Jabar

Stok Melimpah! Pasokan Pangan di Jawa Barat Surplus Jelang Ramadan 2026

| 7 Februari 2026, 07:10 WIB
Stok Melimpah! Pasokan Pangan di Jawa Barat Surplus Jelang Ramadan 2026

AKURAT JABAR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan pasokan pangan di Jawa Barat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 2026.

Berdasarkan data terbaru, sejumlah komoditas utama seperti beras, daging, hingga cabai diprediksi mengalami surplus dalam tiga bulan ke depan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat (DKPP Jabar) Linda Al Amin, mengungkapkan bahwa ketersediaan beras periode Februari hingga April 2026 mencapai 3,1 juta ton.

Selanjutnya, dengan proyeksi kebutuhan warga sebesar 1,5 juta ton, Jabar akan mengalami surplus beras yang signifikan.

Baca Juga: Selama Ramadan dan Idul Fitri, Ketersediaan Pangan di Jabar Surplus

 

Rincian Komoditas yang Mengalami Surplus

Selain itu, Linda memaparkan bahwa jagung juga masuk dalam daftar komoditas melimpah. Ketersediaan jagung tercatat sebanyak 493.153 ton, jauh melampaui angka kebutuhan yang hanya sebesar 325.471 ton.

Masyarakat juga tidak perlu khawatir mengenai stok daging sapi maupun kerbau yang biasanya melonjak saat lebaran.

Sebab, stok yang tersedia mencapai 60.448 ton, sedangkan proyeksi kebutuhannya hanya 39.815 ton.

Baca Juga: Kawal Kedaulatan Pangan, Gubernur Dedi Mulyadi dan Wamentan RI Resmikan Proyek Pabrik NPK Nitrat Pertama di Karawang

“Daging ayam juga surplus. Ketersediannya mencapai 392.609 ton, adapun kebutuhannya hanya 211.051 ton,” ujar Linda saat memberikan keterangan, Jumat (6/2/2026).

Sementara itu, cabai rawit yang sering mengalami fluktuasi harga pun dipastikan aman.

Pasokan komoditas ini mencapai 55.688 ton untuk menutupi kebutuhan masyarakat yang diperkirakan sebesar 35.483 ton.

Baca Juga: Warning Inflasi Jabar 7 Kali: BI Desak Pemda Waspada Harga Pangan dan Tekan Laju Penurunan Sektor Pertanian

Keberlanjutan Tren Positif Sejak Awal Tahun

Terhitung, prediksi surplus ini memperkuat kondisi neraca pangan Jabar yang sudah menunjukkan tren positif sejak Januari 2026.

Sebanyak 12 komoditas penting, mulai dari bawang merah, bawang putih, hingga daging ayam, semuanya mencatatkan nilai surplus pada bulan pertama tahun ini.

Oleh karena itu, kondisi fundamental pangan yang kuat ini menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga di pasar tradisional maupun modern.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Baznas Kirim Ratusan Paket Ramadhan Bahagia bagi Warga Palestina

 

Gerakan Pangan Murah di 27 Kabupaten/Kota

Sebagai langkah nyata dalam membantu daya beli masyarakat, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berencana menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).

Program ini akan dilaksanakan secara serentak di 27 kabupaten dan kota di seluruh wilayah Jawa Barat.

Dengan demikian, sinergi antara ketersediaan stok yang melimpah dan intervensi pasar melalui GPM diharapkan dapat membuat masyarakat beribadah dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga pangan.

Baca Juga: Sidak Pasar Tradisional, Dirut Bulog Jamin Stok Beras Jawa Barat Melimpah dan Harga Sembako Stabil

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.