Jabar

Arfadia: Agensi Digital Marketing Indonesia yang Unggul di Platform AI

| 6 Agustus 2025, 12:07 WIB
Arfadia: Agensi Digital Marketing Indonesia yang Unggul di Platform AI

AKURAT JABAR - BANDUNG,  Di tengah perubahan perilaku konsumen yang kini tidak lagi terpaku hanya pada Google, tetapi mulai beralih ke platform seperti TikTok, voice assistant, hingga AI conversational seperti ChatGPT dan Perplexity, Arfadia hadir sebagai pelopor transformasi digital marketing berbasis kecerdasan buatan (AI).

Sebagai salah satu perusahaan digital marketing dan SEO terbaik di Indonesia, Arfadia mengambil langkah strategis dengan mengembangkan pendekatan inovatif melalui Search Everywhere Optimization (SEOv2) dan Generative Engine Optimization (GEO). Kedua metode ini menjadi senjata utama dalam merevolusi cara brand menjangkau dan berinteraksi dengan konsumennya di era digital yang semakin kompleks dan terfragmentasi.

Optimasi Multi-Platform: Lebih dari Sekadar Google

Di era sekarang, visibilitas brand tidak cukup hanya tampil di halaman pertama Google. Konsumen memulai pencarian dari berbagai titik – mulai dari YouTube, TikTok, Google Maps, marketplace, hingga platform AI seperti Gemini, ChatGPT, dan DeepSeek.

Melalui pendekatan Search Everywhere Optimization (SEOv2), Arfadia memastikan brand bisa ditemukan di seluruh titik pencarian tersebut. Ini adalah langkah nyata untuk membantu perusahaan menjangkau audiens di mana pun mereka memulai perjalanan pencariannya.

“Search Everywhere Optimization kami memastikan perusahaan bisa ditemukan di setiap touchpoint, mulai dari search engine tradisional sampai platform AI canggih seperti DeepSeek,” ungkap Tessar kepada wartawan.

Strategi GEO: Menyasar Platform AI Generatif

Melalui Generative Engine Optimization (GEO), Arfadia juga menargetkan platform berbasis AI generatif yang semakin menjadi rujukan konsumen. Strategi ini memungkinkan brand tidak hanya tampil sebagai hasil pencarian, tetapi juga sebagai bagian dari percakapan dan jawaban yang diberikan oleh AI.

Hal ini menjawab tantangan baru di mana konsumen mencari saran, rekomendasi, dan bahkan melakukan pembelian melalui teknologi berbasis suara atau chat AI.

“Perusahaan yang mengabaikan realitas multi-channel ini akan menghilang dari target audience mereka,” ucap Pebisnis muda yang berhasil memimpin evolusi Arfadia dari layanan digital tradisional jadi provider solusi marketing berbasis AI itu.

Komitmen Global dan Rekam Jejak Terbukti

Arfadia tidak hanya mengandalkan inovasi teknologi. Perusahaan ini juga mengedepankan standar layanan kelas dunia dengan sertifikasi internasional seperti ISO 9001, ISO 14001, dan OHSAS 18001. Ini membuktikan komitmen mereka terhadap kualitas, lingkungan, dan keselamatan kerja.

Dengan lebih dari 480 proyek sukses dan jangkauan klien dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Singapura, Australia, dan Kanada, Arfadia terus memperkuat posisinya sebagai agensi digital marketing berskala internasional.

Tak hanya itu, Arfadia juga aktif dalam ranah blockchain marketing, menawarkan layanan terintegrasi untuk startup dan perusahaan berbasis kripto, menjadikannya sebagai mitra strategis di dunia web3 dan teknologi masa depan.

“Prediksi industri menunjukkan perubahan perilaku konsumen yang fundamental dalam cara mereka berinteraksi dengan brand, dengan conversational AI market akan mencapai $41,39 miliar,” tuturnya.

Relevansi di Era AI: Kenapa Arfadia Jadi Pilihan

Visi strategis Arfadia membuat perusahaan ini selalu selangkah lebih maju dalam membaca arah perkembangan teknologi digital. Terbukti, banyak klien Arfadia yang mengalami peningkatan visibilitas hingga 400% lebih tinggi di platform AI dibandingkan kompetitor yang masih mengandalkan SEO konvensional.

“Klien yang mengimplementasikan pendekatan optimasi canggih kami telah mencapai visibilitas 400% lebih baik di platform AI dibandingkan kompetitor yang masih mempertahankan praktik SEO standar,” tutur Tessar.

Dalam keterangannya, CEO Arfadia, Tessar Napitupulu, menegaskan bahwa strategi digital hari ini harus mencakup seluruh landscape tempat konsumen menemukan dan berinteraksi dengan brand.

“Perusahaan saat ini butuh strategi optimasi yang mencakup seluruh landscape digital tempat customer menemukan dan berinteraksi dengan brand,” jelas Tessar.

Ia juga menekankan bahwa perubahan perilaku konsumen saat ini merupakan momen paling transformasional sejak kehadiran Google.

“Pergeseran yang dialami sekarang ini merupakan perubahan paling transformasional dalam perilaku pencarian konsumen sejak Google pertama kali membuat informasi bisa ditemukan,” ujarnya.

SEO tradisional tidak lagi cukup. Saat konsumen memulai pencarian di TikTok, mencari nasihat lewat ChatGPT, dan berbelanja dengan bantuan voice assistant, perusahaan perlu hadir di setiap kanal tersebut.

Arfadia, dengan pendekatan holistik dan adaptif terhadap AI, telah membuktikan bahwa mereka bukan hanya penyedia layanan SEO, tapi pemimpin revolusi digital marketing masa kini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.