Jabar

Dinas Kehutanan Jabar bersama PT Pertamina Luncurkan Program Flora Legacy

| 25 September 2025, 23:59 WIB
Dinas Kehutanan Jabar bersama PT Pertamina Luncurkan Program Flora Legacy

AKURAT JABAR - Dinas Kehutanan Wilayah VI Jawa Barat bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB), meluncurkan program Flora Legacy atau Flogacy, melalui Fuel Terminal (FT) Tasikmalaya.

Program ini adalah bagian dari Arboretum “The Gallery of Sukapura” sebagai upaya nyata dalam pelestarian lingkungan yang telah dilakukan sejak tahun 2024.

Flogacy sendiri memiliki tujuan untuk melestarikan tanaman langka serta berupaya dalam melindungi satwa lokal, khususnya yang berada di sekitar kawasan Desa Sukapura.

 

Program tersebut juga mengedepankan metode ramah lingkungan, disertai dengan penggunaan teknologi dalam upaya perawatan dan pemantauan flora.

Kegiatan tersebut juga melibatkan banyak unsur, seperti akademisi, LSM, komunitas, serta masyarakat sekitar, baik dalam proses penyemaian, perawatan, maupun dalam menginventarisor berbagai jenis flora. 

Arboretum tersebut diharapkan mampu menjadi pusat edukasi, konservasi, dan menjadi pusat penelitian lingkungan.

 

Sementara, FT Manager Tasikmalaya Teuku Kiki Jovan, menjelaskan bahwa Flogacy bukan hanya tentang menanam tanaman saja, akan tetapi juga untuk memberi ruang belajar serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

“Kami ingin Arboretum Sukapura menjadi tempat belajar sekaligus inspirasi agar makin banyak yang peduli menjaga alam,” ujar Teuku.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria menegaskan bahwa Flogacy merupakan bentuk komitmen nyata yang ditunjukkan perusahaan terhadap kelestarian lingkungan.

 

“Lewat Flogacy, kami ingin memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan ekosistem di Sukapura,” kata Satria.

"Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 15 tentang perlindungan dan pemanfaatan ekosistem darat secara berkelanjutan," tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.