Jabar

95 Tahun PSSI: Era Emas Sepak Bola Indonesia, Garuda Siap Mengudara di Panggung Dunia.

| 20 April 2025, 20:28 WIB
95 Tahun PSSI: Era Emas Sepak Bola Indonesia, Garuda Siap Mengudara di Panggung Dunia.

AKURAT JABAR - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) kini genap berusia 95 tahun pada 19 April 2025. Sebuah tonggak penting yang merefleksikan perjalanan panjang penuh semangat, persatuan, dan mimpi besar sepak bola nasional untuk meraih pengakuan global.

Sejak dibentuk oleh Soeratin Sosrosoegondo pada tahun 1930, PSSI telah menjadi lebih dari sekadar organisasi olahraga — ia adalah simbol perjuangan bangsa Indonesia.

Kini, dengan usianya yang hampir menginjak satu abad kemudian, PSSI sampai saat ini terus berdiri kokoh, menapaki jalan menuju visi besar "Garuda Mendunia".

Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Pulang Usai Disingkirkan Korut, Kualifikasi Piala Dunia U-17 Qatar?

Dalam rentang waktunya, PSSI mengalami berbagai fase penting. Dimulai dari era Perserikatan yang mempertemukan klub-klub lokal, hingga kini bertransformasi menjadi federasi sepak bola yang lebih modern dan profesional.

Belakangan ini, langkah nyata PSSI mulai menunjukkan hasil nyata. Salah satu pencapaian bersejarah ialah keberhasilan Timnas Senior melaju ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Untuk pertama kalinya, peluang Indonesia untuk tampil di turnamen sepak bola terbesar dunia terbuka lebar, berkat performa para pemain yang kini berkarier di berbagai liga Eropa dan Asia.

Baca Juga: Timnas U-17 Indonesia Siap Hadapi Korea Utara di Perempat Final Piala Asia U-17 2025

Tidak hanya itu, prestasi demi prestasi yang diraih oleh kelompok usia muda juga kian mencorong. Mengawali babak baru sejarahnya, kelompok sepak bola muda ini berhasil lolos ke Piala Asia.

"Untuk pertama kalinya dalam sejarah, seluruh kelompok umur — U17, U20, U23, hingga tim senior — lolos ke Piala Asia. Ini belum pernah terjadi sebelumnya," ungkap Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dilansir dari laman resmi PSSI.

Prestasi ini dilengkapi dengan kenaikan peringkat FIFA Timnas Senior, yang kini berada di posisi 123 dunia per 3 April 2025 dengan perolehan 1.149,92 poin.

Baca Juga: Korea Utara Puas Lolos ke Piala Dunia U-17 2025, Kini Siap Tantang Timnas Indonesia U-17

Ini merupakan lonjakan peringkat tertinggi dalam 15 tahun terakhir, menandakan bahwa semangat Garuda semakin kuat di panggung dunia.

Generasi muda pun terus menyumbang harapan baru. Timnas U17 berhasil melaju ke Piala Dunia U17 2025 setelah tampil mengesankan di Piala Asia U17 2025 di Arab Saudi, membuktikan regenerasi sepak bola nasional berjalan dengan baik.

Pencapaian positif ini turut menyemangati sepak bola wanita. Timnas Putri Indonesia mencatatkan kenaikan peringkat FIFA, kini bertengger di posisi 94 dunia per 7 Maret 2025, setelah mengalahkan Arab Saudi dalam laga persahabatan. Garuda Pertiwi kini membidik 90 besar dunia.

Baca Juga: Jadwal Perempat Final Piala Asia U-17 2025: Timnas Indonesia U-17 vs Korea Utara Live

"Tim putri kita menunjukkan progres luar biasa, bahkan menjadi juara AFF. Target berikutnya adalah lolos ke Piala Asia Wanita, sesuatu yang belum pernah kita capai sebelumnya," lanjut Erick Thohir.

Bukan hanya di lapangan hijau, Indonesia juga unjuk gigi di dunia digital. Timnas eFootball Indonesia sukses meraih gelar juara dunia di FIFAe World Cup 2024 di Riyadh, Arab Saudi. 

Selain itu, Indonesia juga keluar sebagai juara FIFAe World Cup 2024 untuk Football Manager, serta memenangkan AFC eAsian Cup 2023 (eFootball) di Doha.

Baca Juga: Dipastikan Juara Grup C Piala Asia U-17, Erick Thohir Beri Pesan Usai Timnas Indonesia U-17 Menang atas Yaman

Ini menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia mampu mengukir prestasi dunia, bahkan di ranah virtual.

Seluruh keberhasilan ini tidak lepas dari reformasi internal PSSI. Salah satu fokus utama adalah pengembangan sumber daya manusia, terutama pelatih.

Kini, jumlah pelatih berlisensi meningkat menjadi sekitar 14.000 orang, naik 40% dibanding beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Bantai Yaman 4-1, Pastikan Tempat di Piala Dunia U-17 2025

"Kalau kita tidak punya pelatih berkualitas di semua level — U17, U20, U23, hingga senior — bagaimana kita bisa membangun tim-tim kuat?" ujar Erick.

PSSI juga memperkuat sektor perwasitan dengan menambah jumlah wasit berlisensi FIFA dan AFC, serta memperbanyak Instruktur Wasit untuk memperbaiki kualitas pertandingan.

Ditambah lagi, penggunaan teknologi VAR di kompetisi domestik semakin mempertegas komitmen pada transparansi dan keadilan pertandingan.

Baca Juga: Pesan Erick Thohir Usai Timnas Indonesia U-17 Kalahkan Korea Selatan

Dalam aspek infrastruktur, PSSI tengah membangun Training Center Nasional di Ibu Kota Nusantara (IKN), lengkap dengan lapangan standar FIFA, pusat kebugaran, dan fasilitas riset olahraga.

Pusat pelatihan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pengembangan dunia sepak bola Indonesia ke depan agar lebih baik lagi.

Langkah-langkah pembaruan ini menunjukkan bahwa PSSI tak hanya berorientasi pada hasil instan, tetapi membangun ekosistem yang berkelanjutan.

Baca Juga: Komentar Evandra Florasta Usai Kemenangan Timnas Indonesia U-17 Atas Korsel di Piala Asia U-17 2025

Ekosistem yang dimaksud yakni dari pembinaan usia dini, pelatihan pelatih, peningkatan kualitas wasit, hingga penyediaan infrastruktur modern. Semua diarahkan untuk mencapai satu cita-cita besar "Garuda Mendunia".

Meski perjalanan selama 95 tahun PSSI ini belum sepenuhnya sempurna, namun jejak reformasi yang terus ditempuh membawa optimisme baru. 

Dengan dukungan penuh dari masyarakat, profesionalisme pengurus, serta kolaborasi lintas sektor, mimpi melihat Timnas Indonesia bersinar di panggung Piala Dunia kini semakin dekat menjadi kenyataan.

Baca Juga: Menang 1-0, Tim Garuda Indonesia U17 Berhasil Kalahkan Korea Selatan

Sepak bola sudah menjadi bagian dari jiwa bangsa Indonesia. Kini, saatnya Garuda mengangkasa tinggi, mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Selamat ulang tahun ke-95, PSSI!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.