Jabar

Kabel Lampu Lalu Lintas Dicuri di Bandung, Farhan Gandeng Polisi Buru Pelaku

Didin Wahidin | 22 September 2026, 14:49 WIB
Kabel Lampu Lalu Lintas Dicuri di Bandung, Farhan Gandeng Polisi Buru Pelaku
Pencurian kabel lampu lalu lintas mengganggu fasilitas pengatur arus kendaraan di sejumlah titik Kota Bandung. - (Akurat Jabar/Humas Pemkot Bandung)

AKURAT JABAR — Pemerintah Kota Bandung mengambil langkah untuk menangani pencurian kabel lampu lalu lintas Bandung yang terjadi di sejumlah lokasi.

Pemkot Bandung berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut sekaligus mencegah aksi serupa kembali mengganggu fasilitas publik.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kabel berbahan tembaga menjadi salah satu sasaran pencurian.

Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu memperkuat pengamanan fasilitas lalu lintas bersama aparat penegak hukum.

“Itu memang kita sedang berkoordinasi dengan kepolisian dan juga memastikan bahwa para pelakunya akan segera ditangkap. Karena sekarang ini banyak kabel, terutama kabel tembaga yang dicuri,” kata Farhan, Jumat 18 September 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Farhan ketika Pemkot Bandung tengah menindaklanjuti laporan mengenai kabel lampu lalu lintas yang hilang di sejumlah titik.

Informasi resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 21 September 2026 juga menyebut Pemkot Bandung telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengusut pencurian kabel lampu lalu lintas. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah gangguan terhadap pelayanan fasilitas lalu lintas.

Baca Juga: Hakim PN Bandung Perintahkan KPK Kembalikan Barang Bukti Istri Ono Surono

Pemkot Bandung Koordinasi dengan Kepolisian

Farhan menjelaskan, Pemkot Bandung tidak hanya mengandalkan penjagaan fasilitas untuk menghadapi persoalan tersebut. Pemerintah juga membutuhkan dukungan kepolisian dalam mengantisipasi tindak kejahatan yang menyasar infrastruktur publik.

“Kalau kita kan masalah penjagaan. Tapi bagaimanapun, kalau antisipasi kejahatan kita bekerja sama dengan kepolisian,” ujarnya.

Koordinasi dengan kepolisian menjadi bagian dari upaya pemerintah menindaklanjuti kasus sekaligus mencegah pencurian berulang. Pemkot Bandung juga masih menunggu pendataan mengenai lokasi yang terdampak.

Farhan mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah titik yang mengalami pencurian kabel lampu lalu lintas.

“Saya belum tahu persis datanya, tapi saya sedang menunggu informasinya,” tuturnya.

Dengan demikian, angka titik pencurian yang disampaikan dalam laporan lain perlu dibedakan dari data resmi yang saat itu masih ditunggu Pemkot Bandung.

Baca Juga: KDM Bongkar Kios Liar di Jantung Bandung, Penataan Kota Humanis Jadi Sorotan Warga

Sejumlah Lampu Lalu Lintas Terganggu

Sementara itu, laporan PRFM pada 18 September 2026 menyebut sebanyak 25 traffic light di Bandung mengalami gangguan setelah kabel sinyal lampu lalu lintas dicuri.

Operator ATCS Dishub Kota Bandung Abdullah Putra Gandhara mengatakan pihaknya telah mendeteksi pencurian sejak 29 Juli di kawasan Cikapayang dan kemudian menemukan kejadian di sejumlah lokasi lain.

Menurut laporan tersebut, pencurian kemudian meluas ke beberapa titik, termasuk Astanaanyar, Pungkur, BKR, dan Cikawao. Informasi dari operator ATCS itu juga menyebut terdapat enam kabel lampu lalu lintas yang dilaporkan dicuri pada 18 September.

Data tersebut memberikan gambaran bahwa persoalan pencurian kabel tidak hanya muncul dalam satu kejadian. Namun, Pemkot Bandung melalui pernyataan Farhan masih menunggu data pasti mengenai jumlah titik yang terdampak.

Perbedaan status data tersebut penting diperhatikan agar informasi mengenai jumlah lokasi pencurian tidak disampaikan sebagai angka final sebelum pemerintah atau instansi terkait mengonfirmasinya.

Baca Juga: Geram Proyek Galian Kabel Semrawut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Tuntut Transparansi Lini Masa

Kabel Tembaga Menjadi Sasaran

Kabel berbahan tembaga menjadi perhatian dalam kasus ini. Farhan menyebut material tersebut saat ini banyak menjadi sasaran pencurian.

Informasi dari operator ATCS yang dikutip PRFM juga menyebut dugaan pelaku mengambil kabel sinyal lampu lalu lintas karena terdapat material tembaga yang memiliki nilai jual.

Dari sisi pelayanan publik, pencurian kabel dapat menimbulkan persoalan yang lebih luas karena kabel menjadi bagian dari sistem pendukung lampu lalu lintas.

Ketika sistem mengalami gangguan, pengaturan arus kendaraan pada persimpangan dapat ikut terdampak. Karena itu, penanganan kasus tidak hanya berkaitan dengan kehilangan material, tetapi juga menyangkut keberlangsungan fasilitas lalu lintas yang digunakan masyarakat.

Laporan lain pada 19 September menyebut sejumlah persimpangan sempat mengalami gangguan akibat pencurian kabel. Namun, rincian lokasi dan status perbaikannya perlu merujuk pada pendataan terbaru dari Dishub Kota Bandung.

Pengamanan Fasilitas Publik Jadi Perhatian

Pemkot Bandung kini menempatkan pengamanan fasilitas sebagai salah satu bagian dari penanganan kasus. Farhan menyebut penjagaan berada dalam lingkup pemerintah, sedangkan langkah antisipasi kejahatan membutuhkan kerja sama dengan kepolisian.

Pendekatan tersebut diperlukan karena fasilitas lampu lalu lintas berada di ruang publik dan berfungsi setiap hari untuk membantu mengatur pergerakan kendaraan.

Selain pengamanan, pendataan lokasi juga menjadi bagian penting. Data yang lengkap dapat membantu pemerintah mengetahui titik mana saja yang terdampak dan menentukan langkah penanganan berikutnya.

Pada saat yang sama, proses pengungkapan kasus berada dalam kewenangan aparat kepolisian. Pemkot Bandung menyatakan telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendukung upaya pengungkapan tersebut.

Baca Juga: Ancam Sikat Pimpinan RS, Wali Kota Bandung Larang Penolakan Pasien Selama Masa Transisi PBI

Pemkot Masih Menunggu Data Lengkap

Hingga informasi yang disampaikan Farhan pada 18 September 2026, Pemkot Bandung belum memperoleh data final mengenai jumlah titik pencurian kabel lampu lalu lintas.

“Saya belum tahu persis datanya, tapi saya sedang menunggu informasinya,” kata Farhan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa proses pendataan masih berjalan. Karena itu, informasi mengenai jumlah lokasi terdampak dapat berubah setelah Dishub Bandung menyelesaikan pendataan dan pemerintah memperoleh laporan lengkap.

Kasus pencurian kabel lampu lalu lintas Bandung juga menunjukkan pentingnya pengamanan infrastruktur publik. Selain menyebabkan kerugian pada fasilitas pemerintah, kerusakan pada sistem pendukung lampu lalu lintas dapat mengganggu pelayanan yang digunakan masyarakat.

Pemkot Bandung bersama kepolisian kini melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Pemerintah juga menunggu data lengkap mengenai lokasi pencurian sebagai bahan untuk menentukan langkah pengamanan selanjutnya.

Sementara itu, masyarakat pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati ketika melintasi persimpangan yang mengalami gangguan lampu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas apabila terdapat pengaturan lalu lintas di lokasi. (Red)

Baca Juga: Tragedi Siswa SMPN 26, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Tabuh Genderang Perang Lawan Perundungan

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.