Jabar

Target Presiden: Listrik Sumut Harus Pulih Total Minggu Ini, ESDM dan PLN Kebut Pemulihan Energi Sumut Bencana

| 3 Desember 2025, 22:32 WIB
Target Presiden: Listrik Sumut Harus Pulih Total Minggu Ini, ESDM dan PLN Kebut Pemulihan Energi Sumut Bencana

AKURAT JABAR – Pemerintah Pusat menggelar rapat darurat untuk mempercepat penanganan krisis energi pasca bencana di Sumatera Utara (Sumut), dengan fokus pada pemulihan infrastruktur listrik dan BBM.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa Presiden memberikan instruksi jelas agar listrik di Sumut harus pulih sepenuhnya pada minggu ini.

"Presiden menginstruksikan minggu ini listrik harus selesai. Dan seluruh instansi harus bergerak tanpa menunggu," ujar Bahlil di Sibolga, Rabu (3/12/2025).

Kementerian ESDM menempatkan pemulihan infrastruktur energi sebagai prioritas tertinggi untuk memastikan seluruh lembaga strategis bergerak cepat menangani krisis tersebut.

Baca Juga: Diprotes Masyarakat! Bahlil Tinjau Langsung Lokasi Tambang Nikel di Pulau Gag Raja Ampat, Sebut Tidak Bermasalah

 

PLN Pacu Perbaikan Transmisi Kritis

Bahlil secara khusus mengarahkan PLN menuntaskan perbaikan jaringan transmisi yang kritis, termasuk jalur SUTT Tarutung–Sibolga dan Bireuen–Arun. Saat ini, PLN melaporkan kemajuan signifikan pada kedua jalur tersebut.

Mereka telah menerjunkan material tower pengganti dan mempercepat pengerjaan tower emergency.

Selain itu, perbaikan Gardu Induk Sibolga telah rampung dan kini beroperasi penuh, memperkuat kesiapan distribusi listrik begitu jaringan transmisi tersambung kembali.

Meskipun pemulihan listrik telah mencapai 87 persen dari total pelanggan terdampak, tantangan terbesar masih berada pada wilayah yang terisolir. Sekitar 70.993 pelanggan masih mengalami pemadaman dan menjadi fokus akhir pemulihan pekan ini.

Baca Juga: Munaslub Partai Golkar Hoaks! Bahlil dan Petinggi Partai Angkat Bicara

 

Pertamina Ubah Pola Distribusi BBM dan Logistik Bantuan

Di sektor BBM dan LPG, pemerintah meminta Pertamina mengubah pola distribusi. Strategi baru ini meliputi penambahan SPBU aktif dengan operasional 24 jam dan pemanfaatan empat kapal untuk mempercepat suplai ke wilayah sulit diakses.

Untuk menutup celah layanan di area kritis, pemerintah mengerahkan 40 genset dan 200 lampu darurat ke titik-titik prioritas.

Langkah ini bertujuan memastikan fasilitas penting seperti posko, pusat layanan kesehatan, dan lokasi pengungsian tetap beroperasi.

"Tugas kami memastikan masyarakat tidak dibayangi gelap," tegas Bahlil.

Baca Juga: Pengaturan Impor BBM: Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Perdagangan Nasional

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.