Jabar

Kunjungi Purwakarta, Menteri LH Apresiasi Kebijakan Bupati dan Suksesnya Inisiatif Ramah Lingkungan di Sekolah-sekolah

| 3 Juni 2025, 20:05 WIB
Kunjungi Purwakarta, Menteri LH Apresiasi Kebijakan Bupati dan Suksesnya Inisiatif Ramah Lingkungan di Sekolah-sekolah

AKURAT JABAR - Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq didampingi Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein melakukan kunjungan ke SMPN 1 Purwakarta dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup sedunia 2025.

Menteri LH Hanif Faisol dalam kunjungannya, sangat mengapresiasi inisiatif sekolah tersebut yang telah mengimplementasikan lingkungan hidup ramah melalui program pengolahan sampah berbasis Ecobrick.

Selain itu, ia juga memuji kebijakan yang dibuat oleh Pemda Kabupaten Purwakarta dengan melarang para siswa membeli makanan di kantin sebagai upaya dalam mengurangi penggunaan plastik.

Baca Juga: Disdik Purwakarta Selenggarakan Eco Tren Ramadan 1446 H, Kolaborasi PKBM Rumah Tumbuh Bersama PGRI Purwakarta

Menteri Nurofiq menilai, jika kebijakan yang dibuat tersebut dipatuhi oleh seluruh sekolah di Purwakarta secara serius, ia menghitung akan ada potensi pengurangan sampah plastik yang signifikan.

Ia juga mendorong terhadap pengembangan program Ecobrick di SMPN 1 Purwakarta tersebut sekaligus menyarankan agar seluruh produk Ecobrick dapat meningkatkan nilai ekonomis.

Agar bernilai ekonomis, menurutnya - Produk Ecobrick yang telah dikumpulkan lebih lanjut dapat diolah menjadi furnitur dan mebel. Hal ini sekaligus dapat memperkuat terhadap komitmen ramah lingkungan.

Baca Juga: Kadisdik Purwakarta Perkuat Pendidikan Berkarakter Lewat Partisipasi Semesta, Upaya Wujudkan Purwakarta Istimewa

Dalam kesempatan itu pula, Menteri Nurofiq menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai ramah lingkungan sejak dini, sebagaimana yang telah diimplementasikan di SMPN 1 Purwakarta dengan sukses.

"Kami berharap program ini dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain di seluruh Indonesia," ungkap Menteri LH Nurofiq, pada Selasa (3/6/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein, juga menekankan pentingnya perubahan budaya terhadap pengurangan jumlah sampah yang dihasilkan, bukan hanya berfokus pada bagaimana sampah itu dikelola.

Baca Juga: Sadiyah, M.Pd Resmi Jabat Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Mulai 2 Juni 2025

Tantangan pengelolaan sampah di Indonesia sendiri - menurut Om Zein, merupakan hal yang harus disikapi secara serius. Ia juga ingin adanya upaya serius menuju zero waste dengan berfokus pada pengurangan sampah sejak awal.

Sementara, Plt Kadisdik Purwakarta Sadiyah menerangkan bahwa program Ecobrick di SMPN 1 Purwakarta merupakan bagian dari Tatanen di Bale Atikan (TDBA).

Program Ecobrick yang dilakukan ini mencakup proses pemilahan antara sampah organik dan non-organik di seluruh sekolah yang ada di Purwakarta.

Baca Juga: Baru Menjabat, Kadisdik Jabar Gelar Sosialisasi dan Pengawasan Penerapan Jam Malam Bagi Para Pelajar di Jawa Barat

Perlu diketahui, bahwa program tersebut telah berjalan sejak 2020. Ia juga menyebut, SMPN 1 Purwakarta sendiri telah berhasil mengumpulkan lebih dari 500 kilogram sampah plastik yang diolah menjadi Ecobrick.

Selain dijadikan kursi, pihak sekolah rencananya akan mengembangkan pemanfaatan Ecobrick ini berupa produk panel-panel sejenis keramik, serta produk furnitur lainnya.

"Mereka juga berencana untuk melakukan riset mengenai jenis dan jumlah sampah yang dihasilkan rumah tangga di sekitar sekolah untuk meningkatkan efisiensi program," ujarnya.

Baca Juga: Bupati Om Zein dan PGRI Purwakarta Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru dan Mutu Pendidikan

"Kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat sekitar juga dianggap krusial untuk keberhasilan program ini," kata Plt Kadisdik yang akrab disapa Uni Sadiyah itu.

Di pihak lain, Kepala SMPN 1 Purwakarta, Patoni, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah di sekolah merujuk pada Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2021 dan Perbup TDBA serta Perbup Pendidikan Karakter.

Ia mengaku bahwa sekolahnya telah lama mengelola sampah organik dengan menggunakan mesin pencacah. Sedangkan untuk sampah plastik diolah menjadi Ecobrick.

Baca Juga: Gercep! Bupati Om Zein Razia Pelajar Keluyuran di Atas Jam 9 Malam Serentak di Wilayah Purwakarta

Patoni juga menyebut, pada tanggal 20 Mei 2025, sekolahnya berhasil mengumpulkan sebanyak 580 kilogram sampah plastik, yang jika dihitung setara dengan 0,8 kilogram per siswa.

Sampah-sampah tersebut dikumpulkan oleh para siswa dari masing-masing rumah, bahwa dari tetangga dan warung sekitar.

"Saat ini, produk akhir dari program Ecobrick masih berupa kursi, namun sekolah berencana untuk menambah jumlah kursi yang dihasilkan di masa mendatang," ucap Kepsek.

Baca Juga: Bupati Purwakarta Om Zein Apresiasi Kegiatan Aquatik SMPN 2 Pasawahan dan Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Sungai

Kunjungan Menteri LH ini telah memberikan dorongan besar bagi keberlanjutan program ramah lingkungan di Kabupaten Purwakarta, khususnya di SMPN 1 Purwakarta.

Keberhasilan program ini menjadi bukti terhadap perubahan perilaku dan kolaborasi antara pemerintah, sekolah serta masyarakat dapat menciptakan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan.

Baca Juga: Hardiknas 2025: Bupati Om Zein Resmi Larang Siswa Pakai HP di Purwakarta

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.