Jabar

Ekonomi Sirkular: Pengelolaan Limbah Vermikompos Pertamina Jabar Gandeng DLH Jaga Lingkungan

| 11 Desember 2025, 21:18 WIB
Ekonomi Sirkular: Pengelolaan Limbah Vermikompos Pertamina Jabar Gandeng DLH Jaga Lingkungan

AKURAT JABAR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Aviation Fuel Teriminal (AFT) Husein Sastranegara, memperkuat upaya pelestarian lingkungan.

Kedua pihak menggelar kegiatan penguatan kapasitas pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk organik dengan metode vermikompos. Kegiatan ini dilaksanakan di Jayagiri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Acara ini melibatkan dua kelompok binaan Corporate Social Responsibility (CSR) AFT Husein Sastranegara: Kelompok Pupuk Organik Motekar dan Koperasi Buana Walatra Sejahtera, dengan Komunitas Agro Preanger sebagai lokasi praktik langsung.

Baca Juga: Sempat Viral! DLH Jabar Sidak Dua Kawasan Industri Bekasi, Telusuri Sumber Pencemaran Sungai Cilemahabang

 

Limbah Sapi Berubah Nilai Ekonomi Tinggi

Awalnya, kelompok binaan CSR AFT Husein Sastranegara hanya memproduksi pupuk organik berbahan dasar kotoran sapi (pupuk kohe).

Kini, mereka berhasil menciptakan vermikompos. Vermikompos ini memiliki kandungan hara yang lebih lengkap dan daya serap lebih baik, sehingga memperluas peluang pasar.

Seluruh produk telah diuji di Laboratorium Kimia Tanah dan Nutrisi Tanaman Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk memastikan kualitasnya.

Melalui studi banding dan pendampingan teknis, kelompok binaan semakin siap mengembangkan usaha pupuk organik ini secara profesional dan berkelanjutan.

Baca Juga: Gubernur Jabar Tantang ITB Wujudkan Energi Baru Terbarukan dari Sampah dan Biogas

 

Mendorong Circular Economy dan SDGs

Kepala DLH Provinsi Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, menilai kegiatan Pengelolaan Limbah Vermikompos Pertamina Jabar ini sebagai langkah strategis.

Kegiatan ini tidak hanya mendorong penerapan circular economy, tetapi juga merupakan upaya nyata dalam mencegah pencemaran lingkungan.

Secara khusus, pencegahan pencemaran badan air akibat limbah peternakan sapi menjadi fokus utama.

“Limbah kotoran sapi yang tidak dikelola dengan baik berpotensi masuk ke saluran air dan sungai, yang kemudian menurunkan kualitas air, serta mengganggu ekosistem," kata Ai.

Baca Juga: DLH Purwakarta Targetkan Kades: Kuatkan Mekanisme Sengketa Lingkungan Hidup Purwakarta di Kawasan Industri

Oleh karena itu, melalui pengolahan berbasis vermikompos ini, limbah tersebut justru diubah menjadi sumber daya yang bermanfaat.

Jr SPV Receiving, Storage and Distribution AFT Husein Sastranegara, Aulya Apta, menambahkan bahwa program ini bertujuan memperkuat kapasitas kelompok binaan agar mampu melakukan produksi pupuk organik dari kotoran sapi secara mandiri.

Dengan demikian, limbah yang selama ini dianggap tidak berguna kini menghasilkan produk bernilai ekonomi.

Baca Juga: Pemda Jabar Sabet Penghargaan Lingkungan di Ajang Investing on Climate 2025

Area Manager Communication, Relation and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menyampaikan bahwa inisiatif ini mendukung pemberdayaan masyarakat dan praktik lingkungan berkelanjutan.

Secara langsung, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 13 tentang penanganan perubahan iklim.

Baca Juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Menteri LH dan Wagub Erwan Lakukan Penanaman Pohon dan Uji Emisi Kendaraan di Rest Area KM88

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.