Daftar Ulang SPMB Tahap 2, Orang Tua Siswa Akui Program PAPS Pemprov Jabar Bantu Warga Kecil

AKURAT JABAR - Daftar ulang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap 2 berlangsung selama dua hari, yakni mulai dari tanggal 10 hingga 11 Juli 2025.
Berdasarkan pemantauan dilapangan, pelayanan daftar ulang yang dilaksanakan di salah satu sekolah, yaitu SMAN 2 Bandung berlangsung dengan tertib dan lancar.
Salah satu orang tua siswa, Mulyono, mengantar anaknya yang bernama Afifah Uliya Sari untuk mendaftar ulang pada Sistem Penerimaan Murid Baru tahap 2, Kamis (10/7/2025).
Afifah sendiri merupakan murid baru yang diterima di SMAN 2 Bandung lewat kebijakan pemerintah berupa program Pencegahan Anak Putus Sekolah (PAPS).
Dengan bermata pencaharian sebagai petugas kebersihan, Mulyono mengaku sangat terbantu dengan adanya kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat terkait terkait program PAPS tersebut.
"Ini (program PAPS) terobosan luar biasa, sebagai orang tua murid ini bagus banget, salah satu solusi yang tepat bagi orang tua yang memiliki permasalahan (pembiayaan) di bidang pendidikan," ucapnya.
Mulyono juga memberikan pesan terhadap anak sulungnya tersebut agar dapat memiliki kepribadian yang lebih baik dari sebelumnya.
"Harus bisa lebih baik lagi, ya. Jaga akhlak dan norma yang berlaku di sekolah, mudah-mudahan menjadi anak soleh dan lebih baik," ungkapnya.
Kata Siswa Tentang Tes Terstandar
Sementara Qanita Rahma, merupakan salah satu siswa yang berhasil lulus melalui jalur prestasi non-akademik. Ia menyatakan bahwa dirinya adalah salah satu siswa yang sudah mengikuti proses berupa tes terstandar sesi 3 pada hari pertama.
Menurut pengakuannya saat mengerjakan soal tes terstandar tersebut, dirinya merasa tidak menemukan adanya kesan yang tidak adil.
"Kalau disebut enggak adil itu enggak juga, soalnya (pertanyaan) masih bisa dijawab dan masih ada jawabannya. Mungkin kurang persiapan aja," ujarnya.
Selain itu, seorang siswi lainnya bernama Asri Rahma Dewi juga mengungkapkan bahwa bobot soal bersifat variatif dari tingkat kesulitannya. Bersikap tenang menurutnya menjadi kunci dalam menyelesaikan soal tersebut.
"Kalau menurut saya, soal sesi 3 di hari pertama itu memang ada yang sulit dan yang mudah. Cuma, kalau pas ngejalanin lagi panik dan enggak bisa tenang, itu rasanya jadi susah semua," ungkapnya.
Ia sendiri mengaku, nilai yang diperoleh belum sesuai dengan ekspektasinya. Meski demikian, ia masih yakin bahwa usaha yang dilakukan secara optimal akan menjadi bukti ditambah dengan adanya persiapan yang matang itu bisa menjadi kunci.
Pelayanan SPMB Jabar, tambahnya - sudah cukup tertata dan bagus. Namun, ia juga menilai ada beberapa hal yang menjadi masukannya.
"Seperti, H-1 baru dikasih tahu tentang aplikasi atau tiba-tiba ada update yang mendadak banget, itu jadi bikin panik dan takut," ungkap Asri.
Baca Juga: Tes Terstandar di Jawa Barat Berjalan Lancar, Kadisdik Purwanto: Fokus pada Kenyamanan Peserta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ade Kuswara Divonis 6 Tahun Penjara, Wajib Bayar Uang Pengganti Rp10,4 Miliar
- 2Dua Dekade Pimpin EWINDO, Glenn Pardede Dorong Inovasi Benih untuk Petani
- 3Polda Jabar Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang ke Perairan Jawa Barat
- 4Hakim PN Bandung Perintahkan KPK Kembalikan Barang Bukti Istri Ono Surono
- 5Halte BRT Cicadas di Tengah Jalan Dikeluhkan, Farhan Pastikan Awasi Kemacetan
- 6PERSIB Pulihkan Kondisi di Tangerang, Bersiap Hadapi FC Seoul di ACL Two
- 7Desil 1-4 September 2026 Dapat Bansos Apa? Ini Daftar dan Nominalnya
- 8Kebakaran Lahan Ciumbuleuit, Farhan Dorong Penyelidikan Dugaan Pembuangan Sampah Ilegal
- 919 Warga Terdampak Asap Kebakaran Ciumbuleuit, Mayoritas Alami ISPA
- 10Hakim PN Bandung Perintahkan KPK Kembalikan Barang Bukti Istri Ono Surono





