Jabar

Optimalisasi Masjid Ramah Pemudik, Kemenag Pastikan Berjalan Hingga Puncak Arus Balik

| 28 Maret 2025, 20:30 WIB
Optimalisasi Masjid Ramah Pemudik, Kemenag Pastikan Berjalan Hingga Puncak Arus Balik

 

AKURAT JABAR - Optimalisasi layanan Masjid Ramah Pemudik dipastikan Kementerian Agama (Kemenag) berjalan sampai puncak arus balik Lebaran 2025.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Abu Rokhmad, dalam rapat koordinasi virtual bersama jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag se-Indonesia, Rabu lalu (26/3/2025).

Abu Rokhmad meminta Kanwil Kemenag untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak agar masjid-masjid yang berada di jalur mudik dapat terus memberi layanan terbaik bagi para musafir.

Baca Juga: Menag Imbau Masjid di Jalur Mudik Sediakan Fasilitas Istirahat

“Kami ingin memastikan bahwa Masjid Ramah Pemudik bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi para pemudik. Oleh karena itu, kebersihan, kenyamanan, dan ketersediaan fasilitas harus menjadi prioritas,” ujar Abu Rokhmad.

Ditekankan oleh Dirjen Bimas Islam tentang pentingnya sinergi antara jajaran Kemenag di daerah dengan pengelola masjid, pemerintah daerah, kepolisian, serta para donatur agar layanan bagi pemudik dapat berjalan secara optimal.

“Kami mengimbau jajaran Kemenag di daerah untuk terus berkomunikasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pengurus masjid yang telah berkenan menyediakan tempat istirahat bagi pemudik,” jelas Abu Rokhmad.

Baca Juga: 55 Posko Piket Lebaran Pemudik Disiapkan Pemdaprov Jabar, Bisa Lemaskan Badan dan Ada Toilet

Selain sebagai tempat singgah, Abu Rokhmad juga berharap masjid-masjid dapat menghadirkan suasana yang ramah bagi musafir, termasuk menyediakan minuman dan takjil sesuai dengan kapasitas masing-masing.

“Pelayanan tidak perlu mewah, yang penting memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pemudik yang singgah,” tambahnya.

Pendataan Pemudik

Abu Rokhmad juga meminta jajaran Kemenag di daerah untuk mendata jumlah pemudik yang singgah di setiap masjid secara berkala, baik selama arus mudik maupun arus balik. Data ini akan menjadi bahan evaluasi untuk mengukur efektivitas program serta dilaporkan kepada Menteri Agama.

Baca Juga: Kemenag Siapkan 6.180 Posko Masjid Ramah di Jalur Mudik 2025 Se-Indonesia

“Kami butuh angka yang jelas. Berapa pemudik yang mampir, bagaimana kondisi di lapangan, dan apa kendala yang dihadapi. Ini penting agar program ini bisa terus ditingkatkan di tahun-tahun mendatang,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan, agar masyarakat lebih mudah menemukan tempat singgah yang nyaman selama perjalanan, maka penting dilakukan pendokumentasian dan publikasi lokasi masjid yang telah berpartisipasi dalam program ini.

“Testimoni dari pemudik yang merasakan manfaat layanan Masjid Ramah Pemudik dapat dikumpulkan dan dipublikasikan melalui media sosial agar informasi ini semakin luas diketahui,” ungkapnya.

Baca Juga: 1.000 Masjid Posko Mudik Jabar Dirilis Sebagai Bentuk Layanan Berdampak

Laporan Daerah

Sejumlah perwakilan Kanwil Kemenag melaporkan kondisi layanan Masjid Ramah Pemudik di daerah masing-masing. Dari Papua, disampaikan bahwa Masjid Al-Aqsha di Jayapura telah menyiapkan takjil gratis, ceramah sore sebelum berbuka, serta fasilitas parkir dan kebersihan bagi pemudik yang singgah.

Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur melaporkan bahwa 446 masjid telah dipersiapkan sebagai posko pemudik. Masjid-masjid ini tersebar di berbagai jalur utama mudik, termasuk di Madura, seperti Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan.

Selain itu, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pemudik tersebut, koordinasi dengan Polres dan instansi terkait telah mereka lakukan.

Baca Juga: Kemenag Keluarkan Surat Endaran Masjid Buka 24 Jam Selama Mudik Lebaran 2025

“Kalau ada pemudik yang merasa terbantu, tolong dokumentasikan. Ini bukan soal pencitraan, tetapi agar masyarakat tahu bahwa masjid-masjid ini benar-benar hadir untuk melayani mereka,” ujar Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menjelaskan, program Masjid Ramah Pemudik telah diatur dalam Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2025.

SE ini memberi panduan tentang standar minimal layanan yang dapat tersedia di masjid yang berpartisipasi, seperti tempat istirahat, toilet bersih, air wudu, serta konsumsi bagi musafir.

Baca Juga: BKM Minta Masjid Buka 24 Jam untuk Fasilitasi Pemudik Jelang Lebaran 2025

“Kami memastikan bahwa seluruh Kepala Kanwil dan Kepala Kemenag Kabupaten/Kota telah menerima dan menindaklanjuti SE ini dengan mendukung masjid-masjid yang melayani pemudik. Pengawasan akan terus dilakukan, dan laporan dari setiap daerah akan dihimpun setiap hari,” ujar Arsad.

Ia juga menegaskan bahwa koordinasi serta pelaksanaan yang baik akan memberikan dampak manfaat bagi masyarakat.

“Dengan koordinasi yang baik dan pengawasan yang ketat, program Masjid Ramah Pemudik diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan arus balik Lebaran tahun ini,” pungkasnya.

Baca Juga: Wagub Erwan Tinjau Arus Mudik di Terminal Ciakar Sumedang, Pastikan Layanan Posko Terpadu Optimal

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.