Jabar

Tumbuhkan Empati Melalui Program Bernurani, Siswa SMAN 4 Bandung Bagikan Rantang Kanyaah di Puncak Pesantren Ekologi

Didin Wahidin | 14 Maret 2026, 09:00 WIB
Tumbuhkan Empati Melalui Program Bernurani, Siswa SMAN 4 Bandung Bagikan Rantang Kanyaah di Puncak Pesantren Ekologi
Siswa SMAN 4 Bandung berbagi Rantang Kanyaah kepada masyarakat sekitar serta petugas yang menjaga lingkungan sekolah.

AKURAT JABAR – SMAN 4 Bandung resmi menutup rangkaian kegiatan ramadan bertajuk Pesantren Ekologi SMAN 4 Bandung dengan aksi sosial bertajuk program "Bernurani".

Dalam kegiatan ini, para siswa menyalurkan bantuan berupa Rantang Kanyaah serta memberikan apresiasi kepada petugas di lingkungan sekolah.

Kepala SMAN 4 Bandung, Tuti Kurniawati, menjelaskan bahwa Bernurani merupakan puncak acara yang bertujuan mengasah kepedulian sosial siswa.

Sumber dana kegiatan ini berasal dari kolektif program "Poe Ibu" yang melibatkan seluruh siswa serta dukungan dari para tenaga pendidik.

“Hari ini kami menutup rangkaian acara dengan Bernurani. Anak-anak berbagi Rantang Kanyaah kepada masyarakat sekitar. Dananya terkumpul dari inisiatif Poe Ibu dan partisipasi guru-guru,” ujar Tuti, Sabtu (14/3/2026).

Baca Juga: Padukan Spiritual dan Ekologi, SMAN 24 Bandung Gelar Aksi Bersih Sekolah di Momentum Ramadan

Wakaf Al-Qur’an dan Apresiasi untuk Petugas Sekolah

Faktanya, aksi berbagi ini mencakup cakupan yang luas. Selain membagikan nasi kotak dan rantang makanan kepada warga prasejahtera, para siswa juga menyerahkan wakaf Al-Qur’an ke sejumlah masjid dan majelis taklim di sekitar sekolah.

Oleh sebab itu, momen ini juga menjadi ajang apresiasi bagi garda terdepan kenyamanan sekolah. Siswa membagikan paket sembako kepada petugas keamanan, caraka, hingga petugas parkir sebagai bentuk terima kasih atas dedikasi mereka selama ini.

“Kami sangat mengapresiasi anak-anak. Melalui kegiatan ini, karakter empati dan semangat berbagi terlihat jelas sudah mulai tumbuh dalam diri mereka,” tambah Tuti.

Baca Juga: Kadisdik Jabar Purwanto Buka Pesantren Ekologi Ramadan 1447 H: Rawat Bumi dengan Pancaniti

Konsep Unik: Kolaborasi Nilai Islami dan Kelestarian Lingkungan

Selanjutnya, Tuti memaparkan bahwa Pesantren Ekologi SMAN 4 Bandung tahun ini diikuti oleh sekitar 1.500 siswa.

Berbeda dengan pesantren kilat biasa, sekolah mengemas acara dengan menggabungkan pendalaman agama dan aksi nyata menjaga alam.

Menariknya, siswa tidak hanya belajar di dalam masjid, tetapi juga aktif di lapangan melalui berbagai pos edukasi lingkungan. Aktivitas tersebut meliputi:

  • Edukasi pemilahan jenis sampah melalui permainan interaktif.

  • Praktik langsung pengolahan limbah yang dapat didaur ulang.

  • Aksi bersih-bersih lingkungan sekolah secara masal.

Di area masjid, para siswa mengikuti kajian yang mendalami ayat-ayat Al-Qur’an tentang tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi untuk menjaga kelestarian alam.

Baca Juga: Padukan Seni dan Ekologi, Jampang Creative Camp 2 Ubah Pantai Minajaya Jadi Ruang Belajar Terbuka

Membangun Karakter Generasi Peduli Alam

Sementara itu, salah satu siswa kelas X, Muhammad Rizki, mengaku bangga bisa terlibat dalam program ini.

Menurutnya, berbagi berkah kepada warga yang kurang mampu memberikan kepuasan batin tersendiri di bulan suci.

Akhirnya, pihak sekolah berharap pengalaman baru ini mampu menanamkan kesadaran bahwa Islam sangat peduli terhadap lingkungan hidup.

Dengan demikian, lulusan SMAN 4 Bandung diharapkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesalehan sosial dan kepedulian ekologi yang tinggi.

Baca Juga: Kadisdik Jabar Integrasikan Konservasi Bambu ke Kurikulum, Dukung Visi Ekologi KDM

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.