Bitcoin Masih Stagnan, Whale Mulai Kurangi Kepemilikan. Ada Apa?

AKURAT JABAR – Harga Bitcoin masih bergerak di tempat. Selama beberapa hari terakhir, pergerakannya stuck di kisaran US$83.000 – US$86.000.
Di tengah situasi ini, para whale alias pemilik dompet kripto jumbo mulai mengurangi eksposur mereka. Apa yang sebenarnya sedang terjadi di pasar kripto?
Baca Juga: Jangan Lewatkan! Prediksi Harga Bitcoin Terbaru: Analisis Teknikal Mendalam dan Peluang Trading Menguntungkan
Harga Bitcoin Lagi “Bingung” Arah
Bitcoin belakangan ini kayak lagi ragu—naik enggak, turun juga enggak. Dalam lima hari terakhir, harga Bitcoin cuma naik-turun tipis dalam range yang sempit banget.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Aplikasi Trading Bitcoin Terbaik untuk Pemula di Android
Secara teknikal, indikator seperti EMA (Exponential Moving Average) dan Ichimoku Cloud juga nggak ngasih sinyal yang jelas.
Baca Juga: Ingin Memahami Teknologi Bitcoin? Ini Tempat Terbaik untuk Belajar
Market lagi wait and see banget.Banyak trader dan investor menebak-nebak: ini fase tenang sebelum naik, atau sebelum turun?
Baca Juga: Legalitas Bitcoin di Indonesia: Regulasi, Status Hukum, dan Panduan Terkini
???? Whale Turunin Eksposur, Haruskah Khawatir?
Salah satu hal yang cukup menarik perhatian adalah data soal dompet whale—yakni wallet yang punya 1.000 sampai 10.000 BTC. Menurut data dari Santiment, jumlah dompet ini turun dari 2.015 ke 2.010 antara 14–16 April.
Penurunan kecil sih, tapi cukup untuk bikin orang bertanya-tanya: mereka lagi jualan atau cuma pindahin aset?
Perilaku whale sering jadi sinyal awal pergerakan besar. Kalau mereka mulai jualan atau mindahin dana keluar, itu bisa jadi tanda mereka lagi jaga-jaga.
Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin Pekan Ini: Apakah Akan Lanjut Naik?
Indikator Teknikal: Market Lagi “Netral”
Kalau lihat dari sisi teknikal, kondisi sekarang ini cenderung netral. EMA 50 masih mendukung harga, tapi Ichimoku Cloud nunjukin ada resistance cukup tebal di atas US$86.000. Artinya, kalau mau naik, Bitcoin butuh dorongan volume yang besar banget.
Baca Juga: Apa Itu Bitcoin? Panduan Lengkap untuk Pemula di Tahun 2025
Jadi buat kamu yang lagi mikir mau entry atau enggak, mungkin lebih baik tunggu konfirmasi arah dulu. Jangan buru-buru.
Baca Juga: Cara Menyimpan Bitcoin yang Aman di Tahun 2025: Panduan Lengkap untuk Keamanan dan Perlindungan Aset Digital Anda
Buat Investor: Ini Waktunya Santai atau Aksi?
Kondisi seperti ini cocok buat dua tipe investor:
-
Jangka pendek: mending tunggu sinyal breakout/breakdown. Ambil posisi saat market udah kasih arah jelas.
-
Jangka panjang: bisa jadi ini momen buat akumulasi pelan-pelan, apalagi kalau harga turun sedikit lagi ke bawah US$82.000.
Yang penting, tetap pakai manajemen risiko dan jangan asal FOMO.
Baca Juga: Harga Bitcoin Tembus Rp 1,4 Miliar –Ini 7 Faktor Utama di Balik Lonjakan Spektakuler
Harga Bitcoin masih dalam mode “diam-diam menghanyutkan”, dan aksi dari para whale bisa jadi clue awal arah selanjutnya. Kalau kamu pegang BTC atau lagi mau masuk, ini saat yang bagus buat lebih perhatian dan update terus pergerakan pasar. *
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









