Jabar

Harga Bitcoin Melemah, Tapi Sinyal Pemulihan Mulai Terlihat?

| 19 April 2025, 17:00 WIB
Harga Bitcoin Melemah, Tapi Sinyal Pemulihan Mulai Terlihat?

AKURAT JABAR - Bitcoin kembali melemah dalam beberapa hari terakhir, membuat sebagian trader khawatir akan potensi koreksi yang lebih dalam.

Baca Juga: Bitcoin di Indonesia: Antara Halal dan Haram - Menelisik Fatwa dan Opini Ulama

Namun di balik penurunan ini, sejumlah analis justru melihat sinyal bahwa fase koreksi Bitcoin mungkin segera berakhir.Yuk, kita kupas bersama situasi pasar terbaru dan potensi arah harga BTC dalam waktu dekat.

Baca Juga: Trump dan Bitcoin: AS Resmi Miliki Cadangan Strategis Kripto, Apa Dampaknya?

Bitcoin Turun, Apa Penyebabnya?

Per tanggal 18 April 2025, harga 1 Bitcoin berada di kisaran Rp1,32 miliar, turun sekitar 3% dibanding minggu lalu. Penurunan ini sebagian besar dipicu oleh beberapa faktor:

Baca Juga: Bitcoin Masih Stagnan, Whale Mulai Kurangi Kepemilikan. Ada Apa?

  • Profit-taking setelah reli panjang sejak awal tahun

  • Minimnya katalis baru yang bisa mendorong harga lebih tinggi

  • Kekhawatiran makroekonomi, terutama suku bunga global yang masih tinggi

  • Pasar kripto global yang cenderung wait and see

Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin Terkini dan Nilai Tukar Bitcoin ke Rupiah: Lihat Proyeksi BTC Hari Ini, Besok, 2025 dan 2030

Koreksi Sehat atau Sinyal Bahaya?

Bagi investor baru, penurunan harga Bitcoin mungkin bikin panik. Tapi buat pelaku pasar yang sudah berpengalaman, koreksi seperti ini justru dianggap wajar dan sehat dalam siklus naik-turun pasar kripto.

Baca Juga: Jangan Lewatkan! Prediksi Harga Bitcoin Terbaru: Analisis Teknikal Mendalam dan Peluang Trading Menguntungkan

“Pasar perlu mendingin sejenak sebelum lanjut naik,” ujar salah satu analis kripto dari CryptoQuant.

Data on-chain juga menunjukkan bahwa tekanan jual dari whale (pemilik Bitcoin dalam jumlah besar) mulai mereda. Aktivitas transfer ke bursa juga menurun, yang bisa jadi indikasi bahwa pelaku pasar tidak terburu-buru menjual BTC mereka.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Aplikasi Trading Bitcoin Terbaik untuk Pemula di Android

Prediksi Harga Bitcoin: Siap Bangkit Lagi?

Meski belum menunjukkan lonjakan besar, ada beberapa sinyal positif dari sisi teknikal dan sentimen pasar:

Baca Juga: Ingin Memahami Teknologi Bitcoin? Ini Tempat Terbaik untuk Belajar

  • Level support kuat di area Rp1,28 miliar masih bertahan

  • RSI (Relative Strength Index) mulai keluar dari area jenuh jual

  • Beberapa investor besar (institusi) kembali melakukan akumulasi

Jika harga Bitcoin mampu bertahan di atas support penting, prediksi BTC hari ini dan besok cenderung netral ke bullish.

Baca Juga: Legalitas Bitcoin di Indonesia: Regulasi, Status Hukum, dan Panduan Terkini

Outlook Bitcoin untuk 2025 Masih Positif

Meskipun harga BTC tengah melemah, banyak analis tetap percaya bahwa tahun 2025 punya prospek cerah untuk Bitcoin. Alasannya antara lain:

Baca Juga: Panduan Super Aman Kirim Terima Bitcoin: Tips Anti Rugi dan Hindari Penipuan Aset Kripto Anda Sekarang

  • Efek halving April 2024 mulai terasa di semester dua 2025

  • Adopsi institusional meningkat, termasuk dari bank dan perusahaan besar

  • Regulasi lebih jelas, memberi kepercayaan tambahan bagi investor

Baca Juga: Cara Beli Bitcoin di Indonesia 2025: 7 Platform Terpercaya, Biaya Terendah, dan Tips Menghindari Scam Update Terbaru

Jangan Takut, Tetap Waspada

Koreksi harga Bitcoin saat ini mungkin bikin cemas, tapi bukan berarti tren jangka panjang berubah. Justru, momen seperti ini bisa jadi peluang bagi investor jangka panjang yang ingin “buy the dip” dengan strategi yang bijak.Namun, penting untuk diingat: Bitcoin tetap aset yang sangat volatil. Risiko selalu ada.

Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin Pekan Ini: Apakah Akan Lanjut Naik?

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini bukan saran investasi. Selalu lakukan riset sendiri dan konsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.