Jabar

Trump dan Bitcoin: AS Resmi Miliki Cadangan Strategis Kripto, Apa Dampaknya?

| 18 April 2025, 20:00 WIB
Trump dan Bitcoin: AS Resmi Miliki Cadangan Strategis Kripto, Apa Dampaknya?

AKURAT JABAR – Presiden Donald Trump kembali mengguncang dunia kripto dengan langkah terbarunya: membentuk Strategic Bitcoin Reserve.

Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin Terkini dan Nilai Tukar Bitcoin ke Rupiah: Lihat Proyeksi BTC Hari Ini, Besok, 2025 dan 2030

Langkah ini menjadikan Amerika Serikat sebagai negara pertama yang secara resmi menyimpan Bitcoin sebagai aset cadangan nasional.

Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin Terkini dan Nilai Tukar Bitcoin ke Rupiah: Lihat Proyeksi BTC Hari Ini, Besok, 2025 dan 2030

Apa arti kebijakan ini bagi masa depan Bitcoin dan posisi AS dalam ekonomi global? disini Akurat jabar akan mebahasnya dengan mendalam simak penjelesannya pantau terus.Wikipédia, a enciclopédia livre+3Wikipedia+3Business Insider+3

Baca Juga: 7 Rekomendasi Aplikasi Trading Bitcoin Terbaik untuk Pemula di Android

???????? AS Bentuk Cadangan Bitcoin Nasional

Pada 6 Maret 2025, Trump menandatangani perintah eksekutif untuk membentuk Strategic Bitcoin Reserve dan U.S. Digital Asset Stockpile.

Baca Juga: Ingin Memahami Teknologi Bitcoin? Ini Tempat Terbaik untuk Belajar

Cadangan ini akan diisi dengan Bitcoin yang disita oleh pemerintah federal, tanpa menggunakan dana pajak tambahan.

Baca Juga: Legalitas Bitcoin di Indonesia: Regulasi, Status Hukum, dan Panduan Terkini

Saat ini, AS diperkirakan memiliki sekitar 200.000 BTC, menjadikannya pemegang Bitcoin terbesar di dunia.Business Insider+3Wikipedia+3Wikipedia – Die freie Enzyklopädie+3Wikipedia+2Wikipédia, a enciclopédia livre+2Wikipedia – Die freie Enzyklopädie+2

Baca Juga: Panduan Super Aman Kirim Terima Bitcoin: Tips Anti Rugi dan Hindari Penipuan Aset Kripto Anda Sekarang

Menjadikan AS "Ibu Kota Kripto Dunia"

Trump secara terbuka menyatakan keinginannya agar AS menjadi "crypto capital of the world". Selain Bitcoin, cadangan ini juga mencakup aset digital lain seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), Cardano (ADA), dan Ripple (XRP). Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat posisi AS dalam ekonomi digital global.Wikipedia+1Wikipédia, a enciclopédia livre+1

Baca Juga: Cara Beli Bitcoin di Indonesia 2025: 7 Platform Terpercaya, Biaya Terendah, dan Tips Menghindari Scam Update Terbaru

Deregulasi dan Potensi Konflik Kepentingan

Langkah Trump menuai kritik karena dianggap terlalu longgar dalam regulasi kripto. Pemerintahannya membubarkan tim penegakan hukum kripto di Departemen Kehakiman dan mengurangi pengawasan terhadap platform kripto. Selain itu, keterlibatan keluarga Trump dalam proyek kripto seperti World Liberty Financial dan peluncuran stablecoin USD1 menimbulkan kekhawatiran akan potensi konflik kepentingan.The Guardian

Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin Pekan Ini: Apakah Akan Lanjut Naik?

Dampak Ekonomi: Dolar Melemah, Bitcoin Menguat?

Sejak awal tahun 2025, nilai dolar AS turun sekitar 9% terhadap mata uang utama lainnya. Kebijakan tarif yang tidak konsisten dan meningkatnya utang nasional membuat investor global mempertanyakan stabilitas ekonomi AS. Dalam situasi ini, Bitcoin dan aset kripto lainnya mulai dilirik sebagai alternatif, terutama dengan dukungan resmi dari pemerintah.AP News

Baca Juga: Apa Itu Bitcoin? Panduan Lengkap untuk Pemula di Tahun 2025

Apa Artinya Bagi Investor?

Bagi investor, langkah ini bisa menjadi sinyal bahwa kripto semakin diterima secara institusional. Namun, perlu diingat bahwa deregulasi yang berlebihan juga membawa risiko, termasuk potensi penyalahgunaan dan kurangnya perlindungan bagi investor. Penting untuk tetap waspada dan melakukan riset sebelum berinvestasi.​*​

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.