Pencegahan Korupsi di Pendidikan Kuat, Kejari dan Disdik Purwakarta Kolaborasi Bentuk Generasi Anti Korupsi

PURWAKARTA, 09 Desember 2025 – Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) Tahun 2025, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta menegaskan komitmen mereka dalam pencegahan korupsi sejak dini melalui kolaborasi strategis. Acara puncak perayaan HAKORDIA yang mengusung tema penguatan integritas ini berlangsung di SMPN 1 Purwakarta.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Sadiyah, M.Pd., Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, Apsari Dewi, S.H., LL.M., Ph.D., serta jajaran pejabat Disdik dan Kajari.
Perkuat Tata Kelola Pendidikan Melalui Pemahaman Hukum
Kepala Disdik Purwakarta, Sadiyah, M.Pd., membuka acara dan menyambut baik inisiatif kolaborasi ini. Beliau menekankan bahwa pemahaman hukum yang kuat adalah kunci bagi para kepala sekolah dan guru untuk menciptakan tata kelola pendidikan yang berkualitas.
“Kegiatan ini menjadi moment penting bagi kepala sekolah maupun guru untuk memperkuat pengetahuan tentang hukum demi terciptanya tata kelola pendidikan yang berkualitas serta dapat mengurangi korupsi di dunia pendidikan.” ujar sadiyah
Sadiyah juga menyoroti bahwa Pendidikan Anti Korupsi di Purwakarta sudah berjalan sejak tahun 2019, diperkuat oleh Perbup Nomor 110 Tahun 2019. Program ini menargetkan jenjang SD dan SMP, bertujuan membentuk siswa sebagai generasi muda yang berkarakter moral anti korupsi.
Komitmen Kejari Purwakarta dalam Pendampingan Proyek Sekolah
Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, Apsari Dewi, S.H., LL.M., Ph.D., memberikan apresiasi tinggi kepada Disdik Purwakarta atas upaya proaktif mereka dalam mengimplementasikan Pendidikan Anti Korupsi sejak dini.
Apsari Dewi mengajak seluruh guru dan kepala sekolah untuk terus berkolaborasi dengan Kejari dalam mendidik generasi muda agar memahami hukum dan menjauhi tindakan kriminal. Selain itu, Kejari Purwakarta juga menegaskan kesiapan mereka untuk mendampingi sekolah-sekolah yang menjalankan proyek pembangunan, termasuk revitalisasi, guna memastikan tidak terjadi pelanggaran hukum.
Fokus Pencegahan Kejahatan Anak:
Kajari juga berharap sekolah meningkatkan pendampingan dan pengawasan kepada siswa, mengingat tingginya angka kejahatan yang melibatkan anak-anak, terutama terkait narkotika dan kekerasan seksual.
Simbolisasi dan Penutup
Setelah sambutan, para hadirin melanjutkan kegiatan dengan pelepasan balon ke udara, yang melambangkan semangat Pencegahan Korupsi di Pendidikan di Kabupaten Purwakarta. Acara ditutup dengan penyuluhan hukum yang disampaikan langsung oleh Ibu Kajari serta pembagian souvenir HAKORDIA kepada para peserta dan siswa-siswi SMPN 1 Purwakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Mengenal Habibi Samsul Bahri, Bakal Calon BPD Cikumpay dari RW 02
- 2Persib Tekuk Cong Viettel, Dua Kartu Merah Warnai Duel Panas ACL Two
- 3HMM dan HMTI STT Wastukancana Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Santunan Anak Yatim
- 4Respon Tegas Om Zein Wajibkan Siskamling dan Jam Malam Siswa di Purwakarta
- 513.044 Pekerja Kena PHK di Jabar, 24 Ribu Lowongan Kerja Disiapkan
- 6Pemprov Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah, Sekda Herman Siap Turun Langsung
- 7Varietas Cabai Tahan Penyakit Jadi Strategi Hadapi Kemarau Panjang
- 8Pemprov Jabar Benahi Kawasan Stadion GBLA, Akses Tol, Banjir, hingga Hunian Warga Jadi Prioritas
- 9Pemprov Jabar Benahi Kawasan Stadion GBLA, Akses Tol, Banjir, hingga Hunian Warga Jadi Prioritas
- 10Varietas Cabai Tahan Penyakit Jadi Strategi Hadapi Kemarau Panjang




