi dan keterbukaan merupakan fondasi utama dalam membangun kembali kepercayaan publik terhadap Pemkot Bandung.

Baca Juga: Tragedi Siswa SMPN 26, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Tabuh Genderang Perang Lawan Perundungan

 

Target Pengolahan Sampah dan Ketimpangan Sosial

Dalam paparannya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti tantangan krusial kota, salah satunya adalah masalah sampah.

Saat ini, Kota Bandung memproduksi sekitar 1.500 ton sampah per hari dengan tingkat pengolahan baru mencapai 22 persen.

Maka dari itu, Farhan menargetkan peningkatan kapasitas pengolahan sampah hingga 40 persen pada pertengahan 2026 melalui program di tingkat RW.

Selain itu, ia juga memberikan atensi pada Gini Rasio Kota Bandung yang berada di angka 0,42. Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat memperkuat solidaritas sosial lewat zakat dan sedekah yang terkoordinasi.

Baca Juga: Bandung Berduka, Ibunda Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Tutup Usia di Bogor

 

Revitalisasi Masjid Agung: Bukan Sekadar Dana APBD

Menariknya, pada Safari Ramadan kali ini, Farhan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengembalikan kemegahan Masjid Agung Bandung.

Ia mengakui dorongan tersebut muncul setelah mendapati kesan bahwa masjid kebanggaan warga Bandung ini mulai kehilangan "kilaunya".

Namun demikian, Farhan menekankan agar perbaikan masjid tidak hanya bergantung pada dana APBD.

Pasalnya, partisipasi kolektif dari para dermawan dan tokoh agama justru akan membawa keberkahan yang lebih luas bagi seluruh warga.

"Jika hanya mengandalkan APBD, keberkahannya akan terpusat pada pemerintah saja. Agar masjid ini bersinar lagi, semua harus ikut berpartisipasi," tegas Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Baca Juga: Satu Tahun Menjabat, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Sukses Akselerasi Pembangunan Lewat Program Prakarsa

 

Semangat "Botram" dan Ibadah Berbasis Ilmu

Lebih lanjut, kebersamaan dalam Safari Ramadan ini tecermin dari konsep buka puasa bersama atau "botram".

Hidangan yang tersedia bukan hanya dari pemerintah, melainkan hasil gotong royong para sahabat dan masyarakat luas.

Di sisi lain, Farhan mengingatkan agar warga menjalani Ramadan dengan perasaan bahagia dan tenang.

Baca Juga: Ancam Sikat Pimpinan RS, Wali Kota Bandung Larang Penolakan Pasien Selama Masa Transisi PBI

Ia menekankan pentingnya beragama berbasis ilmu pengetahuan untuk menghindari fanatisme. Hasilnya, ia berharap warga Bandung dapat meningkatkan kualitas diri selama bulan suci ini.

Pada akhirnya, acara yang diselenggarakan oleh Kecamatan Babakan Ciparay ini ditutup dengan tausiah dari KH Tatang Sofyan.

Dengan demikian, Safari Ramadan ini diharapkan mampu membuat Masjid Agung Bandung kembali bersinar, baik secara fisik maupun melalui semangat gotong royong warganya.

Baca Juga: Langgar Ambang Batas Emisi, Pemkot Bandung Hentikan Teknologi Termal Sampah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.