Jabar

Pemprov Jabar Luncurkan Program Perumahan Imah Merenah Hirup Tumaninah, Targetkan 100 Ribu Rumah Subsidi

| 20 September 2025, 21:45 WIB
Pemprov Jabar Luncurkan Program Perumahan Imah Merenah Hirup Tumaninah, Targetkan 100 Ribu Rumah Subsidi

AKURAT JABAR - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat secara resmi meluncurkan program penguatan ekosistem perumahan berupa Imah Merenah Hirup Tumaninah di Gedung Sabuga, Kota Bandung, pada Kamis (18/9/2025).

Peluncuran program ini bertepatan dengan acara sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan yang diadakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Acara sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk para bupati dan wali kota se-Jawa Barat, camat, serta para pelaku dalam ekosistem perumahan tersebut.

Baca Juga: Menteri Ara Serahkan Kunci Rumah Subsidi Bagi MBR Majalengka, Berikan Akses Pembiayaan Aman dan Terjangkau

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM menyampaikan, bahwa program Imah Merenah Hirup Tumanimah - yang berarti "Rumah Layak dan Hidup Tenang" - merupakan pendekatan strategis dalam membangun ekosistem perumahan yang tidak hanya sebatas membangun rumah, tapi juga membangun harapan.

Melalui kolaborasi antar pemangku kepentingan tersebut, Pemprov Jabar menargetkan pembangunan 100 ribu rumah subsidi, yang merupakan bagian dari target nasional sebanyak tiga juta unit rumah.

"Mudah-mudahan seluruh jaminan yang akan diberikan oleh pemprov dan 27 pemda kabupaten kota merupakan cara dan sarana untuk membangun kesejahteraan masyarakat," ujar KDM.

Baca Juga: Luncurkan 500 Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Jabar, KDM Targetkan 2028 Tak Ada Lagi Rutilahu

Program Imah Merenah Hirup Tumaninah ini menitikberatkan pada empat agenda utama, yakni memperluas akses hunian yang layak bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah, mengurangi kemiskinan lewat perbaikan kualitas hidup, menciptakan lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan meningkatkan capaian indikator laju pertumbuhan ekonomi daerah.

KDM, menegaskan bahwa pembangunan perumahan rakyat harus adil dan berorientasi pada pada kebutuhan masyarakat, bukan untuk kepentingan investasi spekulatif.

"Rumah adalah dasar kesejahteraan keluarga. Dari rumah yang baik lahir keluarga yang harmonis, anak-anak sehat, dan masyarakat yang sejahtera," tambahnya.

Baca Juga: Bupati Om Zein Alokasikan Rp 12 Miliar Untuk Program Imah Alus: Wujudkan Hunian Layak untuk Warga Purwakarta

Ia juga optimistis, target 100 ribu rumah subsidi akan tercapai dengan menggunakan model padat karya, kolaborasi gotong royong, serta pemberdayaan UMKM.

Selain itu, Ia juga menyebut bahwa pembangunan 100 ribu rumah subsidi diharapkan akan mengurangi disparitas kepemilikan rumah yang saat ini masih terbilang cukup tinggi.

"Ke depan perumahan di Indonesia, khususnya Jabar akan semakin meningkat. Kemudian tidak ada lagi disparitas atau orang yang mempunyai rumah banyak, tapi banyak pula yang tidak punya rumah sama sekali," tegasnya.

Baca Juga: Dorong Kesetaraan Akses Hukum, Anggota DPRD Jabar H Jaenal Aripin Gelar Sosper Bantuan Hukum Masyarakat Miskin di Purwakarta

Perhatikan pada Penataan ruang

KDM juga memastikan bahwa pembangunan rumah subsidi tersebut nantinya akan tetap memperhatikan prinsip penataan ruang yang baik.

Ia mengingatkan agar dalam pelaksanaan program tersebut tidak merusak lingkungan serta tetap memperhatikan tata ruang secara cermat.

"Saya ingatkan kehati-hatian dalam panataan ruang karena kita mengejar target pembangunan rumah harus hati-hati terhadap penataannya," ucap KDM.

Baca Juga: KDM Bongkar Bangunan Liar di TPA Sarimukti KBB, Siap Perbaiki Sistem Pengelolaan Sampah dan Penataan Kawasan

Sosialisasi KUR Perumahan

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait mengapreasisi kegiatan sosialisasi KUR Perumahan yang digelar di Bandung tersebut karena dianggap sebagai acara paling besar dengan jumlah peserta terbanyak.

Ada sebanyak tiga ribu peserta dari berbagai elemen dalam ekosistem perumahan mulai dari pemerintah, pengembang perumahan, serta pemilik toko bangunan mengikuti langsung sosialisasi tersebut.

Para peserta yang hadir tersebut juga mendapatkan informasi terkait manfaat serta peluang emas dari program KUR perumahan.

Baca Juga: Jabar Caang 2025: Pemprov Jabar Perluas Akses Listrik Warga Sampai Daerah Terpencil

"Terima kasih atas dukungan semua pihak dalam mensukseskan acara ini. Saya yakin realisasi penyerapan kredit perumahan di Jabar akan menjadi yang paling tinggi di Indonesia," imbuhnya.

Maruarar juga menyampaikan bahwa KUR perumahan adalah terobosan besar hasil dari kerja sama lintas kementerian dan dukungan penuh yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Target pembangunan tiga juta rumah tersebut hanya dapat dicapai dengan penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat hingga daerah dan berbagai sektor swasta.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.